Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hujan Sejak Subuh, Pasar Baru Pulau Punjung Becek dan Sepi Pengunjung

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯

Hujan sejak subuh membuat aktivitas Pasar Baru Pulau Punjung, Dharmasraya, sepi hingga siang. Pedagang dan pengunjung keluhkan pasar becek dan kumuh. (foto: Zulfia Anita/Padeks)
Hujan sejak subuh membuat aktivitas Pasar Baru Pulau Punjung, Dharmasraya, sepi hingga siang. Pedagang dan pengunjung keluhkan pasar becek dan kumuh. (foto: Zulfia Anita/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM—Hujan yang turun sejak subuh pada Minggu (1/2/2026) mengganggu aktivitas jual beli di Pasar Baru Nagari Ampek Koto, Kecamatan Pulau Punjung, Kabupaten Dharmasraya. Hingga pukul 10.30 WIB, kondisi pasar terpantau sepi pengunjung.


Advertisement

Pantauan di lokasi menunjukkan transaksi belum ramai. Kondisi pasar yang kumuh serta genangan air di sejumlah titik membuat pengunjung harus memilih jalur yang relatif lebih kering untuk berbelanja.

Salah seorang pedagang, Erni (42), mengatakan hujan pada pagi hari hampir selalu berdampak pada sepinya aktivitas pasar.

Advertisement

Menurutnya, kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap pendapatan pedagang.

“Kalau pagi sudah hujan, biasanya pasar pasti sepi. Apalagi kalau hujan sampai siang, transaksi jelas menurun karena pasar ini hanya sampai siang,” ujar Erni.

Ia menjelaskan, Pasar Baru Pulau Punjung digelar dua kali dalam sepekan, yakni setiap Jumat dan Minggu.

Advertisement

Aktivitas pasar pada hari Minggu umumnya lebih ramai dibandingkan Jumat, jika cuaca mendukung.

“Kalau tidak hujan, Minggu biasanya jauh lebih ramai. Tapi kalau hujan pagi, pengunjung berkurang,” katanya.

Erni menambahkan, pedagang yang berjualan di Pasar Baru Pulau Punjung tidak hanya berasal dari Kabupaten Dharmasraya.

Sebagian pedagang datang dari daerah lain seperti Alahan Panjang dan Batusangkar.

“Tidak ada perbedaan pedagang dari mana pun. Kami sama-sama mencari nafkah,” ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung, Yeni (32), warga Kecamatan Gunung Medan, mengeluhkan kondisi pasar yang becek saat hujan turun.

“Kalau hujan kondisinya becek dan tidak nyaman, tapi tetap harus belanja,” kata Yeni.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memperhatikan kondisi pasar tradisional agar lebih tertata dan nyaman bagi pedagang maupun pengunjung.

“Kalau bisa ada pembenahan atau pemeliharaan pasar supaya transaksi lebih nyaman,” ujarnya.(ita)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Harga Cabai Merah di Dharmasraya Pedasnya Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Harga Cabai Merah di Dharmasraya Pedasnya Tembus Rp100 Ribu per Kilogram

Harga cabai merah keriting di Pasar Baru Pulau Punjung, Dharmasraya, mencapai Rp100 ribu per kilogram dan membebani belanja rumah tangga.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer