Uda Rio, Founder Kanal Youtube Garundang: Konsisten, Inovatif dan Kreatif

138
INFLUENCER SUKSES: Verio Hasferi alias Uda Rio, sebagai seorang konten kreator terus memacu diri untuk konsisten berkarya.(DOK. UDA RIO)

Pernah melakoni berbagai konten, mulai dari konten tutorial, musik, hingga edukasi. Sampai akhirnya dikenal dengan konten-konten sketsa komedi segar yang diusungnya di kanal Youtube Garundang. Begitulah Verio Hasferi yang lebih dikenal dengan Uda Rio. Bagaimana kisahnya?

MEMACU diri untuk selalu konsisten berkreativitas merupakan hal utama yang sangat penting dalam menjalani hidup di masa kini. Setidaknya begitulah prinsip yang dipegang Verio Hasferi, pentolan sekaligus founder kanal Youtube Garundang, saat berbincang dengan Padang Ekspres, Jumat (14/10) lalu.

Uda Rio merupakan salah satu konten kreator besar di Sumatera Barat. Ia cukup aktif berkreasi di berbagai platform media sosial hingga diikuti oleh ratusan ribu pengikut. Diantaranya lewat kanal Youtube Garundang yang diia besarkan sejak 6 tahun lalu. Kini kanal itu telah memiliki 261 ribu subscriber.

Selain itu, juga lewat Instagram @udario.id yang sudah memiliki 101 ribu followers, dan juga di TikTok @udario.id yang memiliki 228 ribu pengikut. Di ketiga platform itu ia konsisten mengeluarkan karya berupa konten-konten komedi yang selalu bisa menarik perhatian penonton hingga hampir setiap videonya disukai oleh puluhan ribu penonton.

Dengan catatan demikian, wajar rasanya jika Verio patut disebut sebagai salah satu influencer sukses di Sumbar saat ini. Namun, dia mengaku hal itu didapat bukan dari proses yang instan. Melainkan buah perjalanan dan kerja keras di masa lalu.

“Untuk sampai di titik seperti saat ini, sebenarnya banyak yang sudah saya coba sebelumnya, ini bukan sesuatu yang instan, melainkan banyak proses yang sudah saya lalui,” ujar lelaki 35 tahun tersebut.

Sejak mengenal dunia kreatif, khususnya konten kreator pada 2008 silam, hingga kini Uda Rio masih tetap konsisten membikin konten-konten komedi. Menurutnya untuk bersaing di dunia kreatif, konsistensi berkarya merupakan hal utama agar tetap bisa bertahan dalam kerasnya persaingan antar kreator.

Awalnya, Uda Rio mulai tertarik untuk menekuni konten kreatif saat salah seorang sudaranya bisa mendapatkan pemasukan melalui google adsense. Namun saat itu masih belum berupa video tau Youtube.

Kemudian, ia terus mencari pembelajaran terkait cara-cara menghasilkan konten yang diminati masyarakat. Lalu, tahun 2010 ia pun mengenal Youtube dan mulai belajar tentang cara membuat video, editing dan finishing sebuah video yang layak.

“Saya sama sekali tidak memiliki latar pendidikan tentang ilmu teknologi maupun terkait produksi sebuah konten. Itu saya pelajari secara otodidak,” ungkapnya.

Setelah itu, Uda Rio mulai menggarap berbagai video. Mulai dari musik. Karena ia pernah sekolah di SMKI Padang jurusan musik. Kemudian ia meng-uopload-nya ke Youtube, Facebook dan platform lainnya. Itu rutin dilakukan minimal 3 kali Satu minggu.

Tapi, tidak ada satupun video-video tersebut yang mendapat respons kuat dari penonton.
Tak patah semangat, ia pun mencoba berbagai konten lainnya. Ada tutorial, vlog dan semua hal yang menurutnya menarik. Mamun masih belum juga mendapatkan apresiasi seperti yang diharapkan.

Tidak terpikirkan olehnya bahwa mendapatkan uang dari pekerjaan tersebut tidak mudah. Bahkan ia juga sering mendapatkan tertawaan dan kritikan dari netizen maupun warga.

“Mulai tahun 2008 sampai 2015, itu benar-benar belum ada konten yang bisa menarik banyak penonton. Tapi tetap saja saya selalu menargetkan bahwa saya bisa sukses di bidang ini (konten kreator),” jelasnya.

Lalu, setelah itu dia mulai tertarik untuk menggeluti dunia komedi. Saat itu dari yang ia lihat banyak konten-konten komedi berbahasa Minang yang mendapatkan apresiasi luar biasa dari penonton.

Yang jelas, tegasnyua, menjadi konten kreator bukan karena terjerumus atau tidak sengaja. Juga bukan karena latar Pendidikan. Melainkan sebuah hal yang sudah ia tekadkan sejak awal mulai terjun ke dunia kreatif.

Maka itu, sejak melihat komedi Minang digemari banyak orang di Youtube, ia pun mulai menggarap konten-konten berbau komedi dengan harapan menuai respons positif dari penonton. Ia mulai membuat video singkat di Youtube, Instagram dan Facebook. Ternyata hasilnya luar biasa, banyak disukai penonton.

“Tahun 2016 saya mulai membuat kanal Youtube Garundang dan fokus pada sketsa komedi Minang. Namun saya masih sebagai orang dibalik layar,” tambahnya.

Bukan Orang Yang Suka Melucu

Awal dibentuknya Garundang, Uda Rio bukan pemain atau talenta dalam sketsa komedi. Tapi lebih kepada produser atau orang di balik layar saja. Karena, dalam kehidupan sehari-hari Uda Rio bukan orang yang suka melucu. Maka itu, ia bekerja sama dengan teman-temannya yang lebih paham tentang situasi komedi.

Meski satu tahun pertama sketsa komedi yang ditampilkannya cukup sukses, bukan berarti jalan yang ditempuhnya selalu mulus. Ia juga menghadapi perbedaan visi dengan teman-temannya. Sehingga menempatkannya pada sebuah situasi yang saat itu Garundang hanya memiliki satu talenta.

“Mau tidak mau, untuk terus konsisten berkarya saya harus main di Garundang, sejak itu saya mulai mengisi posisi sebagai pemain sekaligus pembuat materi,”tuturnya.

Lalu, karena karakternya dalam kehidupan sehari-hari yang tidak terlalu pandai melucu, maka harus menyesuaikan diri saat berakting sebagai pemain di sketsa komedi Garundang. Ia pun terlatih untuk profesional. “Saya di depan kamera berbeda dengan saya di belakang kamera. Karena untuk menjadi besar kita harus profesional,” cetusnya.

Tahun 2017 ia pun mulai kenal dengan Mak Ipin yang kemudian direkrut untuk menjadi salah satu talenta di Garundang. Kemudian dia mengajak Godok yang saat itu merupakan sahabatnya dari kecil dan juga kru Garundang untuk bermain. Hingga kemudian terbentuk formasi talent Uda Rio, Mak Ipin, dan Godok sebagai pemain utama sampai sekarang.

Sejak itu, peminat konten komedi Garundang semakin banyak, subscriber pun naik secara signifikan. Bahkan di tahun 2017, Garundang menjadi pemenang YouTube NextUp dari 12 finalis seluruh Indonesia. Salah satu ajang yang diadakan Youtube bagi para kreator dalam membangun channel-nya.

Setelah sukses membuat kanal youtube Garundang dan dikenal di seantero Sumbar, bahkan hingga di luar Sumbar. Menurut Uda Rio justru fase terberatnya adalah saat ini. Yakni bertahan di titik yang telah dicapai saat ini.

“Sekarang kita masuk pada level selanjutnya. Yakni bagaimana bertahan. Itu saya sadari jauh lebih berat, dan cara paling ampuhnya ya konsisten berkarya,” tegasnya.

Ia menyebut saat ini fokus melakukan berbagai inovasi dan eksperimen konten. Karena persaingan sangat ketat. Siapa yang mudah jenuh akan jatuh begitu saja. Apalagi, saat ini berbagai platform medsos sudah berkembang. Dan tinggal bagaimana memanfaatkan itu sebagai sebuah peluang.

Ia tak menampik pernah merasakan bosan. Pernah jenuh. Baginga itu merupakan hal wajar jika bergelut di sektor kreatif yang kadang dituntut untuk melakukan hal-hal yang sama berulang-ulang. Maka itu, memacu diri untuk selalu berinovasi menurutnya merupakan “obat” mujarab dalam mengatasi persoalan seperti kejenuhan itu dalam meniti karier sebagai konten kreator.

“Saya pribadi selalu menekankan untuk bangkit dari kejenuhan dan terus memacu diri berkarya, karena mau tidak mau, untuk bertahan di masa kini kita harus selalu kreatif dan inovatif. Namanya saja sudah konten kreatif, ya harus kreatif dan konsisten,” jelasnya.

Ia menyebut untuk menciptakan ide inovatif dalam konten yang akan dibikin maka juga diperlukan referensi dan pengetahuan dari berbagai hal. Meskipun konten Garundang dan @udario.id bertema komedi, ia menyebut sering menonton film dari berbagai jenis film, baik aksi, horror, drama romantis dan lainnya.

Hal itu dilakukan agar mendapatkan banyak referensi yang kemudian sangat berguna dalam membuat materi konten yang inovatif, serta juga membiasakan diri untuk mengapresiasi berbagai karya.

“Saya juga selalu belajar untuk mengapresiasi karya orang. Karena saya juga ingin karya saya diapresiasi orang. Dan yang jelas saya saat ini terus memacu diri untuk konsisten, inovatif dan kreatif,” tukasnya. (***)