Melihat Pohon Pisang Berbuah Seribu, Lebih Diminati untuk Berswafoto

72
Seorang anak berfoto di samping pohon pisang yang berbuah sebanyak 1.000 buah. (Foto: Adetio Purtama-Padang Ekspres)

Biasanya satu batang pisang hanya memiliki 5 sampai 10 sisir buah pisang dengan jumlah buah hanya ratusan. Tapi pohon pisang di Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji mempunyai sekitar 50 sisir dengan buah mencapai seribu. Seperti apa?

Di depan salah satu rumah di RT 03 RW 04 Kelurahan Anduring Kecamatan Kuranji, terlihat satu batang pohon pisang yang memiliki tandan pisang yang memanjang ke bawah dan hampir menyentuh permukaan tanah.

Jika dilihat dari dekat, terdapat lebih dari 50 sisir di dalam satu tandan. Jika dijumlahkan satu batang pohon pisang tersebut memiliki seribu buah pisang. Kondisi tersebut tentunya sangat unik dan berbeda dibandingkan dengan pohon pisang pada umumnya yang hanya memiliki 5 sampai 10 sisir dengan jumlah buah pisang hanya mencapai ratusan buah.

“Tinggi satu tandan pisang ini kalau tumbuh dengan baik bisa hampir mencapai 2 meter dan sampai menyentuh permukaan tanah. Memang jumlah buah pisang yang dihasilkan oleh satu batang pohon ini bisa mencapai seribu buah,” kata pemilik pohon pisang, Zuryani, kepada wartawan, Senin (15/6/2020).

Wanita yang akrab disapa Ani itu mengatakan, jenis pisang yang tumbuh di depan rumahnya tersebut merupakan jenis pohon pisang seribu yang ia dapatkan dari saudaranya di Kecamatan Lubukbegalung (Lubeg).

Ia mengakui, tidak pernah menyangka buah yang dihasilkan oleh pohon pisang yang ia tanam bisa menghasilkan seribu buah dengan jumlah lebih dari 50 sisir dalam satu tandan pisang.

“Kata saudara saya, bibit pohon pisang ini akan mempunyai seribu buah. Awalnya saya tidak percaya, namun setelah berbuah, baru saya percaya,” ungkapnya.

Lebih lanjut dikatakan, ia menanam pohon pisang seribu sejak empat bulan yang lalu. Awal berbuah, panjang tandan pisang telah menunjukkan perbedaan dibandingkan tandan pisang pada umumnya.

“Lihat saja, panjang tandan pisang ini melebihi ukuran anak-anak usia 10 sampai 15, dan juga panjangnya bisa mencapai setinggi orang dewasa,” tukasnya.

Sejak pohon pisang tersebut mulai berbuah, banyak warga mengunjungi rumah Ani untuk melihat pohon pisang seribu tersebut. Bahkan hampir setiap sore, masyarakat yang didominasi oleh anak-anak datang ke rumahnya hanya untuk berfoto.

“Mungkin banyak masyarakat yang belum pernah melihat pohon pisang seribu ini, jadi mereka datang ke sini hanya sekadar penasaran dan berfoto di samping pohon pisang tersebut,” jelasnya.

Ia menyebutkan, pernah ada masyarakat yang ingin membeli bibit pohon pisang seribu dan menawar satu tandan buah pisang seribu tersebut. Namun ia bersama keluarga tidak ingin menjual buah pisang tersebut karena tidak ingin dikomersilkan.

“Pernah ada orang yang menawar pohon pisang seribu ini, namun jawaban kami adalah kami hanya ingin mengonsumsi secara pribadi bersama keluarga,” jelasnya.
Jika ada yang ingin meminta bibit pohon pisang seribu, Ani mau berbagi untuk membudidayakan pohon pisang seribu tersebut. (a)