PADEK.JAWAPOS.COM-Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, meninjau Pasar Ateh Bukittinggi, Senin (5/1). Peninjauan tersebut didampingi Sekretaris Daerah serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Usai kunjungan, Wali Kota menegaskan komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Bukittinggi untuk melakukan pembenahan dan penertiban Pasar Ateh.
Ramlan menjelaskan, Pemko akan melakukan sejumlah pendekatan untuk membenahi Pasar Ateh.
Di antaranya melalui pengaturan ulang penyewa ruko serta pembukaan ruang (space) baru pada sejumlah area kosong, mulai dari teras lantai satu hingga rooftop.
Wali Kota menyampaikan, setelah melakukan peninjauan, ditemukan banyak toko yang tutup. Berdasarkan informasi yang dihimpun, toko-toko tersebut telah lama tidak dibuka. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi.
“Kami sudah memberikan perintah kepada Dinas Pasar. Untuk toko yang tidak digunakan oleh pedagang akan kita segel. Selanjutnya akan kita tawarkan kepada yang berminat, termasuk pedagang kaki lima yang ada di sini. Sewanya akan kita gratiskan selama empat bulan. Ini merupakan salah satu upaya dalam program PKL naik kelas,” ujar Ramlan.
Terkait toko yang tidak dimanfaatkan, Wali Kota mengungkapkan telah banyak menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
Tidak dimanfaatkannya toko tersebut berpotensi menimbulkan kerugian negara. Karena itu, Pemko gencar melakukan sosialisasi kepada pedagang agar memanfaatkan toko yang dimiliki. Jika tidak, hak penggunaan akan dicabut dan dialihkan kepada pedagang lain yang berminat.
“Banyak kejadian kunci ditahan, toko tidak dibuka, sewa tidak dibayar. Ini berpotensi merugikan negara. Sebagai pemerintah, hal ini tidak boleh dibiarkan,” katanya.
Selain ruko di dalam Pasar Ateh, ruang kosong lainnya juga berpeluang untuk disewakan dan terbuka untuk umum, termasuk area teras lantai satu dan rooftop Pasar Ateh. (rna)
Editor : Novitri Selvia