
PADEK.JAWAPOS.COM -- Pemkab Padangpariaman menargetkan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada 2027. Untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah daerah menggandeng berbagai pihak, mulai dari perusahaan, pelaku usaha, hingga perantau untuk membantu pembayaran iuran BPJS Kesehatan bagi masyarakat kurang mampu.
Asisten II Sekretariat Daerah Padangpariaman, Elfi Delita, mengatakan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) saat ini belum sepenuhnya mampu menanggung kebutuhan pembiayaan seluruh warga yang belum terdaftar dalam program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
“Kalau melihat kondisi APBD saat ini, dalam jangka satu tahun atau dua tahun ini tanpa dibantu keterlibatan masyarakat dan swasta tentu akan susah,” ujar Elfi, kemarin.
Ia menyebutkan, saat ini cakupan kepesertaan BPJS Kesehatan masyarakat Padangpariaman baru mencapai sekitar 86 persen dari total penduduk yang berjumlah sekitar 460 ribu jiwa.
Sementara itu, untuk mencapai status UHC, suatu daerah harus memiliki cakupan kepesertaan minimal 98 persen dari jumlah penduduk. “Masih ada sekitar 64 ribu warga Padangpariaman yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Untuk mencakup seluruh masyarakat tersebut diperlukan tambahan anggaran hingga puluhan miliar rupiah,” katanya.
Menurut Elfi, Pemkab Padangpariaman telah melakukan berbagai upaya untuk membantu pembayaran iuran masyarakat kurang mampu. Salah satunya dengan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) daerah serta pihak swasta.
Ke depan, pemerintah daerah juga akan membuka ruang lebih besar bagi perantau asal Padangpariaman untuk ikut berkontribusi membantu pembayaran iuran JKN masyarakat di kampung halaman.
“Ke depan kami akan melibatkan perantau asal daerah ini agar ikut berkontribusi terhadap jaminan sosial warga di kampung halaman, seperti yang mulai dilakukan di Nagari III Koto Aur Malintang Selatan,” jelasnya.
Ia menilai keterlibatan perantau menjadi peluang besar bagi Padangpariaman untuk mempercepat pencapaian UHC, mengingat banyak warga daerah tersebut yang berhasil di berbagai wilayah perantauan.
“Dengan adanya gagasan bantuan dari perantau ini menjadikan kami lebih bersemangat, dan peluang Padang Pariaman bisa mencapai UHC optimal lebih besar,” katanya.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!



