Dokter Spesialis Olahraga SPH Ajak Warga Rutin ‘Latihan Fisik 30’

Seseorang dapat terhindar dari COVID-19 jika rutin melakukan work out (WO) atau latihan fisik selama minimal 30 menit setiap harinya.

Hal itu diungkapkan oleh Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga Semen Padang Hospital (SPH) dr. Putra Rizki, Sp. KO saat menyampaikan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh agar tidak mudah tertular Corona Virus Desease 19 (COVID-19) selama masa pandemi ini.

“Latihan fisik merupakan suatu latihan yang direncanakan dengan jenis yang bermacam-macam. Di masa pandemi ini, kita disarankan untuk melakukan latihan fisik di rumah. Seperti, sepeda statis, joging, kalistek maupun bermacam gerakan fleksibilitas stretching dan juga gerakan-gerakan yang berhubungan dengan penambahan kekuatan,” ujar Dokter muda lulusan UI jurusan Olahraga.

Namun ia menekankan agar latihan fisik dilakukan dengan intensitas sedang saja. Latihan fisik dengan intensitas sedang dapat merangsang imun yang menjadi benteng bagi diri terhadap penyakit yang masuk.

Ia tidak menyarankan latihan fisik dengan intensitas ringan dan berat. Intensitas ringan tidak menjamin terciptanya imun tubuh yang cukup untuk melawan virus.

Sementara intensitas berat malah dapat menurunkan imun tubuh beberapa jam setelah latihan sehingga menjadi rentan membuat tubuh terkena penularan virus.

Olahraga atau latihan fisik tersebut disarankan dilakukan secara rutin, minimal 3 kali hingga 5 kali dalam seminggu dengan durasi 30 menit sampai 60 menit.

Baca Juga:  57 Siswa SMAN 1 Sumbar Sembuh Covid-19, 1 Lagi masih Isolasi

Hal tersebut dilakukan sesuai waktu yang tersedia tiap orang, dapat dilakukan di pagi, siang, sore atau malam hari. Namun untuk seseorang yang ingin meningkatkan imunitas tubuh serta vitamin D, maka disarankan untuk melakukan latihan fisik pada pukul 9 hingga 11 pagi.

Sinar vitamin D dari matahari pagi tersebut didapatkan pada rentang waktu tersebut, tidak terlalu pagi dan belum tengah hari. Jadi latihan fisik dengan insensitas ringan yang dilakukan pada saat sinar vitamin D masih ada diyakinkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dalam menjaga kesehatan tubuh.

“Tapi bukan berarti olahraga yang dilakukan seseorang saat siang atau malam hari dilakukan salah, namun pastikan untuk tempat melakukannya aman. Olahraga pada siang hari terik tidak disarankan karena dapat memicu dehidrasi, sedangkan olahraga saat malam hari juga tidak disarankan karena suasana yang gelap sehingga beresiko mengganggu kesehatan dan membuat tubuh beresiko mendapatkan cidera. Intinya, waktu pelaksanaan olahraga tidak terbatas namun tempat dilakukan yang harus diperhatikan,” ujar dokter Rizky yang telah menjadi dokter spesialis olahraga di SPH sejak pertengahan 2020 lalu setelah sebelumnya bertugas di Rumah Sakit Olahraga di Jakarta. (*)

Previous articleMayat Laki-laki Ditemukan Mengambang
Next articleBabarito ke Situjuah Batua, Indra Catri Seperti Pulang Kampung