Dapat Bantuan dari KKP, Kawasan Hutan Mangrove di Desa Apar Direhab

Wajah baru kawasan hutan mangrove Desa Apar Kota Pariaman. (Diskominfo Pariaman)

Kota Pariaman sejak tahun 2013 sangat gencar mempercantik dan membenahi kawasan destinasi wisatanya. Pariwisata menjadi visi dari kota yang terkenal dengan budaya Tabuik ini.

Wali Kota Pariaman, Genius Umar mengungkapkan dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dampak Corona Virus Disease (Covid-19) dari segi infrastruktur pariwisata, dimana Kota Pariaman mendapatkan bantuan dari Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (DPJRL), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI, dengan programnya Rehabilitasi Kawasan Mangrove.

“Rehabilitasi Kawasan Mangrove ini tertuang pada Kegiatan Sosialisasi Tahap Akhir Pengerjaan Tracking Mangrove yang ada di Kota Pariaman yang kita lakukan hari ini di Aula UPTD Kawasan Konservasi Perairan Daerah Kota Pariaman, dan dilanjutkan dengan meninjau langsung Rehabilitasi Kawasan Hutan Mangrove yang berada di Desa Apar ini,” ucapnya, Minggu (27/12/2020)

Genius mengatakan bahwa sebelumnya Hutan Mangrove Desa Apar telah mendapatkan bantuan dari PT Pertamina dengan tracking yang berada di kawasan Hutan Mangrove ini, tetapi masih belum ada tambahan bangunan lain.

“Dengan bantuan dari KKP RI berupa program Rehabilitasi Kawasan Mangrove, di tempat ini telah dibangun dan dibuat semakin menarik, dengan tempat selfie yang lebih banyak dan dilengkapi dengan gazebo serta menara pandang, akan membuat kawasan Hutan Mangrove Desa Apar ini menjadi lebih keren lagi,” pungkasnya.

Baca Juga:  Wako dan Ketua PKK Pariaman Terima ABG Award

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-pulau Kecil, Muhammad Yusuf, berharap bantuan yang diberikan oleh KKP RI ini, bisa meningkatkan perekonomian masyarakat yang berada di kawasan Hutan Mangrove Desa Apar khususnya dan Kota Pariaman pada umumnya.

“Kita harapkan nanti adanya kolaborasi antar dinas terkait, BUMDes dan masyarakat sekitar hutan mangrove, untuk menjaga dan melestarikan hutan mangrove serta timbul kesadaran akan pentingnya hutan mangrove di daerah pesisir, dan kita juga menginginkan kawasan ini menjadi destinasi wisata baru yang akan berdampak pada perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Muhammad Yusuf juga memberikan apresiasi kepada Kota Pariaman, yang telah berhasil menjadikan Hutan Mangrove sebagai ecotourism di daerahnya, dan ia berharap agar hal ini dapat diikuti oleh daerah lainya yang mempunyai Hutan Mangrove di daerahnya.

“Saya mendengar bahwa Hutan Mangrove di Desa Apar Kota Pariaman ini setiap tahun selalu dikunjungi bukan hanya wisatawan saja, tetapi juga dikunjungi pelajar dan mahasiswa yang sedang belajar dan sekaligus berwisata, dimana mereka datang dari luar Sumatera Barat, dan dari seluruh kawasan indonesia bahkan mancanegara, untuk itu saya memberikan apresiasi yang besar kepada Wali Kota Pariaman, Genius Umar dan jajaran, serta seluruh penggiat lingkungan yang telah membesarkan Hutan Mangrove Desa Apar ini,” tukasnya. (*)

Previous articleAdopsi Kearifan Lokal dalam Berbagai Peraturan Pemerintah
Next articleTransportasi Umum Antar Pulau di Mentawai bakal Dikelola Badan Usaha