BPR Jam Gadang Sukses Lampaui Target di Saat Pandemi

Tahun 2020, BPR Jam Gadang yang dikomandoi Feri Irawan ini kembali sukses melampaui target usahanya dan mencatatkan pertumbuhan usaha dengan baik. Asset bertumbuh, Kredit meningkat dan laba bersih usaha pun kembali menanjak.

“Alhamdulilah tahun 2020 kita masih mampu mempertahankan kinerja terbaik. Seluruh target yang ditetapkan dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) mampu kita lampaui. Total asset tercatat sebanyak Rp 42,02 Miliar, realisasi kredit tercapai Rp 30,75 Miliar, Dana Pihak Ketiga sebanyak Rp 34,08. Sementara itu kualitas usaha pun kian membaik seiring mengecilnya NPL menjadi 0,62 persen, BOPO sebesar 83,08 persen dan Laba Bersih Usaha setelah pajak meningkat dari Rp 681 Juta di tahun 2019 menjadi Rp 811 Juta di tahun 2020 atau tumbuh hampir 20 persen”, ujar Direktur Utama PT BPR Jam Gadang Feri Irawan yang didampingi Direkturnya Dewi Fitria kepada Padang Ekspres kemarin.

Menurut Feri, secara pertumbuhan kita memang sedikit melandai namun itu sudah melampuai target. Perlambatan ini tak terlepas dari dampak melesunya perekonomian di Kota Bukittinggi pasca mewabah nya Covid-19. Meskipun begitu kita tidak menyerah, beragam cara tetap dilakukan agar pertumbuhan usaha dan pertumbuhan kredit dapat dibukukan.

Secara kualitas usaha PT BPR Jam Gadang sangat patut diapresiasi. Walau berassetkan kurang dari Rp 50 Miliar ditahun 2020 namun kualitas usahanya terbilang sangat bagus.

Predikat sangat bagus ini dapat dilihat sejumlah indikator usaha. Ratio Return on Asset (ROA) sebagai perbandingan laba dengan asset yang dimiliki terbilang cukup bagus dengan capaian 2,41 persen. Begitu juga dengan tata kelola biaya. Sepanjang tahun 2020, PT BPR Jam Gadang berhasil menerapkan prinsip efisien dan efektif dalam tata kelola perusahaan. Indikator terlihat dengan jelas dari realisasi Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasioal (BOPO) dengan capaian 83,08.

Prestasi yang tak kalah menariknya adalah realisasi kredit bermasalah. Ketika sebagian besar lembaga keuangan mengalami ledakan kredit bermasalah seiring melambungnya Non Perfomance Loan (NPL) hingga double digit justru PT BPR Jam Gadang sebaliknya. Di tengah pertumbuhan kredit yang begitu besar realisasi NPL semakin mengecil hingga 0,62 persen atau tidak sampai 1 persen.

Secara kinerja asset, pertumbuhannya terbilang melandai. Dari audit yang dilakukan per 31 Desember 2020 oleh akuntan publik Drs. Afrizal SY, CPA tercatat total asset yang mampu dibukukan PT BPR Jam Gadang sebanyak Rp 42,02 Miliar atau tumbuh melandai dengan angka year on year sebesar 6,87 persen, jika dibandingkan dengan realisasi asset tahun 2019 yang lalu dengan nominal asset sebanyak Rp 39,31 Miliar.

Bertumbuhnya realisasi asset ditahun 2020 lebih didominasi oleh membaiknya realisasi kredit yang mampu disalurkan. Sementara itu Dana Pihak Ketiga juga memberikan pertumbuhan walaupun tak sebesar pertumbuhan kredit.

Jika mayoritas lembaga keuangan, baik bank umum maupun BPR mengalami kesulitan dalam pendistribusian kredit ditahun 2020 maka kondisi berbeda terlihat dengan jelas pada BPR Jam Gadang. Sepanjang tahun 2020 BPR Jam Gadang sukses melakukan ekspansi kredit dan hebatnya lagi Loan At Risk (LAR) dan Non Perfomance Loan nya mampu diperkecil hingga dibawah 1 persen.

“Kami betul betul bersyukur dan berterima kasih sekali kepada nasabah dan team work yang ada. Sepanjang tahun 2020 ekspansi kredit kita masih berjalan dengan baik. Total kredit yang mampu kita salurkan mencapai Rp 30,75 Miliar atau tumbuh secara year on year sebesar 22,14 persen dan mencapai target 108,18 persen dari RBB. Realisasi kredit ini juga bertumbuh dibandingkan realisasi kredit tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 25,18 Miliar. Artinya, ada pertumbuhan kredit dengan nominal Rp 5,57 Miliar ditahun 2020 ini”, ujar Feri yang merupakan alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Bung Hatta ini.

Sukses melakukan ekspansi ditengah kebuntuan pasar kredit ini berbanding linier pula dengan kemampuan PT BPR Jam Gadang dalam menghasilkan pendapatan bunga. Total pendapatan bunga yang mampu dibukukan sepanjang tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 4,16 Miliar atau tumbuh dibandingkan pendapatan bunga tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 3,86 Miliar. Pendapatan bunga ini dihasilkan dari bunga kredit maupun bunga treasuri atas penempatan dana antar bank PT BPR Jam Gadang pada bank lain sebesar Rp 10,72 Miliar.

Baca Juga:  Andre Rosiade: Sekjen Ahmad Muzani Buka Rakorda Gerindra Sumbar

Dana Pihak Ketiga

Jika realisasi kredit sukses berekspansi dengan pertumbuhan 22 persen lebih maka sedikit berbeda dengan Dana Pihak Ketiga. Sepanjang tahun 2020, Dana Pihak Ketiga sedikit tumbuh melandai dibandingkan tahun sebelumnya. Total Dana Pihak Ketiga yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 34,08 Miliar atau tercapai 101,71 persen dari target yang ditetapkan dalam RBB.

Dari dua sumber dana yang dimiliki, keduanya sama sama menghasilkan pertumbuhan. Dana tabungan yang mampu dihimpun selama tahun 2020 tercatat sebanyak Rp 30,65 Miliar atau tumbuh dibandingkan realisasi dana tabungan tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 28,78 Miliar. Sedangkan dana deposito selama tahun 2020 terkumpul sebanyak Rp 3,43 Miliar atau tumbuh dibandingkan dana deposito tahun 2019 yang lalu dengan realisasi Rp 2,94 Miliar.

“Untuk dana, kita memang lebih memaksimalkan dana dari produk tabungan. Langkah ini kita tempuh demi mengefisienkan Cost of Fund. Dari Rp 34,08 Miliar Dana Pihak Ketiga maka Rp 30,65 Miliar bersumber dari tabungan. Artinya, 89,94 persen total dana yang dimiliki bersumber dari dana tabungan. Komposisi ini akan terus kita pertahankan dimasa mendatang”, ujar Feri.

Bertumpunya BPR Jam Gadang untuk pendanaan melalui dana tabungan tampak jelas dari cost of fund yang dipikul. Beban bunga yang musti dipikul selama tahun 2020 relatif kecil dengan nilai Rp 583 Juta.

NPL Kecil, Laba Meningkat
Sukses usaha berbanding lurus keberhasilan majamen PT BPR Jam Gadang mempercantik kualitas usahanya. Seluruh indikator ratio keuangan terlihat jauh lebih apik dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

“Alhamdulilah, walau kita melakukan ekspansi kredit di tahun 2020 dengan pertumbuhan kredit 22,14 persen justru Non Performance Loan kita berhasil kita tekan sedemikian rupa hingga berada diangka 0,62 persen atau tidak sampai 1 persen dari total kredit yang kita salurkan. Artinya, 99,38 persen kredit yang kita gulirkan berada dalam status sehat dan lancar”, ujar feri.

Begitu juga dengan indikator biaya. Keberhasilan BPR Jam Gadang dalam mengendalikan biaya terlihat dengan jelas dari ratio Biaya Operasional berbanding Pendapatan Operasional (BOPO). Tahun 2020 ini realisasi BOPO PT BPR Jam Gadang hanya 83,08 persen. Capaian ini juga sangat bagus untuk kelas BPR dan sangat patut pula diapresiasi.

“Kredit yang bertumbuh, NPL yang mengecil, BOPO yang efisien memberikan imbas positif pada ratio Return On Asset (ROA) dan Laba Bersih Usaha. Laba bersih usaha berhasil ditingkatkan dari Rp 681 Juta ditahun 2019 menjadi Rp 811 juta ditahun 2020 atau tumbuh 19,09 persen secara year on year”, ujar Feri.

Dari data yang dimiliki Padang Ekspres, PT BPR Jam Gadang merupakan BPR yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemko Bukittinggi. BPR yang dikomandoi oleh Feri Irawan ini sepanjang tahun selalu saja berhasil mencatatkan lompatan lompatan kinerja. Keberhasilan manajemen PT BPR Jam Gadang dalam mengelola usaha tak jarang berbuah apresiasi. Majalah Info Bank acap kali mengapresiasi BPR Jam Gadang ini. Mulai dari BPR milik pemda berprestasi maupun anugerah Info Bank Award selama tiga tahun berturun turut. Di awal tahun 2021,BPR Jam Gadang kembali menerima penghargaan Top BUMD yang kedua kalinya dari Info Bank.

“Atas nama manajemen, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, terkhusus untuk nasabah setia dan Pemko Bukittinggi. Semoga di tahun 2021 ini BPR Jam Gadang bisa jauh lebih baik lagi dan untuk itu kita membutuhkan dukungan dari semua pihak,” tukas Feri. (two)

Previous articleIrjen Kemenperin Kunjungi Satker Padang, SMK SMAK Padang Diapresiasi
Next articleAndre Rosiade Bantu Pelajar Penderita Penyakit Jantung di Kuranji