YBM PLN Sumbar Harus Aktif Bergerak Cari Orang-orang Miskin untuk Dibantu

6
Rapat Koordinasi Wilayah YBM Sumatera Barat. (Foto: IST)

Pengurus Yayasan Baitul Mal (YBM) PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat di unit harus aktif bergerak untuk mencari kantong-kantong kemiskinan di daerah kerjanya masing-masing.

YBM PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Barat selama ini bergerak gesit karena masih banyak warga provinsi itu tergolong miskin dan perlu dibantu.

Demikian disampaikan General Manager PLN Sumatera Barat, Bambang Dwiyanto saat Rapat Koordinasi Wilayah YBM Sumatera Barat, Rabu (29/1/2020) dihadiri seluruh pengurus YBM Unit Pelaksana dan Kantor Induk.

Acara yang juga mendatangkan penasehat YBM PLN Pusat, Prof Didin Hafidhuddin, dimaksudkan untuk menyamakan langkah dan persepsi pengurus terhadap pola pengelolaan YBM hingga ke unit terkecil.

Dalam Rakorwil yang dipimpin Ketua YBM PLN Sumbar, Afriman tersebut masing-masing Senior Manager yang berperan sebagai Dewan Pengawas memberikan masukan terkait realisasi penyaluran zakat infak dan sedekah (ZIS) di tahun 2019.

Sementara untuk total penyaluran di tahun 2019 sebesar Rp 4,6 miliar dan paling banyak terserap untuk bidang dakwah.

Dalam Rakorwil tersebut juga dibahas persentase penyaluran untuk masing-masing bidang, diantaranya Sosial Kemanusiaan, Pendidikan, Ekonomi, Dakwah dan Kesehatan.

Unit pun diwajibkan untuk melakukan monitoring dan evaluasi di setiap program pemberdayaan produktif sekaligus menjunjung tinggi prinsip transparansi dalam pengelolaan dana ZIS.

General Manager PLN UIW Sumbar, Bambang Dwiyanto selaku pengawas YBM PLN Sumbar turut memberikan motivasi dan arahan kepada seluruh pengurus YBM Unit.

“Masih banyak saudara-saudara kita yang berada di bawah garis kemiskinan. Inilah tugas kita sebagai pengurus YBM untuk proaktif terjun langsung ke lapangan untuk survey daerah mana saja yang perlu dibantu dengan segera. Jangan berdiam diri menunggu proposal atau permohonan bantuan masuk,” ungkapnya.

Masih ada 343 ribu orang di Sumbar ini (data Resmi Statistik 15 Januari 2020) yang hidup miskin. Dan 7,69 persennya berada di pedesaan.

“Inilah pekerjaan rumah kita, bagaimana program YBM yang kita rancang mampu menyentuh mereka sehingga secara tidak langsung citra positif PLN pun terbangun,” papar Bambang.

Ia menegaskan bahwa visi YBM adalah bagaimana memberdayakan mustahik menjadi muzakki, akan menjadi nilai lebih bagi kita sebagai pengurus YBM, jika mampu memberdayakan para mustahik menjadi muzakki.

“Yang awalnya menerima zakat berubah menjadi pemberi zakat, ini yang harus menjadi motivasi kita semua untuk menjalankan tugas ini dengan sepenuh hati dan tanggung jawab,” katanya.

Terakhir Dewan Pengawas dan Pembina berharap agar ada skala prioritas untuk semua kegiatan yang sudah direncanakan agar berjalan maksimal dan membawa manfaat serta kebaikan bagi sesama. (*)