Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Sumbar Bidik jadi Pusat Ekonomi Syariah

W
Penulis: Willian.❯
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, usai menyampaikan sambutan saat menghadiri DAUN Syariah Festival di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Minggu (24/5). (DOK BIRO ADPIM)
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, usai menyampaikan sambutan saat menghadiri DAUN Syariah Festival di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Minggu (24/5). (DOK BIRO ADPIM)

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM - Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang terintegrasi sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Mahyeldi saat menghadiri kegiatan DAUN (Dari Nagari Untuk Negeri) Syariah Festival bertema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital” di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumbar, Minggu (24/5).

Menurut Mahyeldi, Sumbar memiliki modal sosial dan budaya yang kuat untuk mengembangkan ekonomi syariah.

Advertisement

Karakter masyarakat yang memegang teguh falsafah Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) dinilai selaras dengan prinsip ekonomi syariah.

“Sumbar punya modal kuat menjadikan ekonomi syariah sebagai penggerak pertumbuhan baru yang manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Ini yang perlu kita optimalkan ke depan,” tegas Mahyeldi.

Ia menjelaskan, perkembangan sektor riil berbasis halal seperti kuliner halal, fesyen muslim, pariwisata halal, hingga pengelolaan zakat produktif menunjukkan bahwa ekonomi syariah telah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari di Sumbar.

Advertisement

Namun demikian, Mahyeldi mengingatkan masih terdapat sejumlah tantangan, terutama rendahnya literasi masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan syariah serta belum optimalnya integrasi antara industri halal dan sektor keuangan syariah.

Karena itu, ia menilai pengembangan ekonomi syariah harus dilakukan secara kolaboratif melalui penguatan ekosistem yang melibatkan pemerintah daerah, lembaga keuangan, dunia pendidikan, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

“Ekonomi syariah tidak boleh berhenti sebagai wacana. Ia harus hadir sebagai kekuatan dan solusi nyata untuk membuka peluang usaha, memperkuat UMKM, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Mahyeldi juga berharap DAUN Syariah Festival yang menjadi bagian dari rangkaian Road to Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2026 dapat memperluas literasi dan inklusi ekonomi syariah di tengah masyarakat.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kota Padang Masuk Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026

Kota Padang Masuk Nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026

Kota Padang masuk enam besar nominasi Anugerah Adinata Syariah 2026 berkat berbagai program pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Ekonomi Dunia Islam dalam Tekanan Neo-Imperialisme

Ekonomi Dunia Islam dalam Tekanan Neo-Imperialisme

EKONOMI dunia Islam berada dalam posisi paradoks. Negara-negara muslim menguasai cadangan energi besar, jalur perdagangan strategis, pasar konsumen

Bank Nagari Syariah: Konversi, Spin-Off, atau Dinamika Menuju Kepastian?

Bank Nagari Syariah: Konversi, Spin-Off, atau Dinamika Menuju Kepastian?

ADA yang mengganjal dari na­ra­si besar ekonomi syariah Sumbar. Se­bagai provinsi yang men­junjung ti­nggi nilai-nilai Islam melalui fi­losofi ABS-SBK

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer