Erwin Yunaz Impikan Payakumbuh Jadi Landmark Minangkabau

Menjelang HUT ke-50 Payakumbuh Kamis 17 Desember 2020, Padang Ekspres bersilaturahmi dan berdiskusi dengan Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz dan Sekko Rida Ananda. Sedianya Wako Riza Falepi juga akan hadir dalam diskusi pada Jumat lalu itu (11/12), namun, Riza mesti pergi ke Jakarta untuk urusan dinas.

“Pak Wali Kota baru berangkat ke Jakarta. Namun, Pak Wakil Wali Kota, insya allah, hadir bersama kita,” kata Rida Ananda, mengawali diskusi yang berlangsung sederhana di Restoran Sederhana Payakumbuh. Diskusi itu dihadiri Pemred Padang Ekspres Revdi Iwansyahputra, bersama jajaran manajemen, seperti Sukri Umar, Dicky Junaidi, dan Sarbidin.

Dalam diskusi itu, Rida Ananda memaparkan persiapan yang dilakukan Pemko Payakumbuh dalam menyambut setengah abad usia kota randang ini. “Kita sejak jauh hari, berencana menggelar berbagai acara untuk memeriahkan HUT ke-50 Payakumbuh. Namun karena pandemi Covid-19, berbagai agenda yang sudah disiapkan, terpaksa kita batalkan,” kata Rida.

Meski begitu, Sekko yang dikenal visioner ini memastikan, Pemko Payakumbuh bersama DPRD tetap menggelar rapat paripurna memperingati HUT ke-50 Payakumbuh. Rapat paripurna itu akan digelar di DPRD Kamis (17/12), dengan peserta terbatas, hanya 75 orang saja.

Rida menambahkan, setelah rapat di DPRD ini, pada sore harinya, akan dilangsungkan resepsi HUT ke-50 Payakumbuh di Medan Nan Bapaneh, Ngalau Indah. Resepsi ini juga digelar secara terbatas. Kehadiran person di lokasi pentas utama cukup hanya 50 orang saja. Itu terdiri dari kru dan pengisi acara seperti penari.

“Dalam resepsi ini, Diskominfo dan Dinas Pendidikan diminta bekerjasama menyiapkan video berdurasi sekitar 3 hingga 5 menit yang menayangkan sejarah Payakumbuh dan testimoni tokoh Kota Payakumbuh. Serta keberhasilan Kota Payakumbuh saat ini/. “Video disiarkan di berbagai media sosial dan saat acara puncak HUT kota secara virtual,” kata Rida Ananda.

Baca Juga:  Jelang Puasa, Rumah Ditimpa Pohon Kelapa

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz menyebut, dalam usia Payakumbuh ke-50 tahun, pemerintah daerah mengimpikan Payakumbuh jadi landmark Minangkabau. “Target kita ke depan itu, orang merasa belum ke Sumbar, kalau belum datang ke Payakumbuh,” kata Erwin Yunaz.

Mimpi ini, menurut Erwin Yunaz, bukanlah muluk-muluk. Apalagi, kalau pembangunan tol Padang-Pekanbaru terwujud. “Kalau akses tol terbuka, Payakumbuh bisa jadi magnet. Sebab, dari Pekanbaru ke Payakumbuh itu bisa tembus dua jam dan dari Padang mungkin bisa satu jam,” kata Erwin Yunaz.

Pemko Payakumbuh, menurut Erwin, sudah melakukan berbagai langkah persiapan, untuk menyambut kota ini sebagai kota tujuan. “Insya Allah, tahun depan itu akan dimulai pembangunan hotel berbintang. Kemudian, juga akan dibangun kampus UNP di Payakumbuh dan gedung BPOM,” ujarnya.

Erwin juga menyebut, Payakumbuh dalam usia setengah abad, telah memperlihatkan perkembangan yang sangat signifikan.

“Dari jumlah penduduk saja, pada tahun 2017 lalu, baru 123 ribu jiwa. Sedangkan tahun 2020 ini, sudah 137 ribu. Lonjakan penduduk ini terjadi karena kini banyak yang tinggal dan esksodus di Payakumbuh. Ini luar biasa untuk sebuah kota. Bahkan, perumahan-perumahan di Payakumbuh, itu habis terjual,” kata Erwin.

Sementara itu, Pimpinan Redaksi Padang Ekspres Revdi Iwansyahputra bersama Sukri Umar, menyampaikan apresiasi kepada jajaran Pemko Payakumbuh di bawah kepemimpinan Riza Falepi-Erwin Yunaz. Dimana, dalam usia yang beberapa hari lagi masuk setengah abad, Payakumbuh makin bersolek sebagai sebuah kota. Banyak infrastruktur baru yang dibangun dan destinasi-destinasi wisata baru.

“Padang Ekspres merasa bangga melihat perkembangan Payakumbuh yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Apalagi, Payakumbuh dan Limapuluh Kota merupakan basis terbesar kedua Padang Ekspres, setelah Kota Padang. Jadi, Padang Ekspres merasa menjadi bagian dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota,” kata Revdi Iwan Syahputra. (*)

Previous articleKematian Tertinggi di Pasbar, Padang Menuju Zona Kuning
Next articleSikapi Stunting, LPPM Unand Sosialisasikan Manfaat Dadiah