Objek Wisata Kapalo Banda Saat Pandemi, Bersyukur Masih Dikunjungi 

10
beberapa pengunjung tengah mengayuh rakik di objek wisata Kapalo Banda Nagari Taram, Kecamatan Harau.(NET)

Antusiasme masyarakat mendatangi objek wisata, ibarat obat penghilang stres ketika pandemi Covid-19, yang tak kunjung berakhir. Begitulah sepertinya motivasi kehadiran sejumlah pengunjung ke Kapalo Banda, Nagari Taram, Kecamatan Harau. Dengan harapan dapat memberikan ruang pendapatan bagi para pegiat usaha kecil di kawasan itu.

Sejumlah orang bersama keluarga, menikmati keindahan alam sambil mengayuh, “Rakik” di Objek Wisata Kapalo Banda, Nagari Taram, Kecamatan Harau, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumbar.

Rakik merupakan, beberapa batang bambu yang disatukan hingga mampu menjadi alat transportasi sungai khas warga di Kapalo Banda. Rakik inilah yang disewakan kepada pengunjung di objek wisata Kapalo Banda, sebagai salah satu sumber pendapatan bagi warganya.

Sebelelum memasuki kawasan yang merupakan pertemuan dua aliran sungai itu, pengunjung diminta patuhi protokol kesehatan, terutama penggunaan masker. “Di dalam Bapak, Ibu harus menggunakan masker,” ungkap seorang pemuda di pintu masuk kawasan, ketika Padang Ekpsres berkunjung, Minggu (18/7).


Sejumlah kendaraan roda empat terlihat berjejer di tempat parkir, usai membayar Rp 10 ribu untuk dua orang dewasa dan dua orang anak serta satu orang balita dan petugas pun mempersilahkan memilih tempat parkir yang masih tersedia.

Sejumlah pengunjung terlihat menikmati, keindahan alam. Tentu saja jarak antara satu orang dengan yang lainnya, cukup terpisah di kawasan Kapalo Banda yang cukup luas. Artinya jika soal jaga jarak, tidak akan ada rasanya perlu diragukan, sebab sudah pasti antara satu orang dengan orang lainnya akan berjarak aman, bahkan lebih dari dua meter karena lapangnya lokasi tersebut.

Baca Juga:  Objek Wisata Goa Batu Kapal Diperbaiki

Pondok-pondok sederhana di sepanjang aliran sungai, menjadi tempat warga mengais rezeki. Menyediakan jajanan, penyewaan rakik hingga pelampung anak bagi pengunjung. Hanya sejak di masa pandemi, masyarakat pegiat usaha di tempat ini, juga alami pasang surut pendapatan.

“Meski rezeki tetap ada, namun sejak di masa pandemi memang pendapatan sedikit berkurang. Pengunjung dari sejumlah daerah dibatasi, bahkan saat hari-hari libur seperti lebaran, masyarakat tak bisa pulang kampung,” ungkap Mak Gadih, salah seorang pemilik warung kecil, di bantaran Kapalo Banda, Taram, kemarin.

Kendati begitu, jualan jajanan hingga penyewaan 4 unit rakik miliknya, tetap menghasilkan pendapatan. Hanya saja memang ada pengurangan dari tahun-tahun sebelumnya.

“Semoga pandemi ini segera berakhir, pengunjung bisa ramai setiap hari dan memuncak pada hari-hari istimewa,” ucap ibu berusia sekitar 60-an tahun itu.

Tidak hanya Mak Gadih, sejumlah warga di Kapalo Banda dan pemuda juga mengharapkan hal yang sama. Jika kunjungan semakin tinggi, roda ekonomi bagi pelaku usaha kecil di kawasan ini, akan ikut membaik. “Ke depan, harapan kita semoga tak banyak lagi pembatasan,” tutup Mak Gadih.(***)