Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sekolah di Dharmasraya Kembali Tatap Muka, Murid Wajib Pakai Masker

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯

Advertisement

Di saat kepungan kabut asap masih meraja, murid PAUD hingga SLTP di Kabupaten Dharmasraya kembali mengikuti pembelajaran tatap muka dengan kewajiban memakai masker, Rabu (14/10/2026).
Di saat kepungan kabut asap masih meraja, murid PAUD hingga SLTP di Kabupaten Dharmasraya kembali mengikuti pembelajaran tatap muka dengan kewajiban memakai masker, Rabu (14/10/2026).

PADEK.JAWAPOS.COM — Ribuan murid mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga sekolah lanjutan tingkat pertama (SLTP) di Kabupaten Dharmasraya kembali mengikuti pembelajaran tatap muka pada Selasa (13/10/2026), setelah hampir sepekan menjalani pembelajaran jarak jauh (PJJ) akibat kabut asap.

Advertisement

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Dharmasraya, Bobby Perdana Riza, mengatakan sekolah kembali menggelar pembelajaran di kelas dengan sejumlah pembatasan untuk mengantisipasi dampak kabut asap terhadap kesehatan murid.

“Pembelajaran sudah kembali dilaksanakan secara tatap muka. Namun anak-anak tetap memakai masker dan tidak ada kegiatan di luar ruangan. Kebijakan tersebut diberlakukan sebagai langkah antisipasi karena kondisi kualitas udara masih harus terus dipantau,” ucapnya.

Sebelumnya, murid dari jenjang PAUD hingga SLTP di Dharmasraya mengikuti PJJ sejak Selasa (6/10/2026). Meski pembelajaran tatap muka kembali berjalan, sekolah belum diperbolehkan menggelar kegiatan luar ruangan selama kondisi udara masih menjadi perhatian.

Advertisement

Sekolah Batasi Kegiatan di Luar Ruangan

Bobby menjelaskan, aktivitas yang mengharuskan peserta didik berada di luar kelas untuk sementara ditiadakan. Sekolah juga diminta membatasi kegiatan selama jam istirahat agar murid tidak terlalu lama terpapar udara luar.

“Tidak ada kegiatan outdoor. Saat jam istirahat juga tidak ada kegiatan di luar. Dengan begitu waktu di sekolah dapat dipersingkat dan anak-anak bisa lebih cepat pulang ke rumah,” ujarnya.

Pengaturan tersebut bertujuan mempersingkat waktu murid berada di lingkungan sekolah. Setelah kegiatan belajar selesai, siswa diharapkan langsung pulang dan tidak berlama-lama beraktivitas di luar ruangan.

Menurut Bobby, langkah itu menjadi bagian dari upaya mengurangi risiko paparan udara yang masih terdampak kabut asap. Kondisi kualitas udara di Dharmasraya dalam beberapa waktu terakhir mengalami perubahan dan bergantung pada ketebalan asap.

Pembelajaran Tatap Muka Bisa Kembali Berubah

Dinas Pendidikan Dharmasraya masih memantau kondisi kualitas udara sebagai pertimbangan pelaksanaan kegiatan belajar di sekolah. Karena itu, pembelajaran tatap muka yang kembali berjalan belum berarti seluruh aktivitas sekolah sudah berlangsung normal seperti sebelum kabut asap melanda.

Bobby mengatakan kebijakan tersebut dapat berubah sewaktu-waktu apabila kondisi udara kembali memburuk. Sekolah dapat mengambil langkah untuk memulangkan peserta didik lebih awal jika kabut asap menebal dan kualitas udara dinilai tidak memungkinkan bagi murid untuk tetap berada di sekolah.

“Apabila kabut asap kembali menebal dan kondisi udara dinilai tidak memungkinkan bagi siswa berada di sekolah, pihak sekolah dapat mengambil langkah memulangkan peserta didik lebih awal,” terangnya.

Dengan kebijakan tersebut, sekolah tetap menjalankan pembelajaran tatap muka sambil memperhatikan kondisi udara. Murid diwajibkan memakai masker, tidak mengikuti kegiatan luar ruangan, serta pulang lebih cepat sesuai pengaturan sekolah jika situasi mengharuskan.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kabut Asap Padang, Murid Diminta Pulang Pukul 12.00 WIB, Ekskul dan Pramuka Ditunda

Kabut Asap Padang, Murid Diminta Pulang Pukul 12.00 WIB, Ekskul dan Pramuka Ditunda

Pemko Padang memberlakukan PJJ akibat kabut asap hingga 17 Oktober 2026. Murid diminta pulang pukul 12.00 WIB dan ekskul ditunda.

Kabut Asap Solok Selatan Ganggu UMKM, Pedagang Terpaksa Pindah Lokasi

Kabut Asap Solok Selatan Ganggu UMKM, Pedagang Terpaksa Pindah Lokasi

Kabut asap di Solok Selatan mengganggu usaha Nasi Bakar Pak De milik Rahma Syafitri. Kualitas udara sempat mencapai 175 US AQI.

WALHI Sumbar Sebut Kabut Asap sebagai Kejahatan Negara-Korporasi, Desak Layanan ISPA Gratis

WALHI Sumbar Sebut Kabut Asap sebagai Kejahatan Negara-Korporasi, Desak Layanan ISPA Gratis

WALHI Sumbar menyoroti 55.058 kasus ISPA dan kualitas udara Padang, serta mendesak layanan kesehatan gratis dan penegakan hukum karhutla.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer