Dari Keliling Kampung Sampai Buka Les Belajar Gratis, Ini Sosok Jafri Ayub

47
BERMANFAAT: Inisiator Rumah Baca Labuah Belok Jafri Ayub (kanan) dalam aktivitas berkeliling mendatangi anak-anak untuk dekat dengan buku bacaan, beberapa waktu lalu.(IST)

Nilai-nilai kepahlawanan bisa hadir di mana saja dan kapan saja. Sosok pahlawan itupun terkadang ada di sekitar kita dengan akitivitasnya yang kerap dianggap sederhana tapi punya arti besar. Seperti Jafri Ayub di Nagari Pasialaweh, Kabupaten Agam.

SEMANGAT untuk membawa kemajuan kepada dunia literasi di kampung halaman mendorong Jafri Ayub, 26, mendirikan sebuah rumah baca. Tempat itu dinamakannya Rumah Baca Labuah Belok (RBLB). Berlokasi di kediamannya di Labuahbelok, Jorong Palimbatan, Nagari Pasialaweh, Kabupaten Agam.

Kehadiran rumah baca itu berawal dari keprihatinannya melihat anak-anak kecil dan muda-mudi di lingkungan tempat tinggal yang nyaris tidak pernah membaca buku. Lalu dia juga khawatir dengan dampak buruk ponsel.

Oleh karena itu Ayub berinisiatif mengumpulkan buku bacaan untuk semua kalangan. Mulai dari anak-anak, remaja dan orang tua. Maksudnya untuk mendekatkan masyarakat dengan jendela ilmu, berupa buku.

Ayub berprinsip, membaca buku memiliki banyak manfaat. Salah satunya mendidik kepribadian. Dengan membaca seseorang akan memiliki ilmu dan pengetahuan yang luas. Dari situ ia dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.

Namun sebelum mendirikan rumah baca tersebut, Ayub memulai dengan berkeliling menggunakan motor. Dia tak sendirian. Tapi bersama teman-temannya yang juga peduli dengan dunia literasi.

Saat itu dia membawa bak khusus berisikan buku-buku bacaan. Mereka menamakannya Pustaka Keliling Labuah Belok. Kegiatan tersebut dimulai tahun 2018, saat ia masih aktif sebagai mahasiswa di UIN Imam Bonjol Padang.

Setiap bulannya ada sekitar ratusan buku donasi ia bawa. Layaknya motor kampas roti yang membawa buku dengan muatan lebih. Meski sedikit kesulitan ia tetap semangat demi mendorong minat baca anak-anak di kampungnya dengan buku-buku segar untuk dibaca.

Dalam seminggu Ayub bisa memutari beberapa jorong untuk membawa buku bacaan ke tempat anak-anak berkumpul. Anak-anak itu pun selalu menunggunya. Titik kumpulnya seperti di rumah warga atau lapangan.

“Meski begitu halangan dan rintangan tentunya silih berganti datang selama perjalanan membawa bahan bacaan untuk anak-anak. Mulai dari medan jalan yang licin hingga musibah di saat kegiatan. Namun itu tidak menyurutkan niat dalam membantu meningkatkan minat baca anak-anak di kampung halaman,” ucapnya.

Namun setelah beberapa waktu berjalan, ia mulai berpikir untuk membangun sebuah rumah baca yang dapat menampung lebih banyak pembaca dengan koleksi buku yang lebih lengkap tentunya. Maka, tahun 2019 dengan menggunakan dana pribadi ia pun mulai membangun Rumah Baca Labuah Belok di kediamannya.

Untuk rumah baca itu Ayub memanfaatkan halaman kosong di samping rumahnya. Orangtuanya pun memperindah rumah baca yang ia bangun dengan ukiran-ukiran dan ornamen yang dibuat sendiri.

Sejak itu Ayub mendapat bantuan dari kakaknya Defia Rahmi. Mereka pun semakin fokus dan serius dalam pengembangan Rumah Baca Labuah Belok. Kakaknya yang seorang guru juga ikut berdedikasi dalam menumbuhkan minat membaca untuk anak-anak di sekitar kediaman mereka. Salah satunya dengan membuka les belajar membaca gratis.

Tak lama berselang, awal tahun 2020 pandemi Covid-19 mulai menyerang sendi kehidupan masyarakat dan pendidikan yang mengakibatkan sekolah terpaksa tutup. Hal tersebut malah membuat rumah baca yang diinisiasi Ayub kebanjiran peserta didik. Seharinya Ayub dan kakaknya dapat meng-handle hingga 28 orang anak.

Hal tersebut menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri bagi dia dan kakanya. Karena masyarakat mempercayakan pendidikan anaknya ke rumah baca yang ia bangun. Pasca membludaknya rumah baca yang ia kelola, Ayub juga kedatangan relawan dari kawan-kawan sejawatnya di kampung halaman yang sama-sama peduli akan keberlansungan literasi anak di jorongnya.

Mereka pun mulai membantu Ayub dan kakanya dalam mengajar baca tulis kepada anak-anak di rumah baca. Kini, usai pasca pandemi Covid-19 dan sekolah kembali aktif, Rumah Baca Labuah Belok masih disinggahi pembaca dari dalam dan luar jorong. Setiap harinya ada beberapa anak dan mahasiswa yang membaca buku untuk belajar dan menambah wawasan.

Selain itu kakak Ayub, Defia Rahmi hingga saat ini masih fokus membuka kelas belajar membaca gratis. Meski hingga saat ini rumah baca mereka masih belum tersentuh bantuan berjenis apapun mereka tetap bertekad dan optimistis untuk mencerdaskan generasi penerus dengan rumah baca labuah belok. (***)