Manunggal BBGRM di Bungopasang, Buka Jalan Baru Sepanjang 550 Meter

17
BERSEMANGAT: Warga Kelurahan Bungopasang mengerjakan program manunggal BBGRM tahun 2021. (IST)

Pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) 2021 di Kelurahan Bungopasang, Kecamatan Kototangah dilakukan dalam bentuk membuka jalan baru sepanjang 550 meter. Pembukaan jalan ini sangat dirasakan manfaatnya karena bisa digunakan sebagai jalur distribusi pupuk dan hasil panen padi. Seperti apa?

Pembukaan akses jalan baru di Kelurahan Bungopasang sepanjang 550 meter menjadi salah satu upaya yang terbaik dilakukan. Setidaknya, dalam pembukaan jalan baru tersebut akan mampu membuat sebuah jalur distribusi yang baik guna memaksimalkan potensi pertanian yang melimpah di daerah itu.

Melalui program yang diusung Pemko Padang yakni program manunggal tahun 2021 ini, akses jalan baru tersebut juga akan bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga bisa mendongkrak roda perekonomian.

Lurah Bungopasang, Patria Aprialdi mengatakan pemerataan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat dalam fasilitas pembangunan terutama akses jalan menjadi titik fokus dalam program manunggal BBGRM tahun 2021 ini.


“Kami melihat ada satu titik lokasi di Kelurahan Bungopasang yang masih belum tersentuh oleh pembangunan. Di lokasi tersebut banyak domisili masyarakat, sementara aksesnya tidak ada sama sekali.

Hanya jalan setapak di kelilingi hamparan sawah yang luas,” kata Patria Aprialdi yang akrab dipanggil Aldi itu kepada Padang Ekspres, Kamis (1/7). Melihat keadaan seperti itu, maka di sanalah dituntut Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) supaya proses penyerahan tanah dari warga bisa dilakukan secepat mungkin untuk membuka jalan baru tersebut.

“Itulah yang dilakukan LPM selama satu tahun belakangan, akhirnya mendapat hasil yang memuaskan. Masyarakat setempat bersedia menghibahkan tanahnya untuk membuka jalan baru itu,” imbuhnya.

Aldi menyampaikan di lokasi yang belum tersentuh oleh pembangunan tersebut dihuni oleh tiga kaum yakni suku tanjung, caniago dan melayu. Lebih tepatnya dihuni oleh 50 kepala keluarga (KK).

“Masing-masing dari mereka menyerahkan tanahnya untuk membuka jalan baru. Dapatlah tanah itu sepanjang lebih kurang 550 meter dengan lebar mencapai 4 meter,” terangnya.
Dengan mendapatkan hibah tanah tersebut maka di Kelurahan Bungopasang program manunggal BBGRM dimulai dari pembukaan jalan baru dengan panjang kurang lebih mencapai 550 meter.

“Dari hasil hibah tanah yang didapatkan dari warga itu secara nilainya, dipatok harga tanah Rp 500 ribu per meter, itu nilainya sudah menyentuh angka Rp 1,1 miliar,” paparnya.
Aldi menyampaikan dengan dilakukannya pembukaan jalan baru itu, akan bisa berdampak positif bagi peningkatan ekonomi masyarakat. Pasalnya, warga menjadi lebih mudah jika ingin membawa hasil pertaniannya untuk dijual.

“Pembuatan jalan baru di samping untuk memudahkan pengguna jalan, juga bisa untuk mengangkat perekonomian warga yang tinggal di sekitarnya,” kata Aldi.
Dengan adanya jalan baru itu, sangat terasa manfaatnya untuk warga sekitar. Terlebih kendaraan roda 2 dan 4 sudah bisa masuk ke lokasi tersebut.

“Kehadiran akses jalan baru ini semuanya lebih bisa gampang, masyarakat sudah bisa membawa hasil pertanian mereka seperti pupuk dan hasil panen padi,” tegasnya.
Untuk kegiatan program manunggal BBGRM ini, Pemko Padang hanya mengelontorkan dana sebesar Rp 35 juta untuk Kelurahan Bungopasang. “Kegiatan manunggal BBGRM ini dilakukan pengerjaannya dalam bentuk perkerasan badan jalan di RT 02/RW 01 sepanjang 110 meter,” tegasnya.

Baca Juga:  BBGRM di Kampung Lapai, Penimbunan Makam Pulau Talena Priororitas

Menurutnya swadaya masyarakat yang dilakukan dalam pembukaan jalan baru itu sangat tinggi. Seperti sumbangsih uang, tenaga, konsumsi serta bantuan lainnya. “Antara komponen yang ada di Kelurahan Bungopasang baik dari pemerintah kelurahan, LPM, RT dan RW juga ada sinergitas nya untuk mensukseskan program manunggal BBGRM tersebut,” ungkap Aldi.

Selanjutnya, kata Aldi selain dari program BBGRM tahun 2021 di Kelurahan Bungopasang juga ada melakukan kegiatan program fasilitas lingkungan (fasling). “Program fasling ini dilakukan dalam bentuk pembuatan pondasi jalan di RT 04/RW 12 dengan panjang 120 meter, lebar 25 centimeter dan tinggi mencapai 60 centimeter,” ujarnya.

Ia menyatakan pembuatan pondasi jalan dari program fasling ini, dengan melihat kontur tanahnya masih rendah di lokasi tersebut. Karena sewaktu-waktu bisa mengakibatkan banjir.

“Dengan pembangunan pondasi jalan di lokasi itu, nantinya sangat bermanfaat sekali. Karena akan bisa mengatasi banjir, jika terjadi curah hujan yang tinggi,” tandasnya.
Untuk program fasling, sistemnya juga sama seperti program manunggal BBGRM. Stimulus yang diberikan Pemko Padang sebesar Rp 50 juta.

“Sehingga masing-masing Rp 25 juta. Jadi sistemnya sama dengan manunggal. Kita akan pancing Rp 25 juta lalu ditambah dengan swadaya masyarakat,” tuturnya. Sementara itu, program sosial dalam meningkatkan etika dan moral pemuda-pemudi juga akan menjadi program prioritas di Kelurahan Bungopasang.

“Moral dan etika pada generasi muda itu harus ditingkatkan. Kita juga mengajak kerja sama Kerapatan Adat Nagari (KAN) atau ninik mamak bagaimana mensinergikan kajian atau tausiah dengan adat istiadat kita yaitu “Adat Basandi Sarak, Sarak Basandi Kitabullah” dan juga bisa menerapkan kato nan ampek serta sumbang duo baleh ke generasi penerus tersebut,” tandasnya.

Selain itu, kata dia juga bekerja sama dengan suatu sanggar dalam mencoba membentuk suatu kelompok masyarakat untuk bisa menjunjung tinggi adat istiadatnya. “Maka dari itu kami juga bekerja sama dengan Sanggar Tari Suntiang Rang Rantau, salah satu kegiatannya dalam bentuk pelestarian seni dan budaya,” sebut Aldi.

Tak hanya itu, program pembinaan kepada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUBE) juga dilakukan di Kelurahan Bungopasang.

“Kami akan meningkatkan UMKM di Kelurahan Bungopasang. Dalam hal ini kita akan tunjuk pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga (PKK) sebagai pembinanya,” tutur Aldi.
Kendati demikian, cara dan mengembangkan usaha mereka seharusnya juga dapat disinergikan dengan anggaran pembiayaan sesuai prosedur yang ada di Kelurahan Bungopasang.

“Supaya masyarakat bisa mengembangkan usahanya kami akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi dan UMKM serta Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Disnakerin),” jelasnya.

Ia berharap dengan berbagai aspek program yang dilakukan oleh Kelurahan Bungopasang khususnya program BBGRM tahun 2021 ini bisa bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Selanjutnya, untuk sarana dan prasarana yang telah dibangun bersama-sama tersebut semestinya masyarakat juga bisa menjaga dan merawatnya.

“Intinya sesuatu yang kita buat itu milik kita bersama. Membuat, menikmati dan menjaga, artinya dari kita untuk kita. Sesuai dari slogan Kelurahan Bungopasang ‘Bersama Kita Bisa’,” pungkasnya. (Randi Zulfahli-Padang Ekspres)