PADEK.JAWAOS.COM-Pemerintah Daerah Kabupaten Dharmasraya terkesan melecehkan organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Pasalnya, setiap ada kegiatan resmi di Pemkab Dharmasraya, PWI selalu di undang untuk menghadiri. Namun undangan tersebut hanya sebatas undangan.
Seperti halnya yang terjadi pada upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 97, di halaman kantor bupati setempat Selasa (28/10). Walau di undang secara resmi, namun PWI tidak disediakan kursi tamu serupa dengan undangan lainnya.
Ini diungkapkan Plt Ketua PWI Kabupaten Dharmasraya, Ahda Yahya. Kejadian ini sudah berulang kali terjadi, di HUT RI, pada HUT Dharmasraya dan acara resmi lainnya.
Pertama terjadi mungkin bisa karena khilaf. Kalaulah terjadi beruang kali, berarti faktor kesengajaan atau sama dengan pelecehan.
“Kami sangat kecewa atas perlakuan Pemerintah Dharmasraya kepada PWI,” tegas Plt Ketua PWI Dharmasraya, Yahya, Selasa (28/10).
Undangan untuk menghadiri peringatan Sumpah Pemuda ini disampaikan melalui WhatsApp dalam bentuk Pdf oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Reno Lazuradi.
“Untuk menghargai undang tersebut, pagi- pagi saya berangkat. Setibanya di lokasi acara, saya cek kursi tamu untuk PWI, rupanya tidak ada,” terang Yahya.
Yahya menambahkan, karena tidak ada kursi tamu untuk PWI, ia menghubungi Reno dan Beny selaku pihak penanggungjawab atau panita kegiatan.
Kemudian panitia kegiatan, Reno dan Benny menghubungi anggota protokoler dan meminta untuk membantu menyiapkan kursi tamu bertuliskan PWI. Kemudian pihak protokoler mengambil kertas berlogo Pemda lalu menulis PWI dengan tulisan tangan (pena).
“Ini pertanda bahwa Pemkab Dharmasraya memang tidak menyiapkan kursi undangan untuk PWI seperti undangan lainnya. Karena tidak ada kursi tamu untuk PWI, selaku Plt Ketua PWI saya putar balik meninggalkan lokasi upacara. Kursi tamu untuk PWI itu diadakan setelah saya protes. Jelas saya sangat malu atas perlakukan ini. Perbuatan Pemda Dharmasraya ini sama saja melecehkan PWI,” pungkasnya.
Terpisah Kabid Pariwisata, Benny Mandala Putra mengatakan, tanggungjawab pihaknya melakukan persiapan upacara, menyampaikan undangan.
Di hari pelaksanaan upacara present card tempat duduk PWI tidak ditemukan oleh pihak protokoler, entah di mana diletakan.
“Tadi saya sudah bersama Plt Ketua PWI, Yahya. Cuman present card ini tidak ditemukan oleh adek- adek protokoler. Setelah Yahya sudah meninggalkan lokasi upacara, barulah present card PWI ditemukan,” terangnya.
Kemudian, Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Pemkab Dharmasraya, Roby Suhendra mengaku bahwa present card untuk PWI itu ada, begitu juga dengan kursi tamu. “Ini hanya miskomunikasi saja. Dan kami minta maaf atas kejadian ini,” pungkasnya.(ita)
Editor : Novitri Selvia