Program 1 Keluarga 1 Tahfiz Quran Pariaman, Cetak 1.200 Tahfiz Quran

4
TAHFIZ QURAN: Wali Kota Pariaman Genius Umar bersama seorang penghafal Al Quran di Kota Pariaman pada wisuda akbar yang dilakukan sebelum pandemi Covid-19.(IST)

Tak hanya Program Satu Keluarga Satu Sarjana, Pemerintah Kota Pariaman juga memiliki Program Satu Keluarga Satu Penghafal (tahfiz) Al Quran. Program yang sudah berlangsung sejak 2019 ini setidaknya telah menghasilkan 1.200 anak-anak penghafal Al Quran di Kota Pariaman. Hafalan mereka pun beragam mulai dari 1 juz, 5 juz bahkan ada yang hafal 30 juz.

Tak hanya menargetkan anak-anak Kota Pariaman minimal pendidikan terakhir sarjana, Pemerintah Kota Pariaman juga menargetkan anak-anak di Kota Pariaman memiliki bekal ilmu agama yang kuat dengan menjadi penghafal Alquran. Tak tanggung-tanggung bahkan Pemko Pariaman meluncurkan program satu keluarga satu penghafal Al Quran sejak 2019 lalu.

Kabag Kesos Sekretariat Daerah Kota Pariaman Samsuardi kepada Padang Ekspres mengatakan, program Satu Keluarga Satu Penghafal Al Quran merupakan ide dari Wali Kota Pariaman Genius Umar dan termasuk salah satu program unggulan Kota Pariaman.

Dukungan terhadap program ini dijalankan dengan mendatangkan guru penghafal Al Quran ke sekolah-sekolah di Kota Pariaman. Guru tersebut membina anak-anak yang belum bisa membaca Al Quran dan anak-anak yang ingin menghafal Al Quran. Program berlangsung di sekolah umum dan agama mulai SD hingga SMA sederajat.


Untuk murid-murid SD, pelajaran menghafal Al Quran ini dilaksanakan di Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Awaliyah (MDTA) atau yang biasa disebut MDA yang dilaksanakan di tiap masjid di desa dan kelurahan.

Sedangkan untuk SMP sederajat program ini berlangsung di sekolah dalam program Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Wustha (MDTW). Pelaksanaan program ini biasanya berlangsung dua atau tiga kali seminggu setiap usai jam pelajaran umum. Begitu juga dengan SMA sederajat pelaksanaannya pada kegiatan Madrasah Diniyyah Takmiliyyah Ulya ( MDTU).

“Nah untuk guru yang mengajar pada program MDTA/MDTW/MDTW ini insentifnya dianggarkan di APBD sebanyak Rp 500 ribu perbulan. Alhamdulillah sejak dimulainya program ini anak-anak di Kota Pariaman makin giat menghafal Al Quran,” ujarnya kepada Padang Ekspres di ruang kerjanya kemarin.

Buya begitu ia akrab disapa menyebutkan, pada tahun 2019 telah berlangsung pelaksanaan wisuda akbar hafiz Al Quran mulai dari tingkat SD, SMP hingga SMA.
Jumlah hafalan mereka pun beragam mulai dari 1 juz, 5 juz hingga 10 juz bahkan sudah ada yang hafal 30 juz. Untuk yang hafal 30 juz tersebut ada dua orang, Emir Kasidi dan Zahra yang saat ini sedang menempuh pendidikan di SMA sederajat.

Baca Juga:  Susi Septriani: Penerima Program SKSS Pariaman, Nyaris Tak Kuliah

Program wisuda akbar ini terhenti pada tahun 2020 karna pandemi. Namun kegiatan program menghafal Al Quran tetap berlangsung dengan menghafal dirumah dan menyetor secara daring kepada guru pembina hafalan Al Quran.

“Jika kondisi memungkinkan rencananya wisuda akbar akan kembali dilaksanakan pada bulan Muharram nanti. Kami sedang mengusulkan agar ananda kami yang menghafal 30 juz untuk mendapatkan hadiah umrah,” ujarnya.

Program ini, sebutnya, sangat bermanfaat bagi anak-anak dan remaja di Kota Pariaman dengan menghafal Alquran mereka tidak hanya mendapatkan kemuliaan di akhirat namun juga kemudahan di dunia. Saat ini banyak perguruan tinggi yang menawarkan beasiswa bahkan bebas memilih jurusan bagi anak-anak penghafal Al Quran.

Ke depan ia menargetkan Kota Pariaman memiliki aplikasi e-tahfiz. Aplikasi ini nantinya memuat data elektronik jumlah keluarga yang sudah memiliki anak penghafal Al Quran dan jumlah juz yang telah dihafal.

Dengan adanya e-tahfiz memudahkan pendataan sekaligus memaksimalkan pembinaan kepada anak-anak penghafal Al Quran sekaligus memudahkan pencarian bibit penghafal Al Quran yang nantinya diikutkan dalam berbagai perlombaan.

Sementara itu salah satu siswa yang mengikuti program satu keluarga satu penghafal Al Quran, Musfira Handayani,16, menyebut sangat bersyukur adanya program ini. Fira begitu ia akrab disapa menyebut, sudah mulai menghafal Al Quran sejak SD dengan bimbingan orangtua.

Ketika memasuki MTsN, ia mengikuti program MDTW di sekolah sehingga ia sudah hafal 3 juz. Kemudian saat menempuh pendidikan SMA, Fira yang bersekolah di SMAN 1 Pariaman ini juga ikut program MDTU ini hingga saat ini ia sudah memiliki hafalan 6 juz.

Putri pasangan Rahimli dan Nurjamalis pada program ini ia tidak hanya menghafal Al Quran namun juga dibimbing memperbaiki bacaan dan dimotivasi untuk terus meningkatkan hafalan dan mengamalkan Al Quran dalam kehidupan sehari-hari, karna Al Quran adalah petunjuk ke jalan yang benar.

“Alhamdulillah saat ini saya sudah memiliki hafalan 6 juz. Mulai dari Juz 1,2,3,4,5 dan Juz 30. Saya juga sudah masuk menghafal Juz ke 6. Tujuan saya menghafal Al Quran ingin memberikan kemuliaan kepada orangtua di akhirat nanti,” ujarnya.

Saat pandemi setoran hafalan dilakukan secara daring. Fira berharap pandemi segera berakhir sehingga bisa melakukan setoran ayat Al Quran secara tatap muka. (*)