Mato Aia Dingin Paninggahan: Rasakan Sensasi Diving di Air Tawar

100
Kontur dasar bawah air Mato Aia Dingin yang eksotis membuat penyelam dari Diving Proklamator Universitas Bung Hatta, ingin menjajalnya.

Sumatera Barat memang indah luar biasa. Mulai dari laut, darat dan udara, yang membuat banyak wisatawan datang  menikmati dan  mengaguminya. Salah satu daya tarik tersebut adalah dengan spot diving yang banyak disuka oleh pehobi selam di seluruh dunia.

Berbagai macam karakter spot diving yang tersebar di seluruh perairan Sumatera Barat, tak terkecuali freshwater spot diving. Dan salah satunya ada di Kabupaten Solok, yakni pemandian alami Mato Aia Dingin di Nagari Paninggahan.

Pemandian Mato Aia Dingin dengan air yang jernih dan sejuk ini bisa sebagai salah satu tempat pelepas penat dari rutinitas kerja. Pemandian alami Mato Aia ini berbentuk dua kolam. Kolam yang lebih besar memiliki kedalaman sekitar 3 meter  dengan dasar yang eksotis dan bahkan terkesan misterius.

Pada salah satu bagian kolam itu terdapat pohon besar sejenis Pinus. Di tengah kolam juga terdapat onggokan bebatuan yang sampai ke permukaan, sehingga bisa dijadikan sebagai tempat jeda ketika berenang.

Cabang pohon kerap dimanfaatkan anak-anak untuk lokasi aksi terjun bebas ke kolam. Sedangkan kolam yang satunya lagi lebih dangkal, sebagai wahana pemandian untuk anak-anak. Jernihnya air membuat dasar kolam yang terdiri dari bebatuan dan pasir bisa dilihat dengan jelas.

Dipenuhi beberapa tetumbuhan air, mata air ini juga dihuni oleh biota khas air tawar. Sebelum dijadikan sebagai salah satu spot diving air tawar yang luar biasa, Pemandian Mato Aia Dingin  oleh penduduk setempat sebagai tempat mandi. Airnya yang sangat jernih dan bening membuat anak-anak menyukai mandi di sini.

Beberapa tahun belakangan, Pemandian Mato Aia Dingin  mulai didatangi oleh para pehobi photography underwater. Keeksotisannya membuat gatal para fotografer untuk mengabadikannya. Dan salah satunya adalah kami dari Diving Proklamator Universitas Bung Hatta. Kontur dasar bawah air Mato Aia Dingin  yang eksotis dengan kejernihan yang sangat luar biasa, membuatnya berbeda dengan spot diving lainnya.

Walaupun sangat jernih, dasar dari mata air ini adalah pasir yang bercampur dengan lumpur. Para penyelam, harus mempunyai buoancy atau kemampuan melayang yang baik. Karena jika tidak, pasir dan lumpur yang berada di dasar, akan terangkat naik karena kepakan fin, atau terkena bagian tubuh kita yang naik turun.

Perlu adanya pengaturan dan pengetahuan penyelaman yang baik, agar lingkungan pemandian alami tetap terjaga dengan baik dan selalu lestari.

Campur tangan pemerintah daerah harus mulai dilakukan pada tempat-tempat unik seperti Mato Aia Dingin ini, sehingga bisa menjadi salah satu andalan pariwisata alam setempat, sekaligus menjadi cagar alam yang aman bagi para penghuninya. (Indrawadi Mantari- Diving Proklamator Universitas Bung Hatta)