Cabuli Siswi, Oknum Guru SMP Dibekuk

Pelaku saat digiring ke Mapolres Sijunjung. Kepada penyidik pelaku menyesali perbuatannya itu. (IST)

Tim Opsnal Reskrim Polres Sijunjung membekuk seorang oknum guru SMP swasta di Padangsibusuk, Kecamatan Kupitan, Kabupaten Sijunjung, Sabtu (26/12). Ia dilaporkan karena diduga melakukan perbuatan asusila terhadap siswinya. Namun pelaku mengelak untuk bertanggung jawab.

Pelaku diketahui masih bestatus bujangan berinisial HT, 25, guru olahraga. Ia ditangkap di kediamannya di Jorong Kopanjang, Nagari Kotobaru, Kecamatan IV Nagari, tanpa perlawanan.

Setelah menjalani proses interogasi petugas, pelaku nyaris tidak dapat menyembunyikan semua kelakuan bejatnya itu dan mengaku menyesal. Perbuatan asusila tersebut sudah dilakukannya sejak 2018 lalu dan dibongkar oleh orang tua korban. Tempat kejadian perkara juga beragam termasuk di rumah kosong.

“Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, pelaku kini ditahan di sel tahanan Polres Sijunjung. Dan ditetapkan sebagai tersangka. Korban sendiri tercatat sebagai siswi pelaku sendiri di sekolah tempat pelaku mengajar,” kata Kapolres Sijunjung, AKBP Andry Kurniawan.

Terkuaknya dugaan tindak kejahatan asusila itu, lanjut Kapolres, berawal ketika orang tua korban sebelumnya secara tidak sengaja sempat membaca WhatsApp (WA) milik korban. Di dalamnya terdapat percakapan antara korban dan pelaku terkait hubungan mereka selama ini.

Orang tua korban langsung mencoba menginterogasi anak gadisnya masih belia tersebut. Ternyata, benar, korban menceritakan semua peristiwa yang telah sejak lama dirahasiakan itu.

“Dari pengakuan korban pada orang tuanya, aksi bejat pelaku sudah berlangsung berulang-ulang sejak tahun 2018. Sampai akhirnya pelaku membujuk korban untuk menikah,” tutur AKBP Andry Kurniawan.

Baca Juga:  Rampok Toke, Tiga Bandit Ditembak

Merasa dirugikan dan tak bisa dimaafkan. Pihak keluarga korban memutuskan untuk melaporkan aksi bejat pelaku ke Unit Reskrim Poksek IV Nagari. Sesuai Laporan Polisi No : LP/ 156 / XII /2020/SPKT- Res Sjj, tanggal 24 Desember 2020 tentang Persetubuhan Terhadap Anak di bawah Umur.

Pasca-masuknya laporan, Unit Reskrim Polsek VI Nagari bekerja sama dengan Tim Reskrim Polres Sijunjung langsung melakukan penyelidikan. Sesuai rencana, operasi penangkapan dilakukan di bawah komando Kasat Reskrim, AKP Abdul Kadir Jailani.

Ditambahkan AKP Abdul Kadir Jailani, proses penangkapan dilakukan berdasar surat perintah tugas: Sp.Gas/64.a/XII/2020/Reskrim tanggal 26 Desember 2020. “Kini pelaku ditahan dalam sel tahanan Polres Sijunjung. Sekaligus diproses, hingga pelaku akhirnya mengakui atas semua kesalahannya,” kata Abdul Kadir.

Dari pengakuan pelaku kepada penyidik, sebut Abdul Kadir, ternyata perbuatan persetubuhan telah berlangsung sejak tahun 2018 lalu. “Atas perbuatan itu, pelaku dapat dijerat pasal berlapis dan Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tegas Kasat Reskrim ini.

Terkait kasus ini, Kepala Dinas Pendidikan Sijunjung, Ramler, saat dimintai komentarnya menyesali perbuatan pelaku. “Ini sangat memalukan, dan saya sangat menyesalkan,” kata Ramler.

Diungkapkannya, selain menjalani proses hukum, sanksi berat secara profesi pun harus ditanggung pelaku. Jika pelaku oknum PNS, bisa terancam diberhentikan. Jika karyawan SK Yayasan, pun berpotensi dipecat secara tidak hormat. “Atas nama jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sijunjung, kami turut menghormati proses hukum,” tegas Ramler. (atn)

Previous articleHarga Cabai Tembus Rp 70 Ribu per Kg
Next articlePengunjung Objek Wisata masih Abai Prokes