Elsa: PBM Boleh saja, Guru-guru Harus Tes Swab Secara Berkala

Pakar Kesehatan dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) UNP, dr Elsa Yuniarti MBiomed AIFO-K

Kota Padang kembali membuka proses belajar mengajar tatap muka. Direncanakan mulai 4 Januari 2021 atau hari pertama semester genap TA 2020/2021. Namun, tidak semua sekolah dapat melakukan proses pembelajaran tatap muka itu. Harus memenuhi syarat utama yakni seluruh guru di sekolah harus tes swab.

Pakar Kesehatan dari Pusat Kajian Lingkungan Hidup (PKLH) UNP, dr Elsa Yuniarti MBiomed AIFO-K, mendukung dilakukannya tes swab kepada guru di sekolah yang akan melaksanakan proses belajar tatap muka dengan siswa.

“Saya sangat setuju jika dilakukan tes swab terhadap guru-guru yang akan kembali beraktivitas memberikan pelajaran di sekolah. Saya menyarankan bahkan meminta tes swab terhadap guru-guru dilakukan secara berkelanjutan. Tidak hanya di awal tatap muka, tapi harus rutin dilakukan secara berkala,” ujar Elsa, Kamis (16/12/2020).

Elsa Yuniarti menambahkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menerangkan bahwa satu dari sembilan kasus konfirmasi positif Covid-19 di Indonesia adalah anak usia 0-18 tahun. “Data IDAI yang direlis 29 November 2020 memaparkan proporsi kematian anak Indonesia akibat Covid-19 sebesar 3,2% dan yang tertinggi di Asia Pasifik saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga:  Gubernur Sumbar Dukung Pengembangan Pupuk Darah Sapi SMAK Padang

Elsa Yuniarti menekankan protokol kesehatan adalah harga mati, jadi harus diberlakukan secara ketat, jika ingin proses belajar mengajar dilakukan di sekolah.

“Guru-guru harus dilakukan swab secara kontiniu, setiap elemen di sekolah harus menerapkan 3M. Sekolah harus bisa memberikan jaminan lingkungan sehat dan bersih. Jika tidak, lonjakan Covid-19 pada civitas akademik dan anak didik akan meningkat tajam,” bebernya.

Elsa menjelaskan juga, Rekomendasi IDAI bisa sebagai bahan pertimbangan, sebab peningkatan kasus terpaparnya anak akibat Covid-19 ketika sekolah kembali dibuka telah dilaporkan juga oleh negara-negara maju seperti, AS, Israel, Korea Selatan, dan Perancis.

“Oleh karena itu, peran serta semua pihak mensosialisasikan protokol 3M kepada pelajar. Orangtua berperan penting dalam mensosialisasikan kepada anak tentang wajibnya menaati aturan protokol 3M itu,” tegasnya. (*)

Previous articleDukung Tugas Kepolisian Wujudkan Kamtibmas jelang Pergantian Tahun
Next articleDelmira: PBM? Apakah Anak Sudah Terbiasa dengan Protokol Kesehatan