“Muhammad Daffa” Korban Luka Bakar Meriam Bambu, Terkendala Biaya Berobat

27
BUTUH BANTUAN: Jajaran Polsek Kamangbaru mengunjungi Daffa yang terbaring lemah di rumahnya.(IST)

Muhammad Daffa, 4, terbaring lemah di tempat tidur akibat luka bakar yang disebabkan meriam bambu. Kejadian itu terjadi beberapa minggu lalu di Nagari Kuningan Parit  Rantang (Kunpar). Keluarga terpaksa merawatnya di rumah karena keterbatasan biaya. Kini yatim tersebut butuh uluran tangan untuk kesembuhannya.

MELIHAT kondisi bocah tersebut, Kapolsek Kamangbaru, AKP Syafrudin Arif beserta jajaran mengunjungi korban dan langsung memberikan bantuan sembako. Seperti diketahui, Muhammad Daffa, 4, selama ini tinggal bersama ibunya, Gianti,39, hanya buruh rumah tangga.

Kondisi fisik Daffa cukup memprihatinkan, mengalami luka bakar (berat) dari pinggang hingga kaki. Hari-harinya kini hanya bisa tidur di kasur berselimutkan kain panjang. Karena tidak punya biaya untuk perawatan medis secara intensif, serta membeli obat-obatan, ia kini dirawat hanya di rumah saja.

Sang ibu hanya mengandalkan obat-obatan tradisional. Bila malam tiba, Daffa sering mengerang kesakitan karena tidak tahan dengan rasa perih luka bakar tersebut. Dalam memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, ibu Daffa kadang dibantu para tetangga.

Maklum ia hanya seorang diri memenuhi kebutuhan keluarga, dan sebagai buruh rumah tangga, uang yang didapatkan kadang tidak menentu. Bahkan pekerjaan itu kadang ada, kadang kosong sampai berhari-hari.

Saat ini Rianti diharuskan membeli obat-obatan jika tidak kondisi Daffa bisa memburuk. Namun ia tidak berdaya, untuk makan saja susah, apalagi harus membeli obat, tentu ia tidak mampu. Makanya, saat rombongan Mapolsek Kamangbaru datang membesuk, Gianti haru bukan main.

Ia nyaris tak banyak berkata-kata, kepalanya tertunduk, sedih. Ia hanya bisa mengucapkan terimakasih yang amat tak terhingha karen rombongan polsek telah datang berkunjung ke rumahnya.

Kepada kapolsek dan jajaran, Gianti menceritakan, putranya, Muhammad Daffa, menderita luka bakar berat itu akibat terkena semburan api meriam bambu, dua bulan lalu. Saat itu ada hiburan meriam bambu di kampungnya, Daffa ikut dibawa menyaksikannya. Namun malang, terkena semburan api bercampur minyak tanah. Tubuh Daffa dari bagian pinggang sampai kaki terbakar.

Pascakejadian Daffa dilarikan ke puskesmas terdekat, kemudian mendapat perawatan medis beberapa hari lamanya. Karena ketiadaan biaya, ia terpaksa kembali dibawa pulang, dan menjalani rawat jalan saja di rumah.

“Kulitnya sempat melepuh, terkelupas, dan berair. Namun kini sudah mulai agak mengering,” ujar Gianti.

Kapolsek Kamangbaru, AKP Syafrudin Arif mengatakan, kedatangannya bersama sejumlah anggota ke kediaman korban adalah sebagai wujud kepedulian. Setelah beberapa waktu lalu mendapat kabar soal adanya seorang bocah 4 tahun dari keluarga kurang mampu terbaring lemah akibat menderita luka bakar. Karena itu ia memutuskan untuk turun memastikan keadaan korban.

Ternyata benar, nasib malang dialami sebuah keluarga kurang mampu, dan kini tengah berjuang untuk dapat kembali pulih. Ironisnya, korban berstatus yatim pula, hingga hanya diasuh dan dibesarkan oleh sang ibu.

Untuk sekadar meringankan beban, Kapolsek, Syafrudin Arif dalam kunjungannya turut menyerahkan bantuan bahan makanan (sembako), dan sejumlah uang. “Kita turut merasa prihatin melihat kondisi keluarga ini. Jika ada rezeki, ada baiknya para dermawan lainnya ikut membantunya,” tukas Syafrudin, didampingi Wali Jorong, Maryoto.

Sebelum kembali ke kantor, Kapolsek Kamangbaru di hadapan pihak keluarga dan sejumlah warga yang hadir, mengingatkan masyarakat agar selalu berhati-hati terhadap segala bentuk permainan tradisional, atau pun berteknologi canggih. Jika berpotensi berisiko, mencederai anak-anak, sebaiknya hindari.

“Apakah itu berupa tembak-tembakan, pakai api, benda tajam, dan lain sebagainya. Kasus ini mesti dijadikan pelajaran,” ingat Kapolsek, Syafrudin. (*)