
PADEK.JAWAPOS.COM - Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa Nagari Creative Hub (NCH) bukan sekadar program sektoral milik Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), melainkan agenda besar pembangunan ekonomi berbasis nagari yang harus dijalankan secara kolaboratif, terukur, dan berkelanjutan.
Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat memimpin rapat koordinasi percepatan program unggulan bersama Bupati/Wali Kota se-Sumbar serta kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumbar di Istana Gubernuran, Rabu (20/5).
Menurut Mahyeldi, NCH dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas sektor yang tidak hanya berfungsi sebagai pusat aktivitas kreatif, tetapi juga sebagai simpul penguatan sumber daya manusia, pengembangan kewirausahaan, hingga akselerasi transformasi digital di tingkat nagari.
“Jangan jadikan Nagari Creative Hub hanya sebagai program administratif atau kegiatan seremonial. NCH harus mampu menghadirkan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tegas Mahyeldi.
Ia menekankan, ukuran keberhasilan NCH tidak boleh berhenti pada jumlah kegiatan atau seremonial peluncuran program, melainkan harus diukur dari indikator yang lebih substantif. Di antaranya tumbuhnya pelaku usaha baru di nagari, meningkatnya produktivitas UMKM, keterlibatan generasi muda dalam ekonomi lokal, serta terciptanya nilai tambah ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
Untuk itu, Mahyeldi meminta seluruh perangkat daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, menjadikan NCH sebagai ruang intervensi program sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dinas Koperasi diarahkan memperkuat pembinaan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan fokus pada pengembangan produk unggulan daerah, Dinas Pariwisata mengoptimalkan promosi budaya dan destinasi lokal, sementara Dinas Kominfo memperkuat digitalisasi serta pemasaran berbasis teknologi.
Dalam skema tersebut, Dinas PMD diposisikan sebagai penggerak utama yang mengorkestrasi sinergi lintas sektor, sehingga seluruh potensi nagari dapat terhubung dalam satu ekosistem pembangunan yang terpadu dan berkelanjutan.
Lebih jauh, Mahyeldi juga menekankan pentingnya keterlibatan berbagai pihak di luar pemerintah, mulai dari BUMN, BUMD, perguruan tinggi, dunia usaha, hingga komunitas kreatif. Kolaborasi ini diharapkan memperkuat pendampingan, riset, pelatihan, serta pengembangan kapasitas pelaku usaha di nagari.
“Kita ingin Nagari Creative Hub menjadi pusat lahirnya kreativitas, inovasi, dan ekonomi baru berbasis potensi lokal. Jika ini berjalan optimal, nagari akan menjadi kekuatan utama pembangunan ekonomi Sumatera Barat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PMD Sumbar, Yozarwardi menegaskan bahwa NCH merupakan pusat pengembangan inovasi dan kewirausahaan nagari yang dirancang berkelanjutan, bukan program jangka pendek atau proyek sesaat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




