Aksi Ramadan Berbagi di Tengah Pandemi Virus Korona

Aksi Komunitas Ramadhan Berbagi saat membagikan paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid-19. (IST)

Prihatin melihat masih banyaknya orang yang harus dan terpaksa bekerja di luar di tengah ancaman pandemi Covid-19, membuat sekelompok pemuda tergerak untuk memberikan bantuan kepada mereka yang tidak bisa work from home (WFH) atau bekerja di rumah. Seperti apa?

Saat sebagian masyarakat beralih bekerja di rumah untuk memutus rantai penularan Covid-19, ada sebagian masyarakat lainnya yang tidak bisa melakukan hal tersebut, lantaran pekerjaan yang dilakoni mengharuskan mereka bekerja di luar untuk menafkahi keluarga.

Hal itu dilakukannya agar bisa mendapatkan penghasilan yang akan mereka pergunakan untuk penyambung hidup keluarga. Prihatin dengan kondisi itu, sejumlah pemuda yang mengatasnamakan Komunitas Ramadhan Berbagi mengumpulkan donasi dari setiap orang yang nantinya akan disalurkan kepada para pekerja dan masyarakat yang terdampak akibat Covid-19.

“Komunitas ini berdiri sejak 5 April 2020 oleh lima orang yang memiliki ide yang sama untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid-19 terutama di Kota Padang,” kata Ketua Pelaksana Ramadhan Berbagi, Nola Pritanova kepada Padang Ekspres, Minggu (26/4).

Nola mengatakan, awalnya komunitas ini hanya sekadar aksi penggalangan dana untuk warga terdampak Covid-19. Namun, agar kegiatan ini berkelanjutan dan lebih jelas kedudukannya maka dibentuk komunitas yang terdiri atas beberapa orang yang memiliki tujuan sama.

Latarbelakang berdirinya komunitas ini didasari dari melihat orang-orang di luar sana seperti para pekerja harian yang tidak bisa WFH dan masih berkegiatan seperti biasa tanpa menggunakan masker. Mereka tidak mau WFH bukan karena keinginan mereka, tetapi karena tuntutan ekonomi.

“Kalau tidak kerja hari ini, ya tidak makan. Kami prihatin dengan kondisi seperti itu dimana mereka tetap bekerja tanpa menggunakan masker. Jadi, kami sepakat ingin membagikan masker pada para pekerja harian di jalanan. Itu awalnya,” ungkapnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, bantuan masker saja rasanya tidak cukup. Maka komunitas berinisiatif untuk membagikan bahan makanan di tengah kondisi wabah yang membuat pendapatan harian para pekerja dan masyarakat jauh berkurang.

“Jadi selain masker, kami sepakat untuk membagikan bahan kebutuhan pokok atau sembako, terlebih saat ini bulan Ramadhan, jadi momennya pas,” tuturnya.

Lebih lanjut Nola mengungkapkan, pada awal kegiatan, mereka sempat terkendala dana atau donasi yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Maka dari itu, dia meminta tolong rekan-rekan lain untuk membuat poster dan langsung membagikannya melalui akun media sosial Ramadhan Berbagi. “Karena keterbatasan kami untuk berbagi, maka kami mengajak teman-teman sekitar untuk ikut berbagi melalui open donasi,” jelasnya.

Setelah donasi dari masyarakat masuk dan terkumpul, donasi tersebut kemudian disalurkan dalam bentuk bahan makanan pokok dan masker yang dibagikan kepada orang-orang atau pekerja harian di jalan.

“Orang-orang yang kami berikan bantuan di antaranya para penjual yang memakai gerobak, pemulung, sopir angkot, tukang ojek online dan masyarakat terdampak Covid-19 lainnya,” ungkapnya.

Nola menambahkan, donasi yang diberikan tidak hanya berbentuk kebutuhan sembako saja tapi juga dalam bentuk uang. Komunitas ini juga menerima donatur yang memberikan beras, telur, minyak goreng, maupun paket sembako lengkap.

“Komunitas ini sebenarnya juga membagikan makanan untuk buka dan sahur pada para pekerja harian dan panti asuhan. Hanya saja saat ini kami memprioritaskan pembagian sembako dulu, mengingat hal ini yang sepertinya lebih dibutuhkan,” tukasnya.

Penyaluran bantuan dan donasi tersebut kepada masyarakat bersifat spontan begitu saja. Tidak ada pendataan yang dilakukan, mereka hanya langsung membagikan bantuan kepada masyarakat yang dinilai berhak mendapatkannya.

Sementara itu, komunitas ini juga tidak memiliki donatur tetap. Komunitas tersebut menerima donasi terbuka dari masyarakat yang siapa saja yang mau mendonasikan rezeki mereka.

“Donasinya didapatkan dari orang-orang yang tergerak hatinya untuk mengirimkan uang ke nomor rekening Ramadhan Berbagi atau paket sembako lengkap, masker, beras, dan sebagainya. Semua kami dapatkan dari masyarakat Indonesia,” tuturnya.

Sejak berdiri, komunitas ini telah menyalurkan bantuan dan donasi tahap 1 kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat ini, komunitas tersebut sedang menggalang donasi untuk disalurkan pada tahap 2.

Nola mengatakan, untuk donasi uang pada open donasi tahap 1 kira-kira berjumlah Rp 4,5 juta yang berhasil dikumpulkan dalam waktu 10 hari. Sedangkan paket sembako dan masker pada tahap 1 berjumlah sekitar Rp 2 juta. Bisa disimpulkan pada open donasi tahap 1 donasi terkumpul sekitar R 6,5 juta.

“Kemudian, untuk donasi tahap 2, kami baru open donasi selama lebih kurang dua hari dan uang yang terkumpul sudah mencapai Rp 1,7 juta dan dalam waktu dekat akan kami donasikan kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Lebih lanjut Nola menceritakan, dengan aksi ini dia bisa merasakan kebahagiaan karena menyalurkan bantuan pada masyarakat yang membutuhkan, khususnya para pekerja harian.

“Kami senang bisa sedikit mengurangi beban mereka hari ini. Setidaknya untuk dua sampai tiga hari ke depan mereka tidak perlu terlalu gusar memikirkan kebutuhan pangan. Selain itu, kami sangat terharu saat melihat mereka menerima paket sembako dengan mata berkaca-kaca. Rasanya kegiatan yang kami lakukan ini sarat makna dan bermanfaat,” jelasnya.

Dirinya juga mengaku tidak semua orang yang bisa dibantu, membuat mereka hanya bisa bersabar semoga ada bantuan lain yang bisa mereka terima mengingat wabah ini merupakan duka bersama.

“Kami pun pernah di satu lokasi dikejar-kejar oleh beberapa orang karena melihat kami membagikan sembako pada salah satu tukang ojek. Kami juga pernah dikejar penumpang angkot karena melihat kami memberi sembako pada penjual siomay di jalan. Kami hanya bisa meminta maaf atas ketidakkuasaan kami membagikan pada semua orang karena kami memiliki target donasi,” ungkapnya.

Komunitas ini memiliki tagline yakni “Simpan Hartamu di Langit” yang artinya adalah bersedekah itu sama dengan menyimpan harta di langit. Bersedekah itu adalah investasi manusia kelak di akhirat.

“Sebenarnya, uang atau barang yang kita sedekahkan itulah milik kita. Kita titipkan pada Allah di langit yang luas, maka Allah akan ganti dengan yang jauh lebih banyak dan tak disangka-sangka. Tagline ini mengingatkan kami pentingnya bersedekah dan bersyukur atas apa yang kami miliki,” tuturnya.

Terakhir Nola berharap agar open donasi tahap 2 dana yang terkumpul melebihi donasi tahap 1 sehingga akan lebih banyak orang lagi yang mendapatkan bantuan tersebut.

“Target kami cukup tinggi untuk donasi tahap 2 ini. Kami ingin membagikan paket sembako dan juga paket berbuka maksimal satu minggu sebelum Lebaran,” ujarnya.

Kemudian, jika ada masyarakat yang tergerak hatinya untuk menyalurkan donasi, maka Bisa dicek postingan di akun Instagram Ramadan Berbagi di @ramadhan_berbagi2020. Untuk yang ingin berdonasi dapat mengirimkan bantuan berupa uang dan paket sembako. (*)