Kisah Rian Afdol, Sulap Limbah Botol Kaca Jadi Karya Seni Bernilai Jual

57

Kehilangan pekerjaan akibat pandemi Covid-19, tak menyurutkan semangat Rian Afdol, 28, untuk berkarya. Dengan bakat mengukir yang dimilikinya, Rian berhasil menyulap limbah botol kaca menjadi lampu hias ukir yang memiliki nilai jual.

Deru mesin drill mini terdengar di salah satu ruangan yang berada di kawasan kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Imam Bonjol Padang. Rian Afdol, perajin botol kaca ukir, sedang sibuk memainkan alat itu di permukaan botol kaca. Terlihat motif yang diukir di botol kaca tersebut menyerupai bangunan rumah gadang.

Berawal dari hilangnya pekerjaan di bidang percetakan akibat pandemi Covid-19, Rian kemudian menyibukkan diri untuk mengukir botol-botol kaca bekas yang dia temukan di sekitar lingkungan. Siapa sangka botol kaca ukir tersebut ketika dijual bisa mencapai ratusan ribu rupiah.

“Sekitar tahun 2020 lalu, saya bekerja di Jakarta di bidang percetakan. Karena sepi pembeli akibat Covid-19 saya putuskan untuk pulang kampung ke Padang dan mencoba peruntungan baru,” kata Rian kepada Padang Ekspres, kemarin (21/12).

Awalnya pria lulusan jurusan Studi Agama-Agama UIN Imam Bonjol Padang itu tidak berencana untuk membuat kerajinan botol kaca ukir melainkan mengukir dengan menggunakan media kayu, besi, dan alumunium.

“Ayah saya kebetulan bekerja sebagai tukang kayu, jadi sisa kayu itu banyak di rumah sehingga saya memilih mengukir motif di media kayu tersebut,” katanya.

Karena mengukir di media kayu, besi, dan aluminium sudah banyak dilakukan oleh orang maka dirinya mencoba untuk mencari sesuatu yang baru yang belum pernah atau jarang dibuat oleh orang lain sehingga munculah ide untuk memanfaatkan media botol kaca.

Bahan-bahan yang dibutuhkan juga sangat mudah ditemukan dan tidak menghabiskan biaya banyak. Botol-botol kaca itu didapatkan dari tempat sampah maupun yang ditemukan di sekitar tempat ia tinggal.

Rian mengungkapkan, proses pengukiran sendiri terbilang sangat mudah. Sebelumnya botol-botol kaca bekas itu dibersihkan. Kemudian diukir motif yang diinginkan di permukaan botol kaca dengan menggunakan alat drill mini.

“Untuk motif yang saya buat sendiri cenderung motif ukir Minang yang sedikit diubah dengan gaya baru. Namun saat ini mulai saya kombinasikan motif Minang dengan beberapa motif ukir dari negara lain seperti India,” ungkapnya.

Baca Juga:  Menyigi Surga Khusus Amai-Amai di Nagari Jaho, Ikon Nagari Sarat Sejarah

Setelah proses pengukiran selesai, selanjutnya dibuat wadah untuk memasang botol kaca ukir itu dengan lampu hias. Wadah tersebut menggunakan bahan dasar kayu yang juga sudah diukir atau dibuat sedemikian rupa.

Lebih lanjut dijelaskan, dalam satu hari Rian bisa membuat sebanyak 2 botol kaca ukir. Bahkan ada beberapa karya yang dibuat menghabiskan waktu sampai berminggu-minggu karena tingkat kerumitan motif yang dibuat sangat tinggi.

Pada awal-awal pembuatan, Rian memang sempat mengalami kesulitan dalam mengukir di permukaan botol kaca bahkan sempat beberapa botol kaca pecah saat diukir. Namun seiring berjalannya waktu, kesulitan itu bisa diatasi.

Ia menambahkan, motif yang diukir di permukaan botol kaca bisa dipesan oleh pembeli sesuai dengan keinginan mereka. Pastinya semakin rumit dan besar botol kaca ukir yang dibuat maka akan semakin mahal harganya.

“Harga satu botol kaca ukir ini berkisar antara Rp 100 ribu sampai Rp 200 ribu sesuai dengan bentuk motif atau kerumitannya dan ukuran botol kaca ukir tersebut,” tutur Rian.

Sementara itu, untuk pemasaran kerajinan, saat ini Rian lebih memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan karya-karya seni yang ia buat. Pembeli sendiri tidak hanya berasal dari Sumbar saja tapi beberapa daerah di luar Sumbar.

Dari mengukir limbah botol kaca tersebut, Rian bahkan berhasil mendapatkan penghasilan sampai jutaan rupiah per bulan. Penghasilan akan semakin bertambah jika ada momen tertentu seperti pernikahan, ulang tahun dan hari raya besar keagamaan.

“Jadi selain bisa mendukung program pengolahan atau daur ulang sampah, dari kerajinan ini bisa menambah penghasilan untuk kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Rian berharap agar karya seni atau kerajinan botol kaca ukir ini bisa dikenal luas oleh masyarakat sehingga semakin banyak pesanan masuk maka akan terbuka lapangan pekerjaan dari kerajinan tersebut. (***)