Kenaikan tersebut terlihat dari perbandingan harga transaksi dalam beberapa hari terakhir yang menunjukkan tren peningkatan.
Pantauan di Pasar Baru Pulau Punjung, harga sayur-mayur dan bumbu dapur menjadi komoditas yang paling terasa kenaikannya. Kondisi ini disebut pedagang sebagai fenomena yang hampir selalu terjadi setiap tahun menjelang Ramadan.
Salah seorang pedagang, Andri (35), mengatakan bahwa lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang Ramadan merupakan hal yang lumrah.
“Namanya juga berdagang, kalau permintaan meningkat, harga otomatis ikut naik. Apalagi nanti menjelang Hari Raya Idulfitri dan setelahnya, biasanya kenaikan harga akan semakin terasa,” ujarnya.
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, harga cabai merah bahkan sempat menembus Rp170 ribu per kilogram pada H+1 hingga H+5 Idulfitri.
“Tahun lalu setelah Lebaran, harga cabai merah sempat sampai Rp170 ribu per kilogram. Untuk Idulfitri tahun ini belum bisa dipastikan akan tembus berapa, tapi biasanya tidak jauh berbeda,” jelasnya.
Rincian Kenaikan Harga Komoditas
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain:
- Tomat: dari kisaran Rp14 ribu per kilogram naik menjadi Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per kilogram, tergantung kualitas.
- Wortel: dari Rp10 ribu per kilogram naik menjadi Rp14 ribu per kilogram.
- Timun: dari Rp10 ribu per kilogram naik menjadi Rp14 ribu per kilogram.
- Bawang merah kualitas bagus: dari sekitar Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp35 ribu per kilogram.
- Bawang merah kualitas menengah: dari Rp25 ribu per kilogram naik menjadi Rp28 ribu per kilogram.
- Cabai hijau: dari Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp35 ribu per kilogram.
Kenaikan harga ini dinilai cukup mencengangkan, terutama untuk komoditas sayur-mayur yang menjadi kebutuhan harian masyarakat.
Permintaan Meningkat Jelang Ramadan
Peningkatan harga komoditas di Pasar Baru Pulau Punjung dipicu oleh naiknya permintaan masyarakat menjelang Ramadan. Tradisi memasak lebih intens selama bulan puasa serta persiapan kebutuhan rumah tangga menjadi faktor utama melonjaknya transaksi di pasar tradisional.
Pedagang memperkirakan tren kenaikan harga masih berpotensi berlanjut hingga menjelang Idulfitri, tergantung pada kondisi pasokan dan tingkat permintaan.
Masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja serta menyesuaikan kebutuhan agar tidak terjadi lonjakan pembelian yang berlebihan. (ita)
Editor : Adetio Purtama