Pencarian Ikhsan, Pelajar Hanyut di Lubuk Tongga, ”Pulanglah, Ibu Ikhlas!”

351
BERHARAP SEGERA DITEMUKAN: Asni (berkerudung cokelat) menangis dan bersedih mengingat putra bungsunya yang masih belum ditemukan.(SHYNTIA/PADEK)

Ibu merindukanmu, ibu sudah ikhlas nak, pulang lah nak!” ucap Asni, 55, ibu Ikhsan Maulana, pelajar yang hanyut di Lubuk Tongga Sabtu sore lalu dengan nada bergetar.

Ratapan itu terdengar samar-samar dari pinggiran Lubuk Tongga dari
sang ibu yang menanti kepulangan sang anak.

Asni kembali datang ke lokasi pencarian menantikan kehadiran sosok anak bujangnya yang hilang. Namun, memasuki hari kelima pencarian, Ikhsan belum juga berhasil ditemukan. “Bilo ama ka basuo jo Ikhsan nak. Kawan-kawan lah pulang, pek lah pulang wak lai nak,” ucapnya lagi.

Semenjak pagi, bibirnya yang menggigil tak merasakan nikmatnya sesuap nasi. Ia terus berharap kepulangan sang anak. Saat dijumpai Padang Ekspres di lokasi kejadian, tak ada satu kata pun yang bisa digambarkan selain kata pasrah.

Isak tangis, mata yang kian membengkak dan lidah yang kelu menggambarkan suasana pilu. “Ndak disangko mode ko do nak. Pulang lah lai nak, pulang wak lai. Ama lah ikhlas nak,” kata wanita berumur 55 tahun itu.

Di hari pencarian kelima nan pilu itu, Asni memunculkan kembali kenang bersama putra tersayang. “Anak ama ko elok nyo, ba kok sampai mode ko. Anak ama santiang, ndak pandai malawan. Patang diambiak annyo juo aia untuak ama nyo ko lai. Kini ama tunggu-tunggu inyo yang ndak tibo,” katanya meratap.

Asni masih tampak termangu, tatapannya nanar menatap penuh harap ke arah aliran sungai Lubuk Tongga nan kecoklatan bersama derasnya arus. Tak jauh dari tempat Asni termangu penuh harap, seorang pria berkacamata berdiri tampak tegar.

Namun matanya tak bisa membohongi kesedihannya yang tercermin karena kehilangan anak bungsunya yang ia sayangi.

“Alun juo lai nak, alun ado kaba baiak lai, lah sajak patang apak jo amak mananti di siko, sajak patang mato kami ndak namuah lalok,” katanya dengan nada yang hampir tak terdengar.

Baca Juga:  Ini Dia Sosok Polisi Inspiratif! Kompol Russirwan, si "Ayah" Yang Teladan!

Ujang berkisah, di matanya Ikhsan adalah anak yang baik, patuh dan sopan, dirinya tak menyangka Ikhsan akan pergi meninggalkannya dengan cara seperti itu.

“Antahlah lah nan ka dibaco nak, ndak manyangko apak saketek alah juo do, malang sakijok mato, nan kuaso nan punyo karajo, semoga capeklah handaknyo basuo, itu se pinto apak kini nyo,” kata pria berusia 58 tahun ini.

Ikhsan Maulana, buah hati pasangan Ujang dan Asni, pelajar yang duduk di kelas dua SMK 5 Padang itu, adalah salah satu dari tiga korban yang hanyut tersapu derasnya arus saat tengah berada di pemandian Lubuak Tongga, Sabtu sore lalu.

Dua orang teman Ikhsan, yakni Sintia Vita Loka dan Sadiah Ulfa, sudah ditemukan oleh Tim SAR, dengan kode hitam, alias meninggal dunia.

Jasad keduanya, ditemukan tersangkut di bebatuan sungai. Sedangkan satu orang rekan laki-laki Ikhsan, yakni Aditya Nugraha, berhasil menyelamatkan diri saat air bah tiba-tiba menerjang kala itu.

Berdasarkan keterangan yang berhasil dihimpun di Posko SAR pencarian para korban, Sintia Vita Loka adalah korban yang pertama kali ditemukan. Jasad Sintia ditemukan sekitar pukul 11.30 di lokasi yang berjarak sekitar 1,5 Km dari titik awal hanyut.

Kemudian tak lama berselang, sekitar pukul 13.45, korban selanjutnya atas nama Sadiah Ulfa, kembali ditemukan oleh tim gabungan tersangkut di bebatuan cadas sungai yang berjarak 500 meter dari lokasi titik awal.

Sedangkan seorang korban lagi, Ikhsan Maulana, memasuki hari kelima proses pencarian, masih belum ditemukan dan masih dalam proses pencarian oleh Tim SAR. (***)