
PADEK.JAWAPOS.COM - Universitas Andalas (Unand) memperkuat langkah hilirisasi hasil riset dengan menggandeng PTPN untuk membangun industri pengolahan gambir di Sumatera Barat. Proyek tersebut kini memasuki tahap studi kelayakan dan diproyeksikan menjadi langkah strategis meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah sekaligus memperkuat posisi tawar petani.
Rektor Unand Efa Yonnedi PhD mengatakan, perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai pusat pendidikan, tetapi juga harus hadir sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat melalui hilirisasi riset.
Hal itu disampaikan Efa usai prosesi Wisuda II Unand Tahun 2026 di Auditorium Unand Padang, Minggu (10/5).
“Intinya, kita dari perguruan tinggi berkomitmen membersamai program pemerintah melalui Tridharma Perguruan Tinggi. Kita mempercepat realisasi hasil-hasil riset yang kita miliki dengan bekerja sama bersama berbagai pihak,” ujarnya.
Menurut Efa, salah satu fokus pengembangan saat ini adalah hilirisasi gambir, komoditas khas Sumbar yang selama ini masih dominan dijual dalam bentuk bahan mentah. Bersama PTPN, Unand tengah mengkaji pengembangan teknologi hidrolisasi gambir untuk menghasilkan produk turunan bernilai ekonomi lebih tinggi. “Ujung-ujungnya harga di tingkat petani akan meningkat,” katanya.
Ia menjelaskan, pengembangan industri gambir dilakukan secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Tahap awal dimulai melalui intensifikasi kebun gambir milik petani serta penguatan kelembagaan petani agar memiliki posisi tawar yang lebih baik di pasar.
“Selama ini petani cenderung menjadi price taker. Berapapun harga yang ditetapkan, mereka harus menjual produknya. Dengan konsolidasi kelembagaan dan dukungan PTPN, diharapkan ada kepastian pasar,” jelasnya.
Kerja sama dengan PTPN juga diarahkan untuk menghadirkan skema off taker atau penjamin pembelian hasil produksi petani sebelum produk dihilirisasi menjadi bahan industri.
Terkait perkembangan proyek tersebut, Efa menyebut pembangunan pabrik gambir masih berada pada tahap studi kelayakan di sejumlah sentra produksi gambir, di antaranya Pesisir Selatan dan Limapuluh Kota.
“Ini membutuhkan hitungan pasar yang cermat. Kita create market dulu, pembelinya siapa, baru kemudian membangun industrinya,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




