Drg Silvi: Jangan Takut Periksa Gigi, SPH Ikuti Standar dari PDGI

Kesehatan gigi adalah hal yang harus diperhatikan. Gigi yang bersih dan sehat dapat menjamin kenyamanan dari diri sendiri maupun orang lain.

Hal ini diungkapkan drg. Silvi Farah Diana Rahayu saat ditanyakan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi.

Ia menjelaskan, orang seringkali abai pada kesehatan gigi seperti tidak rutin menggosok gigi dua kali sehari tiap pagi dan malam, serta menunda melakukan perawatan kesehatan gigi yang mendapat masalah seperti gigi berlubang, karang gigi dan lainnya.

“Padahal banyak yang telah merasakan dan mengetahui bahwa jika telah sakit gigi, segala urusan seseorang tidak akan berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan pemeriksaan gigi secara berkala,” ujar Drg Silvi yang dulunya pernah menjadi seorang penyanyi minang sebelum menjadi dokter gigi.

Namun ia mengungkapkan, pandemic COVID-19 membuat ketakutan masyarakat terhadap penyebaran virus Corona melalui droplet membuat mereka menjadi takut melakukan pemeriksaan gigi. Hal itu terlihat dari menurunnya jumlah kunjungan pasien poli gigi di banyak rumah sakit, termasuk di Semen Padang Hospital.

“Padahal masyarakat tak perlu takut untuk berobat gigi, terutama ke SPH. Karena dokter gigi di SPH bekerja sesuai SOP protokol pandemi yang sudah dikeluarkan oleh Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI). Selain itu, tenaga kesahatan di sini menjalankan swab bulanan. Jadi masyarakat tak perlu cemas akan tertular COVID-19 saat melakukan pemeriksaan,” katanya.

Di sisi lain, Drg Silvi mengungkapkan bahwa COVID-19 tidak berpengaruh pada kesehatan gigi atau mulut, karena virus corona menyerang sistem pernapasan seseorang. Hanya saja memang cara masuknya memang dapat melalui mulut atau mata. Tapi ia menjelaskan bahwa penerapan prokes yang ketat saat pemeriksaan gigi dapat menjamin seseorang tidak tertular COVID-19.

Baca Juga:  Tetap Terapkan Prokes, 40 Pegawai PLN Sumbar Divaksin Tahap II

“Untuk pasien yang hendak melakukan pemeriksaan gigi, pasien akan di-screening. Selain itu, hanya yang bersangkutan saja yg boleh masuk ruangan tindakan poli gigi, tidak boleh ada pendamping kecuali anak-anak di usia 17 tahun ke bawah. Saat di ruang pemeriksaan, pasien diminta kumur-kumur dengan cairan povidon iodine. Setelah itu, selama pengerjaan, pasien menggunakan HVE alat hisap aerosol (supaya tidak ada droplet) , untuk Dokternya, kami menggunakan APD level 3. Di dalam ruangan, meja dokter menggunakan pembatas akrilick, pengerjaan dengan suction, alat-alat yg digunakan 1 pasien mendapat 1 alat yang tidak sama digunakan pada hari itu. Bahkan alat dibungkus dengan plastik setelah disterilkan,” jelas Drg Silvi.

Untuk menjaga kesehatan gigi, Drg Silvi memberikan tips untuk menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan banyak minum air putih, banyak makan buah, konsumsi vitamin C (bisa dari buah, sayur atau persediaan lainya) dan rajin gosok gigi.

“Ayo jaga kesehatan gigi dan mulut. Jangan takut melakukan pemeriksaan ke gigi ke SPH, karena orang seringkali mengatakan bahwa lebih baik sakit hati daripada sakit hati. Hal itu menunjukkan bahwa kesehatan gigi dapat mempengaruhi kenyamanan seseorang dalam menyelesaikan urusannya,” tuturnya. (*)

Previous articleAndre Rosiade Bantu Pembangunan Masjid Al Amanah Mata Air Padang
Next articleSR-Labuan Ajak Satukan Perbedaan untuk Membangun Dharmasraya