Jamasyir, Warga Sederhana yang Menangis saat Wagub Singgah Dini Hari

61

Kehadiran tiba-tiba Wakil Gubernur Sumatera Barat (Wagub) Audy Joinaldy, membuat keluarga Jamasyir, 79,  bersama istrinya Hermaneli, 76, sangat kaget saat membuka pintu.

Mereka tidak menyangka, orang nomor dua di Sumbar itu mau berkunjung ke rumahnya pada dini hari pukul 03.30 WIB, di Jalan Nuri No 11 Tanjuang Baringin, Kecamatan Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Kamis (29/4/2021).

Jamasyir langsung memanggil anak dan cucunya untuk bisa bersalaman dengan Wakil Gubernur Sumbar. Secara bersamaan mereka berlari menemui Audy Joinaldy. Seketika rumah panggung yang berdinding dan lantai papan itu bergoyang seakan mau roboh.

“Capek lah kamari ado sia ko yang datang, Pak Wagub Sumbar tibo ka rumah awak,” teriak Jamasyir.

Sambil bersalaman, mereka mempersilakan Wagub Audy masuk ke rumahnya. Terlihat rumah sangat sederhana tersebut tidak memiliki kursi tamu. Jamasyir dan anaknya Mimimerlina, 46, dengan cepat membentangkan tikar.

“Sanang rasonya pak Wagub bisa hadir ka rumah wak. Apo lagi rumah wak buruak, jarang urang tibo ka siko,” ungkapnya.

Melihat rumah yang dihuni Jamasyir beserta keluarga, Audy sangat prihatin. Rumah tua berdinding papan bergoyang saat dinaiki. Belum lagi lantai papan sudah banyak berlobang karena  termakan usia.

Kemudian, usai makan sahur bersama, Audy Joinaldy menjelaskan kehadirannya bersama rombongan adalah singgah untuk makan sahur bersama dan menyerahkan bantuan bedah rumah, senilai Rp25 juta.

Audy mengatakan, bantuan bedah rumah ini dananya dari Baznas. Artinya zakat yang dikumpulkan dari masyarakat Sumbar disalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

“Saya hanya perpanjangan tangan dari masyarakat Sumbar untuk menyampaikan amanah menyerahkan zakat ini,” kata Audy.

Baca Juga:  Wagub Audy Joinaldy Buka Bersama Petugas Posko Arus Mudik Silaut

Ia juga mengatakan, bantuan bagi keluarga yang memiliki rumah tidak layak huni ini salah satu upaya Pemprov Sumbar meningkatkan kesejahteraan masyarakat, agar warga dapat lebih tenang dan nyaman beristirahat di rumahnya

“Seperti rumah Bapak Jamasyir ini, kalau kita berjalan saja, terasa rumah ini bergoyang. Ini layak dibantu. Mudah-mudahan dengan bantuan ini Pak Jamasyir bisa memperbaiki rumah ini segera dan keluarga bisa tinggal nyaman dan tenang,” ucapnya.

Mendengar itu, Jamasyir beserta istri dan anaknya tak kuasa menahan haru dan menangis. Jamasyir tak henti-henti mengucapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah…Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Sudah lama kami ingin perbaiki rumah ini, karena tidak ada biaya terpaksa kami masih bertahan, apalagi anak kami Mimimerlina baru ditinggalkan (meninggal) suaminya yang juga tulang punggung keluarga di sini,” ungkap Jamasyir yang terisak menangis.

Terharu dan bersyukur, tanpa disadari mereka menangis tersedu-sedu mengucapkan Alhamdulillah dan berterima kasih kepada Wakil Gubernur Sumbar. Bahkan Jamasyir mengaku tidak pernah mengajukan bedah rumah ke Pemprov Sumbar.

Keterbatasan ekonomi menjadikan Jamasyir yang sudah tua dan tak memiliki pekerjaan itu tidak mampu memperbaiki rumah yang sudah rusak di berbagai bagian. Apalagi, setelah meninggalnya suami dari anaknya Mimimerlina (Mimi) pada awal Januari lalu.

Kehidupannya sangat tergantung dari penghasilan Mimi yang berjualan kue di warung. Ia harus menanggung biaya kebutuhan hidup dan pendidikan tiga anaknya yang duduk di bangku sekolah. Dengan adanya bantuan ini, Jamasyir merasa lega dan bahagia karena bebannya jadi ringan.(rls/hms)

Previous articleInilah Titik Pos Penyekatan Riau dengan Sumbar, Sumut dan Jambi
Next articlePemkab Pessel Luncurkan Pendidikan Gratis untuk SD dan SMP