PANTI Asuhan Fastabiqul Khairat berlokasi di Jorong Palo Padang, Nagari Kotobaru, Kecamatan Kotobaru, Kabupaten Dharmasraya. Di panti asuhan yang berdiri sejak tahun 2007 itu, terdapat 24 anak yang berasal dari berbagai latar belakang dan daerah.
“Alhamdulillah, di sini ada 24 orang anak yang kami asuh dan jaga. 24 anak itu terdiri dari 8 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Mayoritas anak-anak itu berasal dari Dharmasraya, namun ada juga dari daerah lain seperti Mentawai, Solok, Pasaman, Jambi, dan lainnya,” jelas Pimpinan Panti Asuhan Fastabiqul Khairat, Zaimir Syah kepada Padang Ekspres.
Ia mengatakan, anak-anak yang tinggal di panti asuhan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda seperti ada orangtua mereka yang sudah meninggal dan ada orang tuanya yang berasal dari keluarga tidak mampu.
“Tujuan dari didirikannya panti ini kan untuk membantu anak-anak agar dapat menikmati hidup yang layak terutama dalam pendidikan, sehingga tidak ada yang putus sekolah,” katanya.
Ditambahkan, saat ini di Panti Asuhan Fastabiqul Khairat terdapat 8 orang anak yang duduk di bangku Sekolah Dasar (SD), 11 orang di tingkat SMP, dan 5 orang di bangku SMA.
Dalam membiayai pendidikan anak-anak, Zaimir mengungkapkan, terkadang pihaknya mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anak-anak dalam hal biaya sekolah dan perlengkapan sekolah.
Diakui memang ada sejumlah donatur yang berbaik hati menyumbangkan harta mereka untuk kebutuhan sekolah anak-anak. Namun hal tersebut terjadi sesekali waktu.
Untuk menanggulagi biaya pendidikan anak, para pengurus panti tak jarang mekakukan sistem patungan agar kebutuhan anak bisa tercukupi.
“Ya, kadang-kadang kami pengurus patungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari anak-anak seperti makan dan sekolah. Ini kami jalankan dengan ikhlas yang tujuannya agar anak-anak kami bisa mendapatkan hidup yang layak dan lebih baik di masa depan,” ungkapnya.
Untuk mensiasati keuangan panti, pengurus sedapat mungkin menyimpan atau menyisihkan sebagian kecil uang dari donatur sebagai dana cadangan yang nantinya dipergunakan jika ada keperluan yang mendesak.
“Pokoknya anak kami harus bersekolah semuanya, tidak boleh putus sekolah. Tentunya kami sangat terbuka apabila ada masyarakat yang berbaik hati menjadi donatur baru di panti kami agar anak-anak tidak terkendala pendidikannya,” ujar Zaimir.
Lebih lanjut disampaikan, di bulan suci Ramadhan, anak-anak selain bersekolah, mereka juga melakukan beberapa kegiatan yang rutin dilaksanakan oleh pihak panti ketika memasuki bulan Ramadhan.
Kegiatan tersebut di antaranya bertadarus Al Quran, menghafal ayat Al Quran, Shalat Tarawih berjamaah, dan kegiatan keagamaan lainnya.
Ke depan Zaimiar berharap agar anak-anak Panti Asuhan Fastabiqul Khairat menjadi anak-anak yang sukses, berprestasi, dan memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari yang mereka jalani saat ini. (***) Editor : Novitri Selvia