Guru di Limapuluhkota dalam Menyiasati Pembelajaran di Era Pandemi

Ilustrasi

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Limapuluh Kota bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) serta Ikatan Guru Penulis dan Penggiat Literasi (IGPPL), menggelar seminar online bertajuk Efektifitas Pembelajaran Daring Masa Covid-19. Apa yang menarik dari seminar itu?

Ruang kerja Kepala Disdikbud Limapuluh Kota di Tanjungpati, Harau, Kamis lalu (14/5), mendadak “disulap” menjadi tempat seminar. Namun, seminar di tengah pandemi Covid-19 ini, berbeda dengan seminar dalam situasi normal.

Pemateri dalam seminar ini, yakni Feri Fren dari Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar, tidak bisa bertatap muka secara langsung dengan peserta seminar yang berjumlah 100 orang, terdiri dari guru dan kepala sekolah. Sebaliknya, Feri hanya bisa menyampaikan materi secara virtual atau melalui saluran teleconfrence yang disiapkan Disdikbud bersama PGRI dan IGGPL Limapuluh Kota.

Tidak hanya Feri Fren yang harus memberikan materi secara virtual, tiga keynote speaker dalam seminar tersebut, juga melakoni hal serupa. Ketiga keynote speaker itu adalah Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi, Kadisdikbud Indrawati Munir, dan Ketua PGRI Radimas.

Meski hanya dilakukan secara virtual atau online, tapi seminar ini tetap menarik disimak. Apalagi, ada tiga topik penting yang dibahas. Mulai dari mensiasati pembelajaran di era Covid-19, penggunaan aplikasi microsoft dalam pembelajaran, hingga keberadaan PGRI dalam pendidikan era Covid-19.

Kadisdikbud Limapuluh Kota, Indrawati Munir kepada Padang Ekspres menyebutkan, sebelum seminar ini digelar, Disdikbud Limapuluh Kota bersama Komunitas Guru juga menggelar pelatihan guru online pada 5 Mei 2020. Pelatihan bertajuk “Satu Guru Satu Google Classroom atau Sagusagelas itu digelar secara jarak-jauh, dengan peserta 114 guru SD, SMP, SMA, dan SMK.

“Yang menarik dari seminar online atau pelatihan online ini adalah, bahwa ternyata teman-teman kepala sekolah dan guru di Limapuluh Kota, sudah bisa mengikuti perkembangan teknologi dan informasi. Memang begitu seharusnya guru milineal. Harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman,” kata Indrawati.

Selain harus mampu beradaptasi dengan perubahan zaman, menurut Indawati Munir, guru era milenial mesti memiliki kemampuan mengkritisi masalah pembelajaran yang efektif, menyelesaikan masalah, berkolaborasi dan berkomunikasi. “Paling penting lagi, guru di era milenial, harus kreatif dan inovatif. Mampu berliterasi dan menguasai teknologi informasi. Apalagi, di tengah pandemi virus korona, pemerintah masih menerapkan proses belajar dari rumah,” ujar Indrawati.

Terkait dengan proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring/jarak jauh ini, menurut Indrawati Munir, masih berlangsung di Kabupaten Limapuluh Kota, hingga 30 Mei 2020. Ini sesuai Surat Edaran (SE) Mendikbud Nomor 4/2020, Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/Menkes/260/2020, Instruksi Gubernur Sumbar Nomor 360/051/Covid 19-Sbr/IV-2020, dan Instruksi Bupati Limapuluh Kota Nomor 420/1128/1/DPK.LK/IV.2020.

“Proses pembelajaran daring di daerah kita, masih berlangsung hingga 30 Mei 2020. Proses belajar dari rumah melalui pembelajaran daring ini, harus dilaksanakan oleh guru dengan perencanaan yang baik dan bertanggung jawab. Kami meminta laporan dari guru dalam pembelajaran daring melalui aplikasi dan diteruskan ke Kemendikbud,” kata Indrawati Munir.

Dia menyebut, selama bulan Ramadhan ini, proses pembelajaran daring di Kabupaten Limapuluh Kota difokuskan pada Pesantren Ramadhan di rumah. Di mana, guru memberikan materi kepada peserta didik melalui daring atau jarak jauh. Sekaligus memberikan tugas fortopolio (kertas kerja) yang berkaitan dengan penumbuhan nilai budi pekerti luhur.

“Selama proses pembelajaran daring ini, kita minta kepada orang tua peserta didik untuk membantu mengawasi dan mengendalikan putra-putri mereka masing-masing. Terutama sekali, dalam melaksanakan kegiatan amal Ramadhan dan meningkatkan budi pekerti luhur. Selain itu, jaga pula kesehatan anak-anak kita. Jangan biarkan mereka keluar rumah hingga larut malam,” kata Indrawati.

Ini juga disampaikan Bupati Limapuluh Kota, Irfendi Arbi. Bahkan, tidak hanya meminta orangtua untuk memantau tugas pesantren Ramadhan yang diberikan guru secara online. Irfendi Arbi juga berharap seluruh sekolah di Limapuluh Kota, tidak menurunkan kualitas layanan terhadap siswa, meskipun dalam situasi pandemi Covid-19.

“Jangan sampai, virus korona menurunkan kualitas layanan terhadap para siswa.  Kita berharap, teman-teman pendidik, terus berpikir bagaimana, mutu pendidikan tetap terjaga. Carilah strategi yang tepat mengoptimalkan pembelajaran dan pembinaan karakter siswa dalam masa Work From Home (WFH) saat ini,” ujar Irfendi Arbi sebagai keynote speaker dalam seminar online yang digelar Disdikbud Limapuluh Kota. (***)