Jadi Tulang Punggung Ekonomi Rakyat, Nevi Minta Berikan Prioritas UMKM

15

Anggota DPR RI asal Sumatera Barat II Nevi Zuairina memberikan pengantar dan membuka seminar bisnis yang di prakarsai Pengurus Pusat PKS yang membawahi wilayah Sumatera Bagian Utara.

Ia menekankan, bahwa sampai saat ini, dunia masih berjuang untuk keluar dari krisis Kesehatan pandemi Covid-19.

Segala upaya, negara lakukan bertahan dan keluar dari krisis dengan segala dampaknya, termasuk dampak terhadap perekonomian yang secara tidak langsung akan menghambat pembangunan nasional.

Menurut Nevi, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) merupakan kegiatan usaha yang jelas-jelas mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat.

Kemudian, UMKM dapat berperan dalam proses pemerataan dan peningkatan pendapatan masyarakat. Selain itu UMKM juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan berperan dalam mewujudkan stabilitas nasional.

Nevi mengungkapkan, berdasarkan data Kementerian Koperasi dan UKM per mei 2021, jumlah UMKM saat ini mencapai 64,2 juta, termasuk para pengusaha madu tentunya, dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 61,07% atau senilai Rp8.573,89 triliun.

Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Indonesia meliputi kemampuan menyerap 97% dari total tenaga kerja yang ada serta dapat menghimpun sampai 60,4% dari total investasi.

Baca Juga:  PWS Sumbar Ikut Majukan Pembangunan

*Namun, tingginya jumlah UMKM di Indonesia juga tidak terlepas dari tantangan yang ada. Apalagi ditengah pandemi seperti saat ini,” tukasnya.

Untuk itu, legislator asal Sumatera Barat II ini menyampaikan, UMKM harus memperoleh kesempatan utama, dukungan, perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya sebagai wujud keberpihakan tegas pada kelompok usaha ekonomi rakyat, tanpa mengabaikan peranan elemen lainnya.

“Sehingga semua pihak harus mampu memberikan prioritas perhatian dalam urusan UMKM ini,” tegasnya.

“Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi (BPJE) wilayah Sumatera bagian Utara mesti berupaya berperan aktif dalam mempertahankan dan menumbuhkembangkan wirausaha di tengah pandemi, salah satunya melalui seminar bisnis ini,” harapnya.

Nevi berharap di kemudian hari akan banyak pelaku usaha dengan berbagai kreativitasnya di negara kita, khususnya Sumatera Bagian Utara. Sehingga mampu memberikan solusi dan mengeluarkan bangsa dari keterpurukan ekonomi.

“Sebagai bagian dari warga negara yang terlindungi dari berbagai payung hukum yang ada, kita semua mesti mewujudkan  terciptanya masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 melalui pembangunan perekonomian nasional berkelanjutan,” tukasnya.(idr)