Lulusan Terbaik Magister dengan Masa Studi 7 Bulan, Inilah Sosok Gresia

13569
Gresia Puteri, mahasiswi program fast track S1-S2 Jurusan Biologi FMIPA Unand Padang, berfoto dengan orangtua tercinta .

Gresia Puteri meraih gelar magister pada Wisuda II Universitas Andalas (Unand), 28 Mei 2022 lalu sebagai lulusan terbaik dengan masa studi tersingkat, 0 tahun 7 bulan, dan indeks prestasi 3,99. Ia merupakan mahasiswa program fast track (jalur cepat) S1-S2 Jurusan Biologi FMIPA Unand Padang.

Program fast track merupakan jalur khusus yang dirancang untuk mahasiswa unggul yang memenuhi syarat, agar dapat menempuh pendidikan S2 sambil menyelesaikan pendidikan S1. Syaratnya antara lain; memiliki indeks prestasi lebih dari 3,25 dengan nilai B- yang tidak lebih dari 6 SKS, dan kemampuan berbahasa Inggris yang baik yang dibuktikan dengan perolehan skor TOEFL lebih dari 475.

Sejak pertama kalinya program ini diselenggarakan pada tahun 2017, lulus dengan masa studi 7 bulan, merupakan lulusan dengan masa studi tersingkat selama program ini ada. Tidak mudah perjalanannya, ini tercapai dengan kerja keras dan dukungan penuh dari keluarga serta para dosen Universitas Andalas, khususnya dosen Jurusan Biologi FMIPA Unand.

“Saya mulai S1 tahun 2017, saat itu saya baru mendengar program fast track, awalnya saya ragu mau ikut fast track ataupun S2 di perguruan tinggi lain. Lalu pembimbing akademik saya, Dr Henny Herwina memberi pencerahan, bahwa kalau mau S2 di dalam negri, lebih baik S2 di sini saja dengan program fast track, karena bisa hemat waktu dan biaya, beda ceritanya kalau mau S2 di luar negeri. Lalu tekad saya bulat untuk S2 di Biologi Unand sejak akreditasi Prodi S2-nya sudah A dari BAN-PT pada 2018. Artinya kualitas pendidikan S2 di Biologi Unand sama dengan perguruan tinggi unggul lain di dalam negeri,” jelas Gresia.

Menurut Gresia program fast track adalah perolehan maksimum dengan waktu dan biaya minimum. “Topik riset untuk mahasiswa program fast track harus linear. Karena itu penelitian S2-nya merupakan lanjutan dari penelitian S1. Karena fast track, saya harus melaju lebih cepat dari mahasiswa program normal, saat semester 5 saya sudah melakukan riset, itulah ketika musibah menimpa saya,” ujarnya mengenang.

Musibah begal yang menimpanya sempat membuatnya putus asa. Tetapi atas dukungan para dosen, yang mencarikan jalan keluar, dan terus memberi support mental dan material.

“Saya akhirnya bisa bertahan dan menjadi seperti hari ini. Ini bukan keberhasilan saya, tapi keberhasilan semua orang yang telah memberi dukungan kepada saya. Karena bantuan dari para dosen yang sangat berarti bagi saya, saya juga ingin menjadi dosen seperti dosen-dosen Unand yang banyak kesempatan untuk beramal jariyah,” ujar Gresia yang untuk tugas akhir magisternya di bawah bimbingan Dr. Henny Herwina dan Dr Mairawita dari laboratorium Taksonomi Hewan Jurusan Biologi FMIPA Unand.

Saat semester 5 itu Gresia berkesempatan pertukaran pelajar ke Ibaraki University, Jepang. Atas kerja sama FMIPA Unand dengan College of Science di Ibaraki University. Riset yang dilakukannya membawanya ke Negeri Sakura.

Gresia meneruskan kisahnya; Sepulangnya dari Jepang, saya menyelesaikan semua kuliah S1 di semester 6, dan menuntaskan seluruh beban studi S1 pada semester 7. Di semester 7, saat itu hanya tinggal seminar proposal, seminar hasil, dan ujian sarjana, tidak ada lagi kuliah S1, jadi saya bisa fokus kuliah S2 semester pertama.

Lalu semester 8 saya fokus untuk kuliah S2 semester kedua. Kuliah gratis S2 hanya hingga semester ke-8 S1, untuk semester berikutnya saya harus registrasi seperti mahasiswa S2 normal, harus bayar sesuai tarif S2, dan di semester inilah masa studi S2 saya mulai dihitung.

Dan ternyata, alhamdulillah untuk semester yang harus bayar itu saya dapat support pendanaan dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk transfer kredit dari Master Program in Conservation Biologi of National Unviersity of Malaysia.

Saya sangat syukuri, karena satu semester di-support oleh MBKM, jadinya seluruh S2 saya benar-benar gratis. Ini tidak terlepas dari dukungan dan bantuan banyak pihak, antara lain Prof. Indra Junaidi (Ketua Prodi S2 Biologi) dan Wakil Dekan I FMIPA Unand, Dr. Mahdhivan Syafwan, serta Dr. Tesri Maideliza selaku ketua UPT MBKM Unand.

Baca Juga:  Ini Dia Sosok Polisi Inspiratif! Kompol Russirwan, si "Ayah" Yang Teladan!

Sambil transfer kredit dari Malaysia ini, saya menyelesaikan semua beban studi S2, saya mengupayakannya dengan alasan sederhana, tak sanggup bayar jika mesti lanjut ke semester berikutnya. Dan alhamdulillah bisa diselesaikan di semester itu, sehingga masa studi saya hanya 7 bulan.

Di sini saya berpikir bahwa tidak punya banyak uang itu juga privilege. Privilege yang membuat seseorang lebih gigih membaca peluang dan mencari kesempatan,” papar gadis asal Batusangkar ini.

Melalui program MBKM tersebut, Gresia diundang Menteri Nadiem Makarim ke Kementerian Dikbud Ristek pada peringatan Sumpah Pemuda tahun 2021, untuk berdiskusi perjalanan menuju Indonesia Emas 2045.

Tahun 2045 adalah tahun dimana orang-orang seusia saya yang akan menentukan arah bangsa. Saya juga merasa sangat beruntung saat bisa gabung pada diskusi itu, karena di sana juga membahas Undang-undang untuk menciptakan kampus sebagai tempat yang aman.

“Sebagai orang yang pernah mengalami kejadian tidak menyenangkan di lingkungan kampus, saya merasa sangat relate,” ucap Gresia yang memang senang mendiskusikan isu-isu sosial.

Meski saya kuliah di Jurusan Biologi, saya selalu alokasikan waktu untuk membaca hal yang tidak tentang biologi, ini sering dipesankan oleh ketua jurusan saya, Dr. Wilson Novarino, agar kita membuka cakrawala dengan membaca apapun itu.

“Sekarang sudah mudah karena banyak sumber online, kalau dulu saya sampai iuran dengan teman untuk beli buku bacaan impor yang bagus yang mahalnya bukan main,” kata Gresia yang hobi membaca. Hal inipun terbukti dari prestasi yang kerap ditorehkan Gresia pada berbagai sayembara menulis esai nasional.

“Meskipun masa studi saya singkat (total 9 semester untuk S1 dan S2), saya rasa saya sudah memaksimalkan masa studi saya, pahit manisnya saya alami. Saya dua kali berkesempatan belajar di kampus luar negeri dengan standar global, sebagai mahasiswa sarjana dan magister.

Dan atas bimbingan dosen yang hebat, kuliah di Biologi Unand memberi saya kesempatan untuk mencatatkan nama di pangkalan data sains melalui beberapa publikasi internasional. Beberapa kali juga saya mempresentasikan penelitian saya pada konferensi ilmiah internasional, dan menjadi the best presenter pada International Interdisciplinary Conference on Green Development in Tropical Region 2021.

Terakhir, tepat sebelum saya lulus S2, saya terpilih untuk menjadi presenter pada internasional kolokium bertema Food and Environment Research Based on Sustainable Development Goals (SDGs) in ASEAN Countries yang diselenggarakan oleh Okayama University Jepang, saat itu utusan Indonesia hanya dari IPB, UI, dan salah satunya saya dari Unand.

Bagi saya, perjalanan fast track ini benar-benar perolehan maksimum dengan waktu minimum, program ini mengizinkan saya bisa selesai S2 di usia 22 tahun.

“Terima kasih saya kepada Bapak/Ibu dosen dan sivitas akademika Jurusan Biologi dan Fakultas MIPA tidak bisa saya sampaikan dengan kata-kata. Apa yang telah saya peroleh dan yang akan saya peroleh, semoga dapat membawa kebaikan bagi almamater. Ke depannya, apabila mendapatkan beasiswa saya akan melanjutkan sekolah ke luar negeri,” tutup putri kesayangan dari Almenheri dan Fatmawati ini.

Prestasi membanggakan dari Grecia disambut baik pihak Universitas Andalas. Mulai dari Ketua Jurusan Biologi Dr Wilson Novarino, Dekan FMIPA Prof. Dr Syukri Arif hingga Rektor UNAND Prof. Dr. Yuliandri sangat mengapresiasi prestasi yang dicapai Gresia Putri. Mengingat akan bermunculan prodi baru di UNAND terutama setelah menjadi Universitas PTNBH, peluang untuk menawarkan Gresia menjadi salah satu SDM unggul Universitas juga tampaknya akan terbuka. (*)