
PADEK.JAWAPOS.COM - Pemerintah pusat melalui Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas memperkuat sinergi dengan PT Hutama Karya (Persero) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur strategis di daerah tersebut. Fokus utama yang mengemuka adalah penyelesaian konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin, penanganan koridor Lembah Anai, serta percepatan pembangunan Flyover Panorama I Sitinjaulauik.
Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas, Abdul Malik Sadat Idris, bersama sejumlah pejabat kementerian/lembaga melakukan kunjungan kerja ke Sumatra Barat pada 4-5 Juni 2026 untuk meninjau langsung berbagai proyek strategis yang menjadi tulang punggung konektivitas wilayah.
Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Direktur Konektivitas dan Infrastruktur Logistik Kementerian PPN/Bappenas Dail Umamil Asri, Plt Direktur Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Juari, Direktur Kemitraan dan Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Taufiq Hidayat, Sekretaris Deputi Bidang Infrastruktur Kementerian PPN/Bappenas Andri N.R. Mardiah, Kasubdit Pembangunan Jalan Bebas Hambatan Kementerian Pekerjaan Umum Fahmi Aldiamar, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, perwakilan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, Direktur Operasi III Hutama Karya Iwan Hermawan, Direktur Operasi II PT Hutama Karya Infrastruktur Tomy Herlambang, beserta jajaran.
Menurut Abdul Malik, kunjungan tersebut bertujuan melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, dan tantangan pembangunan infrastruktur, terutama pada koridor strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin.
“Melalui kunjungan kerja ini, kami ingin melihat secara langsung kondisi, kebutuhan, serta tantangan pembangunan infrastruktur di lapangan, khususnya terkait penanganan koridor strategis Lembah Anai dan rencana lanjutan konektivitas Jalan Tol Bukittinggi–Sicincin,” ujarnya.
Ia menegaskan, koridor Bukittinggi–Sicincin memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan manfaat jalan tol yang telah beroperasi. Jika ruas tersebut terhubung dengan Tol Sicincin–Padang, maka jaringan jalan tol di Sumatra Barat akan berfungsi lebih utuh dan terintegrasi, baik untuk mempercepat arus logistik, meningkatkan efisiensi pergerakan orang dan barang, maupun menyediakan jalur alternatif yang lebih andal bagi wilayah rawan bencana seperti Lembah Anai.
Dalam agenda peninjauan, Hutama Karya memaparkan perkembangan Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Sicincin–Padang yang telah beroperasi sepanjang 36 kilometer serta rencana pengembangannya menuju Bukittinggi.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Iwan Hermawan, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum penting untuk menyelaraskan kebutuhan teknis di lapangan dengan arah pembangunan infrastruktur nasional.
“Bagi Hutama Karya, dukungan dan koordinasi lintas pemangku kepentingan sangat diperlukan agar pengembangan konektivitas di Sumatra Barat dapat berjalan lebih optimal, terukur, dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” katanya.
Keberadaan Tol Sicincin–Padang dinilai telah menjadi pengungkit mobilitas baru di Sumatra Barat karena mampu mempercepat waktu tempuh, memperluas akses menuju pusat ekonomi dan destinasi wisata, serta mendukung distribusi barang dan jasa.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




