Tren Bisnis Melalui Fitur Live di Facebook dan Layanan Prima Gosend

50
Suci Mahardika, salah seorang pelaku bisnis yang memanfaatkan fitur live di facebook dan gosend untuk meningkatkan penjualan.

Kebanyakan orang menggunakan media sosial seperti facebook untuk berkomunikasi dan merajut pertemanan melalui dunia maya. Namun, tak sedikit juga yang memanfaatkannya untuk berbisnis. Prosesnya sangat sederhana, hanya dengan fitur siaran langsung (live) yang disediakan facebook, dan layanan prima gosend dari Gojek. Seperti apa cerita mereka?

Adetio Purtama, Padang

Seiring berkembangnya teknologi, banyak hal yang sebelumnya tidak bisa dilakukan oleh manusia seorang diri bisa diatasi dengan memanfaatkan berbagai macam teknologi yang diciptakan untuk mempermudah kehidupan manusia.

Pesatnya perkembangan teknologi khususnya media sosial, mengubah beberapa aspek kehidupan maupun kebiasaan manusia yang awalnya dirasa tidak bisa dilakukan, namun berkat bantuan media sosial hal tersebut bisa dilakukan.

Aktivitas jual beli secara konvensional yang membutuhkan tempat untuk berinteraksi, kali ini mulai mengalami pergeseran ke arah jual beli secara online akibat berkembangnya beberapa fitur atau item yang ditawarkan oleh sejumlah media sosial.

Salah satu bukti bisa dilihat dari mulai banyaknya masyarakat yang memanfaatkan fitur siaran langsung (live) di media sosial facebook untuk memperkenalkan, mempromosikan, dan menjual produk-produk mereka kepada teman-teman yang ada di dunia maya.

Salah satu orang yang memanfaatkan fitur live facebook yaitu Suci Mahardika. Suci Mahardika menceritakan, dirinya mulai untuk menjual produknya melalui live facebook sejak 2 tahun yang lalu.

Ia mengatakan, produk yang ia jual melalui live facebook adalah produk pakaian seperti gamis, syar’i, atasan, tunik, baju pesta, setelan rok dan celana, kemudian baju anak-anak.

“Sebenarnya sebelum saya jualan melalui live di facebook itu, awalnya saya jualan pakaian ini di rumah secara konvensional seperti menjual kepada teman-teman atau tetangga saja,” jelasnya.

Namun karena dirinya merasa penjualan secara konvensional tidak mendapatkan hasil yang maksimal, kemudian Suci beralih berjualan pakaian dengan memanfaatkan fitur live di facebook.

Akun facebook yang digunakan oleh Suci untuk jualan melalui siaran langsung adalah akun Suci Setiawan. Namun Suci mengaku, sebenarnya ia telah memberikan nama brand jualannya dengan nama G & K Olshop.

Lebih lanjut Suci menyampaikan, untuk jualan melalui siaran langsung atau live di facebook, dirinya bisa melakukan live sebanyak 3 sampai 4 kali dalam satu minggu.

“Sebenarnya sih tergantung dari stok barang yang ada pada saya. Jika barang lagi banyak, maka dalam satu minggu bisa setiap hari saya jualan via live di facebook,” ungkapnya.

Sementara untuk durasi waktu tiap satu kali live di facebook, Suci menyebutkan bisa menjual produknya secara live selama 2 sampai 3 jam. Waktu sering dimanfaatkan oleh Suci untuk jualan via live di facebook yakni pada pukul 20.00 WIB.

“Seringnya kalau jualan via live di facebook itu pada malam hari karena kalau pagi sampai sore, suami kerja sehingga yang jagain anak-anak tidak ada makanya dipilih jualan via live pada malam hari,” ujarnya.

Ketika live di facebook, Suci memamerkan produk pakaian yang jual dengan detail dan menjelaskan motif, ukuran, dan lainnya kepada orang yang menonton siaran langsungnya tersebut.

Suci mengatakan, biasanya orang yang menonton siaran langsung produk pakaian miliknya di facebook rata-rata berjumlah antara 40 sampai 50 orang dalam satu kali live.

“Jadi selama saya memamerkan produk pakaian di siaran langsung, pada penonton bisa bertanya-tanya tentang pakaian yang dijual di kolom komentar yang telah tersedia di fitur siaran langsung itu,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika ada yang minat dan ingin membeli, mereka bisa langsung mengirim pesan di inbox facebook, kemudian dirinya meminta nomor whatsApp (WA) pembeli untuk memproses pesanan.

Dalam satu kali live di facebook, pakaian-pakaian yang dijual Suci bisa laku terjual sekitar 40 sampai 60 jenis pakaian. Kondisi tersebut terjadi jika ramai orang yang menonton siaran langsung tersebut.

“Tapi kalau lagi sepi, satu kali live itu pakaian yang terjual kisaran antara 10 sampai 20 buah,” tukasnya.

Selain itu, Suci mengungkapkan, jika ramai penonton yang membeli, dalam satu kali life di facebook, ia bisa mendapatkan penghasilan atau laba dari jualan pakaian antara Rp800 ribu hingga Rp1 juta lebih.

Sementara itu, pengiriman barang yang telah dibeli oleh pelanggan biasanya dikirim dengan jasa pengiriman atau aplikasi Goshop. Suci menyebutkan, di saat pandemi Covid-19 merebak, pengiriman barang ke konsumen pun berubah dari awalnya mengantarkan langsung, tapi sekarang memanfaatkan Gosend.

“Karena pandemi Covid-19 kita semua harus memperhatikan protokol kesehatan, maka dengan aplikasi Gosend sangat membantu karena kami bisa memberikan rasa aman kepada pembeli dengan mengirim barang mereka menggunakan Gosend yang juga telah menerapkan protokol kesehatan Covid-19,” jelasnya.

Lebih lanjut Suci mengatakan, dibandingkan dengan berjualan dengan sistem konvensional atau offline di toko, penjualan secara online dirasa cukup efektif.

Menurutnya, selain modal usaha yang tidak terlalu besar, berjualan secara siaran langsung live di facebook bisa dilakukan di rumah sehingga bisa dekat dengan keluarga.

“Kalau secara offline kan, jualan harus butuh tempat seperti toko yang modalnya lumayan besar. Sistem online ini kan, saya membeli barang tidak terlalu banyak, namun penjualannya harus cepat,” ungkapnya.

Namun Suci mengaku, ke depan dirinya berencana membuka butik sendiri untuk menjual produk-produknya. Tapi, Suci tetap menjalankan bisnis pakaian melalui siaran langsung di facebook.

“Jadi ada dua metode penjualan yakni secara konvensional dan secara online melalui siaran langsung di facebook,” tukasnya.

Terpisah, orang yang juga memanfaatkan fitur siaran langsung di facebook untuk berjualan, Desmalinda Burlis mengaku, mulai berjualan melalui siaran langsung di facebook sekitar 5 bulan terakhir.

Ia mengungkapkan, sebelum beralih berjualan melalui siaran langsung di facebook, dirinya sempat membuka toko dan menjual produk jualannya berupa pakaian anak-anak.

“Tapi karena pandemi Covid-19 merebak di Kota Padang terjadi penurunan jumlah pembeli yang sangat siginifikan. Lalu, toko ditutup dan tidak diperpanjang. Jadi sebagai alternatif cepat, saya beralih berjualan pakaian anak melalui live facebook,” jelasnya.

Ibu rumah tangga itu menyebutkan, akun yang digunakan untuk berjualan pakaian anak-anak melalui siaran langsungnya adalah akun pribadinya sendiri yakni Desmalinda Burlis.

“Saya juga memiliki akun jualan pakaian anak-anak di media sosial instagram yakni @tokokece.pdg, tapi saya hanya live di facebook saja saat ini,” ungkapnya.

Lebih lanjut wanita yang akrab disapa Elin itu menyampaikan, siaran langsung di facebook dilakukan maksimal 2 kali dalam satu hari. Ia menyebut biasanya durasi siaran langsung dalam satu kali yakni sekitar 2 jam sampai 3 jam.

“Saat ini sebenarnya untuk jadwal live di facebook saya masih kurang disiplin. Kadang dalam satu hari hanya satu kali live di facebook lantaran saya punya anak yang harus belajar secara online dan menggunakan handphone,” ujarnya.

Ia menambahkan, setiap pakaian anak-anak yang berada di rumahnya kemudian diperlihatkan kepada para penonton di siaran langsung di facebook. Sembari memperlihatkan pakaian yang dijual, dirinya juga menjelaskan detail pakaian seperti bahan dasar, ukuran pakaian, dan lainnya.

Jumlah orang yang menonton siaran langsung jualan pakaian anak-anak dalam satu kali siaran biasanya berjumlah sebanyak 15 sampai 20 orang. “Karena saya baru 2 bulan aktif, makanya belum banyak yang nonton,” sebutnya.

Elin mengatakan, jika ada salah satu dari penontonnya ada yang ingin membeli pakaian yang dijual, mereka bisa langsung mengirim pesan ke inbox dan Elin akan meminta nomor WA calon pembeli untuk proses lebih lanjut.

“Jika nantinya proses jual beli disepakati, maka barang akan dikirim melalui layanan jasa online gosend atau ekspedisi. Karena belum ada kurir, jadi sistem antar langsung belum bisa dilakukan,” ujarnya.

Kemudian dengan memanfaatkan fitur Gosend tersebut, antaran dirinya dengan pembeli secara tidak langsung sudah menerapkan protokol kesehatan Covid-19 agar mengurangi aktivitas tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

Kemudian dibandingkan antara sistem penjualan secara konvensional dan penjualan memanfaatkan siaran langsung facebook, Elin mengaku, penjualan secara online lebih menghasilkan keuntungan yang lebih baik dari penjualan konvensional.

“Saya kan sebelum jualan siaran langsung ini, sempat buka toko. Karena pandemi virus Covid-19 ini, dan jumlah pembeli jauh menurun, jadi pendapatan secara konvensional tidak terlalu besar lagi,” ungkapnya.

Selain itu, bisnis jual beli secara konvensional dengan menyewa toko membutuhkan modal yang lebih besar dibandingkan dengan siaran langsung facebook. “Kalau siaran langsung, modal hanya handphone android dan paket data saja,” ujarnya.

Lebih lanjut Elin menyampaikan, jualan memanfaatkan fitur siaran langsung di facebook juga memudahkan dirinya untuk mengurus karena jualan dengan siaran langsung bisa dilakukan di rumah sendiri.

Terakhir, Elin mengatakan, ke depan dirinya ingin lebih mengembangkan jualan dengan memanfaatkan fitur siaran langsung di facebook. Kemudian, dirinya juga ingin merekrut karyawan tambahan untuk bisa menyebarkan siaran langsung di facebook ke banyak orang. (***)