Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Dampak Turunan Bencana, Kunjungan Wisata di Bukittinggi Kian Sepi

R
Penulis: Rian Afdol❯

Rahmad, Pelaku wisata di Ngarai Sianok.
Rahmad, Pelaku wisata di Ngarai Sianok.
PADEK.JAWAPOS.COM—Meski tidak terdampak langsung bencana, sektor pariwisata di Kota Bukittinggi turut merasakan dampak signifikan akibat rangkaian bencana hidrometeorologi dan cuaca ekstrem yang melanda wilayah Sumatera Barat sejak akhir November 2025.


Advertisement

Rahmad, salah seorang pelaku wisata di kawasan Ngarai Sianok, mengungkapkan bahwa tingkat kunjungan wisatawan mengalami penurunan drastis dalam beberapa pekan terakhir. Bahkan, aktivitas wisata nyaris terhenti total, termasuk pada momen libur akhir tahun yang biasanya menjadi puncak kunjungan.

“Dampaknya sangat terasa. Kunjungan menjadi sepi, bahkan bisa dikatakan tidak ada sama sekali. Padahal, dalam kondisi normal, kawasan ini selalu ramai saat akhir pekan,” ujar Rahmad, Senin (5/1).

Rahmad yang bergerak di sektor wisata alam dengan menyediakan jasa pemandu, perlengkapan penelusuran Ngarai Sianok, off road, hingga dokumentasi, mengatakan situasi kali ini merupakan yang terburuk dalam beberapa tahun terakhir.

Advertisement

“Biasanya akhir pekan ramai, bahkan saat pergantian tahun selalu penuh. Namun kali ini, nyaris tidak ada pengunjung,” tambahnya.

Kondisi tersebut semakin diperparah dengan terjadinya longsor di Jorong Guguak Tinggi, Nagari Guguak Tabek Sarajo, Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam, pada Kamis (1/1) lalu. Peristiwa itu menyebabkan aliran Sungai Batang Sianok menjadi keruh, termasuk yang melintasi wilayah Bukittinggi.

Menurut Rahmad, keruhnya aliran sungai berdampak langsung terhadap daya tarik wisata alam Ngarai Sianok, terutama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan aktivitas penelusuran sungai.

Advertisement

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat segera menghadirkan solusi agar sektor pariwisata kembali bergerak dan para pelaku wisata bisa bangkit pasca rangkaian bencana.

“Harapannya ada langkah konkret agar ekosistem wisata bisa pulih dan aktivitas kembali normal,” pungkasnya. (rna)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Minang Geopark Run Libatkan 300 Tenaga Lokal, 3.800 Pelari Ramaikan Bukittinggi-Agam

Minang Geopark Run Libatkan 300 Tenaga Lokal, 3.800 Pelari Ramaikan Bukittinggi-Agam

Minang Geopark Run 2026 menghadirkan 3.800 pelari sekaligus membuka peluang ekonomi dan memperkuat keterlibatan tenaga kerja lokal Bukitting

Mulai 26 Oktober, Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda Bukittinggi Jadi Dua Arah

Mulai 26 Oktober, Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda Bukittinggi Jadi Dua Arah

Dishub Bukittinggi memberlakukan jalur dua arah di Jalan Perintis Kemerdekaan hingga Jalan Pemuda mulai 26 Oktober 2026.

Prakiraan Cuaca Sumbar 23 Oktober 2026: Bukittinggi Berpotensi Hujan Petir

Prakiraan Cuaca Sumbar 23 Oktober 2026: Bukittinggi Berpotensi Hujan Petir

Prakiraan cuaca Sumbar Jumat, 23 Oktober 2026, menunjukkan hujan ringan di lima kota. Bukittinggi berpotensi hujan petir.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer