PLN Teken Kontrak 11 Perjanjian, Sesuaikan Harga Gas Bumi untuk Pembangkit Listrik

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini. (net)

PT PLN (Persero) bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (K3S) Gas Bumi menandatangani Side Letter of PSC dan Letter of Agreement (LoA) antara penjual dan pembeli gas bumi.

PLN menandatangani 11 Side Letter of Agreement antara lain dengan EMP Bentu Limited, PT Pertamina EP, PT Pertamina Hulu Energi, dan Kangean Energy Indonesia Ltd dengan total volume gas sebesar 213,7 BBTUD.

Direktur Utama PLN Zulkifli Zaini mengatakan, perjanjian ini dilakukan dengan mengacu pada Peraturan Menteri ESDM No. 10 Tahun 2020 dan Keputusan Menteri ESDM No. 91K/12/MEM/2020 tentang Harga Gas Bumi di Pembangkit Tenaga Listrik (Plant Gate).

“Perjanjian ini akan mampu menjadi landasan kerja sama yang baik antara SKK MIGAS dengan PLN, khususnya dalam lingkup jual beli gas bumi untuk Pembangkit Tenaga Listrik (Plant Gate),” ujarnya, melalui siaran pers, (26/6).

Ia menilai, perjanjian ini membawa dampak positif bagi PLN. Khususnya dalam penyediaan bahan bakar gas untuk pembangkit, yaitu menurunkan harga gas dari 8,21 dolar Amerika Serikat (AS) per mmbtu menjadi 6,09 dolar AS per mmbtu. “Dengan turunnya harga gas tentu akan menurunkan biaya pokok produksi PLN, sehingga membuat penyediaan listrik menjadi lebih efisien,” katanya.

Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto berharap dengan penandatanganan ini, pembeli gas bumi di sektor industri maupun sektor kelistrikan, termasuk pelaku usaha industri hilir, semakin mendapatkan kepastian pasokan gas sesuai volume yang ada di dalam kontrak. “Pembeli juga seharusnya meningkatkan serapan gas karena harga yang diberikan lebih rendah,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif berharap, dengan adanya penetapan harga gas untuk industri dan pembangkit listrik ini, dapat mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan daya saing industri nasional sesuai Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016.

Sehingga, di sisi hilir seperti industri dapat berkembang menciptakan demand. Sementara perusahaan migas sebagai sisi hulu juga bisa bertumbuh kembang. “Kita masih memiliki banyak potensi sumber migas baru yang masih harus kita eksplorasi ke depan. Dengan kondisi keuangan dari seluruh perusahaan yang terlibat dalam industri migas ini semoga kita dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi disektor industri yang jauh lebih baik,” harapnya.

Pasok 40 MVA Listrik
PT PLN juga menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) PT Parenggean Makmur Sejahtera untuk menyediakan kebutuhan daya listrik mencapai 40 Mega Volt Ampere (MVA), setara dengan 40.000.000 Volt Ampere (VA).

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN, Bob Saril menjelaskan, para pelaku usaha yang membutuhkan suplai listrik dalam jumlah sangat besar dengan tingkat keandalan yang terjamin, pihaknya memiliki produk layanan khusus, yakni layanan Premium Platinum.

“Dengan layanan khusus Premium Platinum, Kami berkomitmen akan memberikan kualitas pelayanan dan keandalan listrik terbaik. Dengan petugas layanan teknis khusus yang siap melayani 24 jam, kami yakin dapat menjawab semua kebutuhan informasi dan layanan yang diperlukan PT Parenggean Makmur Sejahtera dalam operasional perusahaan ke depannya,” katanya.

Karenanya, ia berima kasih atas kepercayaan PT Parenggean Makmur Sejahtera, meskipun perusahaannya baru berdiri, sudah langsung mempercayakan pasokan listrik ke PLN. “Itu artinya suplai listrik PLN dipercaya memiliki kualitas yang lebih baik dari opsi-opsi yang ada. Kami akan salurkan secara bertahap sesuai kebutuhan pelanggan. Tahap pertama di tahun ini PLN akan menyalurkan daya 13.850 kVA terlebih dahulu,” jelasnya. (ima/jpg)