Pemilik Hotel Terdampak Pandemi Butuh Stimulus agar tak Gulung Tikar

Sejak Maret 2020 lalu, saat pemerintah mengumumkan pandemi Covid-19 hingga sekarang, situasi dan kondisinya belum banyak berubah. Kamar-kamar hotel banyak yang kosong. Umumnya masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. Pilihan itu sebagai antisipasi agar tidak terkena Covid-19.

Kondisi tingkat hunian hotel yang menurun saat ini juga diungkapkan  Pemilik Hotel Grand Asrilia Bandung Asril Das ketika berbincang dengan Pakar Komunikasi dan Motivator Nasional Aqua Dwipayana, pekan lalu.

“Mudah-mudahan teman-teman Pak Aqua kalau ke Bandung berkenan menginap di Hotel Grand Asrilia. Mungkin juga ada acara yang memerlukan hotel di Bandung. Hotel Grand Asrilia terletak di daerah yang cukup strategis yaitu di Jalan Pelajar Pejuang 45 No 123 Telp 022-73514111. Menuju ke sana yang terdekat adalah keluar dari tol Buah Batu,” ungkapnya  kepada Aqua.

Sejak Selasa (17/11/2020) hingga Rabu (18/11/2020) pagi, Asril dan Aqua intens berkomunikasi. Aqua  lebih banyak mendengarkan curahan hati Asril atas dampak yang dirasakannya akibat pandemi Covid-19.

“Semua yang disampaikan Asril bisa dikatakan mewakili perasaan para pengusaha hotel di Tanah Air. Kamar-kamar hotel banyak yang kosong. Umumnya masyarakat membatasi aktivitas di luar rumah. Pilihan itu sebagai antisipasi agar tidak terkena Covid-19,” jelas Aqua.

Sementara instansi pemerintah dan swasta yang biasanya sering melaksanakan rapat di hotel-hotel, lebih memilih untuk melakukannya secara virtual memakai Zoom. Selain lebih efisien juga agar pesertanya tidak terkena Covid-19.

Asril yang semangat sekali saat komunikasi dengan Aqua menambahkan, Hotel Grand Asrilia miliknya yang beroperasi mulai 28 Juli 2016 terletak di tengah kota, dikelilingi banyak hotel besar dan kecil, serta berbagai kuliner.

Baca Juga:  Gandeng Dua BUMN, Target Vaksinasi Tahap Pertama Usia 18-59 Tahun

Hotel Grand Asrilia, jelas Asril memiliki 300 kamar tidur, 28 ruang rapat berbagai ukuran, Ballroom dapat menampung 3.000 orang, kolam renang, kafe, restoran, mesjid yang representatif, parkir yang sangat luas, dan lainnya.

“Insya Allah semua tamu yang akan menginap dan menggunakan fasilitas Hotel Grand Asrilia tidak akan kecewa. Untuk itu silakan dicoba,” kata Asril berpromosi.

Dampak dari pandemi Covid-19 menurut Asril, tamu Hotel Grand Asrilia sepi. Akibatnya dengan berat hati pihaknya mengurangi karyawan secara drastis. Dari semula 180 orang jadi 60 orang.

Tidak hanya itu, 50 persen daya listriknya dikembalikan ke PLN. Sedangkan pajak, bunga, dan cicilan bank ditangguhkan sampai dengan Desember 2020.

“Setelah itu Wallahualam, tidak tahu apa yang akan terjadi. Pasrah…Selama ini kami pengusaha hotel hidup dari rapat-rapat yang dilaksanakan pemerintah. Saat pandemi Covid-19 kegiatannya lewat Zoom. Kalaupun acara di luar Jakarta lokasinya dekat ibu kota seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi. Kalau pemerintah tidak mengeluarkan kebijakan kembali mengadakan rapat di hotel, saya yakin banyak hotel yang akan gulung tikar terutama kami di Bandung. Apalagi yang punya utang di bank seperti saya,” ujar Asril lirih.

Laki-laki asal Sumatera Barat itu menambahkan, pemerintah pernah berjanji akan menggelontorkan dana relaksasi kepada hotel dan restoran. Namun sampai sekarang pihaknya belum berhasil mendapatkannya meski sudah mengurusnya.

“Saya berharap dana yang dijanjikan itu segera bisa diperoleh. Hal tersebut sangat membantu untuk kesinambungan bisnis hotel saya,” pungkas Asril. (esg)