Kisah Nakes di Pelosok Solsel: Ambulans Terperosok, Mesti Bawa Cangkul

260
SULIT: Ambulans Puskesmas Lubuk Ulang Aling, Solsel terperosok di badan jalan Provinsi di Landau saat akan merujuk pasien ke RSUD Solsel beberapa hari lalu.(IST)

Perjuangan tenaga kesehatan Puskesmas Lubuk Ulang Aling, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan, menembus jalan tanah berlumpur sungguh sulit. Saat bawa pasien, ambulans sering terperosok di badan jalan berlumpur. Seperti apa kisahnya ?

Akses yang sulit menjadi kendala utama tenaga kesehatan bertugas di daerah terpencil Solok Selatan. Mereka berjuang menyeberangi Sungai Batang Hari yang luas menggunakan perahu tempek untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat daerah terpencil.

Sementara, menembus Padangaro, Pusat Kabupaten Solok Selatan sangatlah berat. Terutama melewati sekitar 36 Km jalan dari Lubuk Ulang Aling Tengah (LUAT) menuju Nagari Abai. Sebab infrastruktur jalan Provinsi tersebut kondisinya parah, terutama saat musim hujan melanda daerah Solok Selatan.

Ketika tenaga medis hendak merujuk pasien ke RSUD Solok Selatan, seragam putih berubah jadi warna kuning terkena lumpur. Bila jalan bagus bisa ditembus 15 menit. Namun sekarang bisa 3-5 jam ketika ambulans tersangkut.

“Tidak ada kata menyerah, dan lelah melewati rintangan terparah sekitar 36 KM jalan Provinsi. Begitulah pengabdian tenaga medis di daerah sulit demi kesehatan dan menyelamatkan nyawa pasien,” kata Wetra Fauza Kepala Puskesmas Lubuk Ulang Aling yang kini dipercaya sebagai Kasubag Umum di Dinas Kesehatan Solok Selatan kepada Padang Ekspres Senin (20/12).

Pimpinan puskemas daerah terpencil tersebut masih kosong, namun beban tugas juga masih berada di pundaknya, jelang ditunjuk pimpinan yang baru oleh Pemkab Solok Selatan.

Menurutnya, petugas medis harus bawa cangkul ketika mau antar pasien. Sebab ketika ambulans terpuruk, maka sopir dan tenaga medis akan bekerja mencangkul tanah di badan jalan,” ucapnya.

Dia mengenang, ketika bersama tenaga medis menuju Lubuk Ulang Aling dan sebaliknya. Pergi dengan seragam putih, pulang dengan kotoran tanah jalan.

“Tentu saja, harapan kami tenaga kesehatan bisa menembuh jalur infrastruktur yang baik dan bagus. Agar pasien dan masyarakat tidak terlantar ketika mau dirujuk ke rumah sakit,” harapnya.

Baca Juga:  Menyigi Surga Khusus Amai-Amai di Nagari Jaho, Ikon Nagari Sarat Sejarah

Sejak musim hujan selama Desember 2021, jalan itu sangat parah. Sebanyak 18 orang tenaga medis berjuang untuk pelayanan kesehatan. Dan di Puskemas Lubuk Ulang Aling, sebutnya, ada 2 orang dokter umum, 3 dokter gigi, 1 perawat, dibantu 7 bidan di desa. Termasuk 1 Ns perawat dan 1 orang bidan.

Dia mengaku sudah tiga minggu tidak ke Lubuk Ulang Aling, sejak mendapatkan amanah baru sebagai Kasubag Umum di Dinkes. Jalan provinsi itu imbuh Wetra, titik terparah berada di Landau, Jorong Tanjung Limau Kapeh, Nagari Lubuk Ulang Selatan.

Dia berharap tahun depan ada anggaran yang dikuncurkan Provinsi Sumbar dan perjuangan Anggota DPRD Provinsi Sumbar perwakilan Solok Selatan. “Setidaknya pengerasan, bila belum bisa di hotmix,” ujarnya.

Ada 4 titik sangat parah dari Koto Ranah ke Kampung Baru dan dari Landau Lubuk Ulang Aling ke Abai. “Sudah banyak masyarakat menggunakan perahu tempek dan memilih jalur Dharmasraya. Sebab beberapa minggu ini sangat sulit dilewati,” terangnya termasuk tenaga kesehatan.

Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi saat ditemui di kantor Bupati Solsel, mengakui perjuangan tenaga medis di Lubuk Ulang Aling sangat berat. Termasuk puluhan ribu masyarakat setempat yang mau mengurus administrasi ke Pusat Kabupaten Solsel.

Dengan harapan dana yang telah dikucurkan Pemprov Sumbar senilai Rp 6 miliar ruas Abai-Sungai Daerah, bisa digunakan untuk pengerasan jalan.

Sekretaris Menko Kemaritiman juga telah menjanjikan dana perbaikan, namun hingga sekarang belum ada informasinya. Pemkab Solsel juga sudah berupaya meminta anggaran ke Pusat, tapi belum belum terealisasi dalam waktu cepat.

Anggota DPRD Sumbar, Mario Syahjohan mengatakan, anggaran Rp6 miliar ruas Abai – Sungai Dareh akan dialokasikan di APBD Provinsi Sumbar tahun 2022.

“Mudahan saja tahun depan tenaga kesehatan dan masyarakat mendapatkan akses yang bagus,” sebut Komisi IV DPRD Sumbar itu yang sudah meninjau kondisi jalan Provinsi menuju Lubuk Ulang Aling. (***)