Dharmasraya Siaga Satu Karhutla Mulai 10 September, Sekolah Diliburkan


PADEK.JAWAPOS.COM—Pemerintah Kabupaten Dharmasraya mengambil langkah tegas menyikapi kembali memburuknya kualitas udara akibat kabut asap yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Pemkab Dharmasraya menetapkan status Siaga Satu Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama tujuh hari mulai Kamis (10/9). Selain itu, ribuan peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMP sederajat mengikuti pembelajaran dari rumah pada Kamis dan Jumat (10–11/9).
Kebijakan serupa juga diberlakukan bagi pegawai Pemerintah Kabupaten Dharmasraya yang sedang hamil. Mereka diperbolehkan bekerja dari rumah sebagai langkah perlindungan terhadap dampak paparan kabut asap.
Baca Juga: Pemko Padang Perkuat Literasi Keuangan Syariah, ASN Diminta Bangun Kesadaran
Keputusan tersebut diambil setelah Pemkab Dharmasraya bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar rapat koordinasi pencegahan dan penanganan Karhutla di Auditorium Dharmasraya, Rabu (9/9).
Rapat yang dipimpin Bupati Dharmasraya Annisa Suci Ramadhani itu dihadiri Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, Kajari Dharmasraya Indra Gunawan, Ketua Pengadilan Negeri Bangun Sagita Rambut, unsur TNI, Sekda Dharmasraya Medison, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), serta unsur terkait lainnya.
Dalam rapat tersebut juga disepakati langkah bersama untuk memperkuat penanganan Karhutla. Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan maklumat oleh Bupati Dharmasraya bersama unsur Forkopimda.
Annisa mengatakan rapat digelar untuk membahas perkembangan kebakaran hutan dan lahan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir serta kondisi kabut asap yang kembali memburuk sehingga menyebabkan kualitas udara tidak sehat.
Menurutnya, kondisi kabut asap dipengaruhi sejumlah faktor. Selain fenomena El Niño dan cuaca kering, posisi geografis Dharmasraya yang berbatasan dengan sejumlah wilayah yang mengalami banyak titik panas turut menyebabkan daerah tersebut terpapar kabut asap.
“Tidak bisa dipungkiri di Dharmasraya juga ada titik hotspot, namun tidak begitu banyak,” ujar Annisa.
Ia menyebut kualitas udara di Dharmasraya sebelumnya sempat membaik. Namun, kondisi tersebut kembali menurun sehingga pemerintah harus mengambil langkah untuk melindungi masyarakat sekaligus mencegah kebakaran meluas.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




