Pasien Covid-19 Pertama Payakumbuh, H Esa: Ikuti Saja Komando Pemerintah dan Ulama

Swafoto H. Esa Muhardanil di RSAM Bukittinggi yang dikirimkannya ke Padang Ekspres, Jumat (24/4/2020).

Ketua Ikatan Pedagang Pasar Payakumbuh (IP3), Haji Esa Muhardanil, 59, dinyatakan sebagai warga Kota Payakumbuh pertama yang terinfeksi virus korona. Aktivis dakwah yang sehari-hari bermukim di Kompleks Mutiara Karim, RT 02/RW 02, Balaipanjang, Payakumbuh Selatan ini, awalnya termasuk kelompok kurang yakin dengan adanya Covid-19.

Laporan:
FAJAR RILLAH VESKY- Payakumbuh

“Saya awalnya memang tidak yakin dengan adanya virus korona ini. Mungkin karena itu pula, Allah tunjukkan kepada saya, bahwa virus tersebut memang ada. Sekarang, saya sedang diisolasi di RSAM (Rumah Sakit Achmad Muchtar) Bukittinggi. Tapi, Alhammdulilah, kondisi saya sudah membaik dari biasanya,” ungkap Haji Esa Muhardanil saat dihubungi Padang Ekspres, Jumat malam (24/4).

Haji Esa yang sudah menjadi aktivis dakwah sejak masa muda, mulai diisolasi di RSAM Bukittinggi sejak Senin malam (19/4). Empat hari setelah menjalani isolasi tersebut, tepatnya pada Jumat siang (24/4), tokoh berpengaruh di Pasar Payakumbuh ini dinyatakan positif terinfeksi Covid-19, berdasarkan hasil pemeriksaan swab tenggorokan.

“Benar ada warga kita yang positif Covid-19, yaitu H. EM (Esa Muhardanil-red). Hasil swab-nya baru keluar dari Laboratorium Biomedik, Fakultas Kedokteran Unand,” kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi selaku Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kota ini, saat memberikan keterangan secara resmi melalui video converence dengan awak media, Jumat siang (24/4).

Sebelum Riza memberi keterangan resmi, kabar Haji Esa Muhardanil positif terinfeksi virus korona, sudah terlanjur beredar di sosial media, baik WhatsApp ataupun Facebook. Bahkan, tanpa seizin Haji Esa ataupun pihak keluarga, foto-foto Haji Esa dan keluarganya, terpantau sudah bertebaran di media sosial. Sebagian besar tanpa tabayyun atau proses konfirmasi.

Saat dihubungi Padang Ekspres, Jumat malam (24/4), Haji Esa Muhardanil tidak tahu, jika Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, telah menggelar konferensi pers tentang dirinya yang menjadi warga kota Payakumbuh pertama terinfeksi virus korona. Namun demikian, pada Jumat siang, Haji Esa mengaku, sempat dihubungi lewat telepon genggamnya oleh Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

“Tadi siang (kemarin-red), Pak Gubernur menelepon saya. Beliau menyampaikan, bahwa hasil pemeriksaan swab saya sudah keluar. Saya memang dinyatakan positif (terinfeksi virus korona). Pak Gubernur meminta saya perbanyak zikir dan meminta tolong keluarga saya menjalani isolasi di rumah saja. Untuk itu, istri saya dan keluarga sudah melapor (kepada Gugus Tugas Covid-19 di Payakumbuh) dan sudah isolasi,” kata Haji Esa.

Pemilik toko alat-alat olahraga di Pasar Payakumbuh ini berulangkali menyatakan kepada Padang Ekspres bahwa kondisinya tadi malam sudah membaik. Tangannya tidak lagi dipasangi selang infus. Sehingga, Haji Esa bisa melakukan swafoto dan mengirimkan fotonya untuk Padang Ekspres. Begitu pula dengan hidungnya, tidak lagi dipasangi selang dari Liquid oxygen tank atau tabung oksigen.

“Saya sekarang, sehat-sehat saja. Mungkin karena ini kasus pertama di Payakumbuh, jadinya agak berbeda. Bertimpa-timpa telepon yang datang kepada saya. Baik dari Padang, Jakarta, Surabaya, Bukittinggi atau Payakumbuh. Semua yang menelepon saya, memberi semangat untuk sabar dan mendoakan cepat sembuh. Alhamdulillah, sekarang saya tidak lagi dipasangi selang infus dan oksigen,” ujar Haji Esa.

Awalnya Demam Panas
Sebelum menjalani isolasi di RSAM Bukittinggi, Haji Esa Muhardanil sempat merasa tidak enak badan. Tubuhnya demam-panas.

“Sekitar 20 hari lalu, saya agak demam. Lalu, saya pergi berobat ke tempat praktik dr. Zainab. Tiga hari setelah minum obat, badan saya masih panas-dingin. Kadang-kadang juga pegal seperti flu berat,” kata Haji Esa.

Lantaran kesehatannya masih belum pulih, Haji Esa kemudian pergi berobat ke Rumah Sakit Ibnu Sina Payakumbuh, atau disebut juga sebagai Rumah Sakit Yarsi karena bernaung di bawah Yarsi Sumbar yang didirikan mantan Perdana Menteri Indonesia Mohammad Natsir.

“Saya pergi berobat ke Rumah Sakit Yarsi Payakumbuh sekitar 15 hari lalu, karena Yarsi punya alat pemeriksaan lebih lengkap,” ujar Haji Esa.

Sesampai di rumah sakit, Haji Esa Muhardanil mengaku sempat menjalani proses rontgen. “Petugas medis merontgen saya karena selain panas-dingin, saat itu saya juga mengeluhkan sesak nafas. Dari hasil rontgen diketahui, ada infeksi di paru-paru saya. Cuma, tidak ada mendeteksi virus. Sehingga, saya dianjurkan pergi ke RSUD dr Adnaan Payakumbuh,” jelasnya.

Singkat cerita, pada Senin lalu (20/4), Haji Esa pergi ke RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh. Dia mendapat perlakuan yang baik dari petugas medis di rumah sakit pelat merah tersebut.

Hanya saja, katanya, RSUD dr Adnaan WD Payakumbuh juga tidak punya alat untuk mendeteksi virus, sehingga Haji Esa dianjurkan untuk dirujuk ke RSAM Bukittinggi atau RSUP M Djamil Padang.

“Pada Senin siang itu, saya menyatakan, siap dirujuk dari RSUD Adnaan WD ke Bukittinggi dan Padang. Pada malamnya, saya langsung disiapkan tempat di RSAM dan berangkat ke Bukittinggi dengan ambulans. Kemudian, saya periksa swab dan sampelnya dibawa ke Padang. Pagi tadi (Jumat, 24/4), langsung turun hasilnya, bahwa saya positif terinfeksi virus korona,” ujar Haji Esa.

Meski dinyatakan positif terinfeksi korona, namun Haji Esa dalam wawancara via telepon genggam dengan Padang Ekspres, sama sekali tidak mengeluh dengan virus yang menginfeksi tubuhnya.

“Mungkin ini cara Allah memperlihatkan kepada saya, bahwa virus korona itu memang ada. Dan saya sangat bersyukur, dokter-dokter di Bukittinggi, termasuk perawat, memberi support semuanya. Mereka kebetulan kenal saya dan dimudahkan prosesnya. Alhamdulillah,” ujar Haji Esa.

Titip Pesan
Dalam wawancara khusus via telepon genggam dengan Padang Ekspres, Haji Esa juga menitip pesan kepada masyarakat. “Untuk masyarakat Sumbar, khususnya warga Payakumbuh dan Limapuluh Kota, pesan saya, ikuti saja komando pemerintah dan ulama,” ujarnya.

Haji Esa nampaknya meyakini, bahwa imbauan pemerintah soal perlunya menjaga jarak fisik dan jarak sosial, memang perlu diikuti untuk mencegah penyeberan virus korona. Begitu pula dengan maklumat ulama, untuk menghindari dulu, aktifitas beribadah secara berjamaah. Baik shalat wajib, shalat jumat, ataupun shalat tarawih dan witir.

“Ikuti saja, anjuran pemerintah dan ulama untuk menghentikam dulu shalat berjamaah di masjid. Kawan-kawan di masjid, jangan sampai shalat Jumaat berjamaah atau shalat tarawih dan witir. Di rumah saja, masih bisa beribadah. Tidak mengurangi pula artinya. Saya yakin dan punya firasat, ini (pandemi virus korona), tidak lama. Di bulan Mei, insya Allah, bisa berakhir,” ujarnya.

Sementara, terhadap masyarakat atau jamaah masjid yang sebelumnya punya kontak fisik atau bertemu dengan dirinya, Haji Esa juga menitip pesan lewat Padang Ekspres.

“Pesan untuk yang punya kontak dengan saya untuk bisa isolasi diri di rumah masing-masing,” ujarnya.

Terakhir, Haji Esa Muhardanil juga berpesan kepada ummat Islam, agar terus mendekatkan diri kepada Allah di tengah pandemi virus korona ini.

“Mari, kita jadikan peristiwa ini untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Segala sesuatu, tidak mungkin terjadi tanpa kehendak Allah. Pandemi virus korona ini, pelajaran juga bagi kita, supaya menata hidup. Supaya lebih memperbanyak zikir kepada Allah,” ujar Haji Esa.

Sementara itu, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, memastikan pihaknya segera melakukan tracking/pelacakan orang-orang yang berhubungan atau punya kontak fisik, dengan pasien Covid-19 pertama di kota ini.

“Kita akan butuh waktu, sebab yang bersangkutan beraktivitas di pasar. Apalagi sebelumnya ia bolak-balik ke Bukitinggi,” ucap Riza Falepi.

Selain itu, Riza Falepi juga mengimbau masyarakat Payakumbuh untuk tetap tenang, tetap berada di rumah, dan mematuhi PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang sudah diterapkan Pemprov Sumbar. “Tim Gugus Tugas juga akan terus bekerja untuk melakukan langkah-langkah antisipasi lainnya.” kata Riza. (***)