Hanung Garap Film Sang Guru Pamong, Kisah Pegawai Negeri Teladan

1151

Belum genap dua minggu setelah diluncurkan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, buku “Sang Guru Pamong” berhasil membuat sutradara papan atas Indonesia Hanung Bramantyo tertarik mengemasnya dalam sebuah film layar lebar.

Hal itu terbukti dengan ditandatanganinya kerja sama antara Yayasan Manggala Abdi Praja yang dipimpin Jose Rizal dengan Dapur Film Production yang dikomandoi Hanung Bramantyo di Kantor Meccanism, Jagakarsa (21/4/2021).

Pria yang sudah beberapa kali meraih penghargaan Sutradara Terbaik FFI ini mengatakan bahwa buku Sang Guru Pamong yang ditulis oleh Indrarto dan Jose Rizal berhasil menyita perhatiannya.

“Saya membayangkan, ketika orang menonton film ini akan dapat menemukan role model seorang pegawai negeri di Indonesia semestinya. Selama ini kita tahu bagaimana seorang tentara yang ideal seperti Jenderal Soedirman, polisi yang ideal seperti Jenderal Hoegeng, tetapi pegawai negeri yang ideal belum begitu menonjol. Padahal sejak kecil, saya kerap mendengar anak-anak yang orangtuanya berprofesi pegawai negeri. Artinya pegawai negeri ini sangat dekat dan melekat dalam kehidupan keseharian masyarakat. Tetapi pegawai negeri belum ada pahlawannya,” jelas Hanung.

Jadi, lanjutnya, “Sang Guru Pamong” ini nantinya merupakan film tentang seorang tokoh pegawai negeri yang menjadi teladan. Kebetulan wadah pengabdian beliau berada di sekolah pamong.

“Ia disiplin, tanggungjawab, mencintai tugasnya, mengayomi anak didiknya, memberikan contoh lebih dulu, berintegritas, dan sebagainya. Jadi karakter Pak Indrarto ini sudah jadi milik pegawai negeri Indonesia bukan hanya milik murid-murid di IPDN. Orang yang mau jadi PNS, ya mestinya nonton film ini. Dalam buku Sang Guru Pamong ini saya menangkap kesan bahwa Pak Indrarto itu adalah PNS yang profesional, tidak aji mumpung, punya integritas,” ungkap sutradara film Bumi Manusia, Habibie & Ainun 3, Benyamin Biang Kerok2, dan puluhan film lainnya.

Ketua Yayasan Manggala Abdi Praja yang juga penulis buku “Sang Guru Pamong” mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kerja sama pembuatan film dimaksud.

“Terus terang saja, ini harapan kami semua, para pegawai negeri yang tersebar di seluruh Indonesia. Kiranya ada sineas yang bersedia mengangkat sosok PNS dalam layar lebar yang nilai-nilai integritasnya dapat mencerahkan penonton dalam melihat dunia pemerintahan. Dan saya bersyukur, buku “Sang Guru Pamong” berhasil sebagai pembuka jalannya,” ungkap Jose Rizal.

Amran Jamaluddin, mantan ketua senat STPDN Angkatan 05 yang saat ini bertugas di Ombudsman RI mengapresiasi kerja sama yang telah dilangsungkan. “Ini baru langkah awal, kita perlu merapatkan barisan, konsolidasi kekuatan agar proses pembuatan film ini berjalan lancar dan menjadi inspirasi bagi seluruh pegawai negeri dan masyarakat Indonesia,” tandasnya.

Selain nama-nama di atas, turut hadir dalam penandatanganan naskah kerja sama tersebut Hera  Nugrahayu, Andi Azikin, Andrew Lessil, Syahrul Bayan, Satrio, dan H. Eka Dewanta Insan Kamil.

Buku “Sang Guru Pamong” setebal 504 halaman terbitan Republika dalam minggu ini telah terdistribusi di Gramedia seluruh Indonesia dengan harga dipatok 150 ribu rupiah untuk dalam pulau Jawa.(rel)

Previous articleWulan Kartini-nya SPH: Satu-satunya Wanita di Teknisi Elektromedis
Next articleWisata dan Budaya Program Berkualitas, Perlu Sinergi Promosi di Media