Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

2 Tewas di Areal Perkebunan Dharmasraya, Polisi Selidiki Kecelakaan Kerja PT BPSJ

Zulfia Anita
Penulis: Zulfia Anita❯

Dua korban meninggal dalam kecelakaan kerja Dharmasraya di areal PT BPSJ. Polisi lakukan penyelidikan dan panggil pihak perusahaan.
Dua korban meninggal dalam kecelakaan kerja Dharmasraya di areal PT BPSJ. Polisi lakukan penyelidikan dan panggil pihak perusahaan.
PADEK.JAWAPOS.COM—Dua insiden berbeda dalam rentang empat hari menelan korban jiwa di areal perkebunan PT Bina Pratama Sakato Jaya (PT BPSJ). Peristiwa ini memicu perhatian publik terhadap aspek keselamatan kerja di wilayah tersebut.


Advertisement

Kasus pertama dalam rangkaian kecelakaan kerja Dharmasraya terjadi pada Minggu (22/2/2026). Korban bernama Martin Suhendra, laki-laki asal Jawa Barat yang bekerja sebagai mekanik, meninggal dunia setelah mengalami insiden saat memperbaiki alat berat dan mengembuskan napas terakhir di rumah sakit.

Insiden kedua terjadi pada Rabu (25/2). Korban bernama Riska (36), warga Kampung Surau, Nagari Gunung Selasih, Kecamatan Pulau Punjung, meninggal dunia setelah terhimpit batang kelapa sawit di lokasi perkebunan dan dinyatakan wafat di rumah sakit.

Peristiwa yang menimpa Riska bermula ketika alat berat melakukan penumbangan pohon sawit dalam kegiatan replanting.

Advertisement

Operator alat berat disebut tidak mengetahui keberadaan korban yang sedang mencari brondol di sekitar area tersebut.

“Operator alat berat tidak tahu kalau ada korban yang sedang mencari brondol, yang akhirnya ketimpa pohon sawit,” ujar sumber perusahaan.

Manajemen menyatakan kegiatan replanting dilaksanakan oleh pihak ketiga, yakni PT BKR.

Advertisement

Perwakilan perusahaan, Basmar Hakim, menegaskan bahwa kejadian tersebut menjadi tanggung jawab pihak pelaksana kegiatan.

Ia juga menyebutkan bahwa perusahaan melarang aktivitas pencarian brondol di areal perkebunan, baik oleh pekerja internal maupun masyarakat luar.

Pengawasan dilakukan oleh petugas keamanan, namun keterbatasan jangkauan pengawasan di areal luas menjadi kendala tersendiri.

Menurut Basmar, kedua korban tidak memiliki hubungan kerja langsung dengan PT Bina Pratama Sakato Jaya.

Ia menambahkan bahwa kedua belah pihak telah mencapai kesepakatan damai secara kekeluargaan tanpa menempuh jalur hukum.

Kasus kecelakaan kerja Dharmasraya ini turut dikonfirmasi aparat kepolisian.

Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana melalui Kasat Reskrim AKP Evi Hendri Susanto membenarkan adanya dua peristiwa tersebut.

“Untuk peristiwa hari Minggu yang korbannya meninggal dunia, kita sudah panggil pihak perusahaan untuk dimintai keterangan. Sementara untuk peristiwa Rabu (25/2), anggota sedang ke lapangan untuk penyelidikan,” ujarnya.

Penyelidikan dilakukan untuk memastikan kronologi dan kepatuhan terhadap standar operasional keselamatan kerja.

Aparat masih mengumpulkan keterangan dari pihak terkait guna melengkapi proses penyelidikan atas kecelakaan kerja Dharmasraya tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, kepolisian masih mendalami kedua kasus tersebut. Informasi resmi bersumber dari keterangan manajemen PT Bina Pratama Sakato Jaya serta konfirmasi Kasat Reskrim Polres Dharmasraya.(*)

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kasus Dugaan Peredaran Ganja di Dharmasraya, Polisi Sita Puluhan Paket dan Sepeda Motor

Kasus Dugaan Peredaran Ganja di Dharmasraya, Polisi Sita Puluhan Paket dan Sepeda Motor

Polres Dharmasraya mengamankan pria berinisial KS alias O dan menyita 22 paket yang diduga berisi ganja. Polisi mendalami dugaan peredaran.

Oknum Pegawai RSUD Sungai Dareh Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Pasien, Kasus Ditangani Polisi

Oknum Pegawai RSUD Sungai Dareh Dilaporkan atas Dugaan Pelecehan Pasien, Kasus Ditangani Polisi

Pemkab Dharmasraya memproses pemberhentian oknum PPPK RSUD Sungai Dareh terkait dugaan pelecehan pasien. Polisi menangani kasus tersebut.

Polres Dharmasraya Gerebek Pondok Sawit, Ratusan Alat Diduga untuk Pesta Sabu Ditemukan

Polres Dharmasraya Gerebek Pondok Sawit, Ratusan Alat Diduga untuk Pesta Sabu Ditemukan

Polres Dharmasraya menggerebek pondok sawit di Ampang Kuranji dan menemukan ratusan peralatan yang diduga berkaitan dengan penggunaan sabu.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer