
PADEK.JAWAPOS.COM - Dua ekor sapi milik peternak asal Kabupaten Agam terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI Prabowo Subianto pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kedua sapi berbobot jumbo itu berasal dari Kecamatan Sungaipua dan Palembayan, dengan total nilai jual mencapai Rp 192 juta.
Sapi pertama milik Arief Muchlas Aulia, peternak asal Nagari Sungaipua, Kecamatan Sungaipua. Sapi jenis Brangus tersebut memiliki bobot mencapai 1.270 kilogram dan ditetapkan sebagai hewan kurban Presiden untuk Masjid Raya Sumatera Barat di Padang.
Brangus merupakan hasil persilangan sapi Brahman dan Angus yang dikenal memiliki kualitas daging unggul serta pertumbuhan bobot yang cepat.
Sementara satu sapi lainnya milik Anita Sari, peternak asal Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan. Sapi jenis Belgian Blue itu memiliki bobot sekitar 1.100 kilogram dan akan disalurkan untuk salah satu daerah terdampak bencana di Kabupaten Agam.
Belgian Blue dikenal sebagai sapi berotot ganda dengan postur tubuh besar dan massa daging dominan, sehingga menjadi salah satu jenis sapi premium bernilai tinggi.
Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu mengatakan, terpilihnya sapi asal Agam sebagai hewan kurban Presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah dan peternak lokal.
“Ini membuktikan kualitas peternakan Agam mampu bersaing dan memenuhi standar nasional untuk hewan kurban Presiden,” katanya, Jumat (15/5)
Menurutnya, proses seleksi dilakukan cukup ketat. Pemeriksaan mencakup kesehatan hewan, usia ternak, bobot hingga kondisi fisik sapi secara menyeluruh.
Arief menyebut, tim dari pemerintah pusat bersama instansi terkait telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap sapi-sapi tersebut.
“Pada Selasa, 12 Mei 2026 kemarin, kami turun meninjau langsung kondisi sapi yang terpilih. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan ternak sehat dan layak sebagai hewan kurban Presiden,” ujarnya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




