Ponpes Kunci Padangpariaman Religius dan Cerdas

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni didampingi Sekkab Jonpriadi, menyerahkan bantuan secara simbolis untuk kalangan ulama terdampak Covid-19 di Padangpariaman. (IST)

Ali Mukhni benar-benar memahami visi yang telah dirancangnya. Sehingga, ia selalu berusaha keras, menjaga, dan mendukung setiap unsur yang pendukung visinya tersebut. Hal inilah yang dibuktikannya, dalam menjaga visi Padangpariaman religius dan cerdas, selama masa pandemi Covid-19 ini. Seperti apa?

Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni membuktikan janjinya. Yakni, bakal melanjutkan program bantuan untuk kalangan penggerak keagamaan di daerah Saiyo Sakato tersebut. Hal itu dilakukannya agar kualitas pendidikan dan keagamaan di sana tidak digoyahkan oleh pandemi saat ini.

Sebelumnya, Ali Mukhni telah menyalurkan bantuan untuk mubalig/ dai, guru TPA/TPSA/MDTA, serta imam/khatib/garin. Bantuan itu diyakininya bisa meringankan perekonomian orang-orang penting di bidang keagamaan tersebut.

Kali ini, Ali Mukhni mulai menyentuh pondok pondok pesantren (ponpes). Menurutnya, ekonomi pondok pesantren juga bisa terdampak Covid-19. Sebab, banyak santri yang harus dibina di dalamnya.

”Alhamdulillah, niat kita bersama para ulama kita sudah mencapai titik penyerahan bantuan untuk pondok pesantren. Kita merasa sangat bersyukur upaya ini terwujud,” ujar Ali Mukhni usai menyerahkan bantuan untuk pondok pesantren di Masjid Raya Padangpariaman, Rabu (13/5).

Dalam penyerahan bantuan itu, pihaknya ternyata tidak hanya terfokus untuk memberikan bantuan untuk lembaga pondok pesantren, tetapi hingga kalangan tenaga pengajar di pondok pesantren. Sebab, kedua pihak itu dinilai sangat penting dalam keberlanjutan pondok pesantren.

“Alhamdulillah, bantuan itu mampu mengakomodir pimpinan hingga guru pondok pesantren. Saya ikut terharu mendengar ucapan terima kasih dari para pembina dan guru pondok pesantren saat menerima bantuan,” ujar bupati yang rajin menyerukan ajakan bersedekah tersebut.

Ali Mukhni turut mengungkapkan bahwa pondok pesantren sangat berperan besar dalam mencapai visi “Mewujudkan Padangpariaman Religius dan Cerdas”. Sebab mereka memberikan pembinaan nilai keagamaan hingga kependidikan kepada generasi Padangpariaman.

“Di samping sekolah umum, visi ’Padangpariaman Religius dan Cerdas’ itu kuncinya di pondok pesantren. Makanya, kita tidak ingin pondok pesantren mengalami dampak signifikan karena kondisi sekarang,” ujar bupati peraih penghargaan peduli pendidikan Islam dari Kementerian Agama itu.

Untuk itu, Ali Mukhni berharap kalangan penggerak keagamaan dan pendidikan di Padangpariaman tetap semangat di tengah cobaan pandemi. Misalnya dengan terus menyerukan kepada masyarakat, agar mengikuti segala anjuran untuk memutus rantai penyebaran Covid-19.

”Mengutip dari ucapan Prof Duski Samad saat memberikan bantuan untuk kalangan ulama beberapa waktu lalu, bahwa ulama dikatakan oleh beliau sebagai ’Suluah Bendang dalam Nagari’. Ini sama-sama kita pahami kalau ulama salah satu kekuatan kita untuk sosialisasi yang langsung menyentuh masyarakat,” ujar bupati yang dikenal gigih dalam membangun masjid tersebut.

“Insya Allah, kita akan terus pertahankan bantuan ini. Setidaknya hingga kondisi membaik. Namun untuk kalangan ulama seperti mubaligh/dai, guru TPA/TPSA/MDTA, dan imam/khatib/garin, sebenarnya sejak dulu sudah kita bantu,” imbuhnya.

Kendati demikian, dalam kesempatan itu Ali Mukhni tetap mengingatkan masyarakat, khususnya generasi muda agar ikut mendukung penuh anjuran pemerintah. Sehingga, Padangpariaman, umumnya Sumbar bahkan seluruh wilayah Indonesia terbebas dari Covid-19.

”Generasi muda kita harus menjadi contoh dalam masa pandemi ini. Sebab, mereka yang akan menjadi pemimpin dan tokoh panutan kita ke depan. Jadi, ikutilah segala anjuran pemerintah,” pintanya di sesi akhir wawancara.

Membenarkan, Ketua MUI Padangpariaman Buya Tk Syofyan mengatakan bahwa apa yang disampaikan Bupati Padangpariaman sudah seharusnya diikuti masyarakat, terlebih generasi muda dalam menyikapi kondisi saat ini.

“Kita sangat berterima kasih kepada Pemkab Padangpariaman karena begitu sigap dalam penanganan kondisi sekarang. Salah satunya dengan memperhatikan fakir miskin hingga penggiat keagamaan,” ujar Syofyan.

Untuk itu, Tk Syofyan berharap agar Pemkab Padangpariaman terus mempertahankan keberlanjutan bantuan itu. Sehingga, hubungan pemerintah dan ulama terus terjalin baik, karena adanya rasa saling peduli.

Sedangkan Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padangpariaman, Syamsuardi Syurma menjelaskan bahwa bantuan yang disalurkan melalui pimpinan pondok pesantren yaitu Rp 1.250.000 perorang. Sedangkan untuk guru pondok pesantren Rp 800 ribu perorang.

Beberapa waktu lalu, lanjut Syamsuardi, bantuan juga sudah diserahkan pihaknya kepada 1.475 kepala keluarga (KK). Di antaranya berupa bantuan langsung tunai (BLT) untuk 340 mubalig/dai, 230 guru TPA/TPSA/MDTA, serta 309 imam/khatib/garin.

“Sedangkan menjelang Idul Fitri 1440 H juga akan disalurkan sekitar 5.000 paket bantuan sosial kepada fakir miskin, lansia, anak cacat atau disabilitas, dan para guru honor,” ungkapnya.

“Bantuan ini kita keluarkan dari dana Baznas yang 95 persen berasal dari gaji PNS di Padangpariaman,” imbuhnya mengakiri wawancara.

Selain menyerahkan bantuan untuk pondok pesantren, Ali Mukhni turut memberikan bantuan keluarga keluarga pasien positif Covid-19 di Padangpariaman. Yakni, TA dan HH yang kini sudah dinyatakan sembuh atau negatif dari virus tersebut. Bantuan dari uang pribadi Ali Mukhni tersebut, diserahkan melalui Camat Sintuk Toboh Gadang Sintoga Asyari, dan Camat Batanganai Suhardi. Nilainya masing-masing Rp 3,5 juta.

Usai menyerahkan bantuan, Ali Mukhni mengajak Ketua MUI Padangpariaman untuk turun dari Masjid Raya Padangpariaman menggunakan ekskalator yang baru diaktifkan di masjid tersebut. Katanya, ekskalator itu dipasang untuk memudahkan seluruh usia dan kalangan. Katanya, pembangunan ekskalator juga berkat masukan para tokoh penting dan ulama-ulama sepuh di Padangpariaman.

Menyikapi itu, Syofyan sangat mengapresiasi Ali Mukhni karena sangat responsif terhadap aspirasi masyarakat di sana. (***)