New Normal, Konsumsi BBM Naik 10 Persen

14
Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman. (net)

Konsumsi BBM Pertamina pada era new normal atau sejak 8 Juni 2020, tercatat mulai merangkak. Rata-rata saat ini menjadi 114 ribu KL per hari. Meski masih di bawah rerata normal Januari–Februari 2020 yang mencapai 135 ribu KL per hari, angka tersebut telah mengalami kenaikan sekitar 10 persen dibanding pada masa pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Vice President Corporate Communication Pertamina, Fajriyah Usman menyatakan, konsumsi BBM baik gasoline maupun gasoil, sama-sama mulai mengalami peningkatan. Sejalan dengan beroperasinya sarana transportasi umum dan kendaraan pribadi, industri, perkantoran, dan juga pusat perbelanjaan serta pelaku UMKM.

Namun demikian, konsumsi BBM tetap masih di bawah rerata normal pada masa sebelum pandemi Covid -19. “Jika selama PSBB, konsumsi BBM secara umum mengalami penurunan sekitar 26 persen, saat ini penurunannya berkurang menjadi sekitar 16 persen dibanding rerata konsumsi normal,” ujar Fajriyah.

Jelang semester kedua 2020 dengan kebijakan transisi new normal, konsumsi gasoline tercatat 78,82 ribu KL. Sementara konsumsi gasoil mencapai 34,99 ribu KL. “Untuk mendorong tingkat penjualan, sekaligus menunjukkan komitmen perusahaan dalam menjalankan tugas untuk menyediakan energi, Pertamina tetap mendistribusikan BBM ke seluruh pelosok negeri. Sehingga, seluruh SPBU tetap beroperasi melayani konsumen baik pada masa PSBB, new normal maupun normal. Selain itu, program promosi cashback dan Berbagi Berkah My Pertamina juga tetap berlanjut sebagai stimulus bagi konsumen,” imbuh Fajriyah.

Sebagai BUMN, Pertamina mendapat amanah untuk menjaga ekosistem bisnis migas di tengah kondisi apa pun. Karena itu, seluruh bisnis Pertamina dari hulu, pengolahan hingga hilir tetap beroperasi. Meski.harus menghadapi pandemi Covid-19 dan tantangan global lainnya.

“Pemulihan ekonomi di sejumlah wilayah belum merata. Kami masih terus memantau perkembangan pandemi Covid-19. Namun, untuk memastikan kebutuhan energi terpenuhi, Pertamina tetap menyediakan BBM di seluruh wilayah, sesuai permintaan. Dengan pasokan yang tersedia dalam jumlah yang aman, Pertamina dapat berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi nasional dan selalu siap melayani masyarakat,” pungkas Fajriiyah.

Terpisah, Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, Apindo mengusulkan pemerintah mengkaji ulang harga BBM industri, listrik, dan gas yang dibebankan kepada dunia usaha. “Itu semua dibutuhkan di tengah kondisi perekonomian Indonesia yang lesu saat ini,” urainya. (jpg)