Salurkan Bantuan untuk Masyarakat hingga Ulama

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni didampingi Sekkab Jonpriadi, menyerahkan bantuan secara simbolis untuk kalangan ulama terdampak Covid-19 di Padangpariaman. (IST)

Bupati Padangpariaman Ali Mukhni begitu ”tajam” dalam cermati dampak pandemi Covid-19 (virus korona). Sehingga, ia tidak hanya menyalurkan bantuan untuk warga Padangpariaman yang terdampak wabah tersebut, tetapi juga kalangan ulama di daerah Saiyo Sakato itu. Seperti apa?

Tepatnya Kamis (23/04), Ali Mukhni secara simbolis menyerahkan bantuan untuk ulama (mubalig, dai, dan penceramah), di Masjid Raya Padangpariaman. Para ulama itu berasal dari seluruh kecamatan di Padangpariaman. Jumlahnya sekitar 340 orang.

Masing-masing ulama tersebut diberi bantuan senilai Rp 500 ribu per orang. Tujuannya, agar perekonomian keluarga mereka bisa terbantu dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sebab, Covid-19 turut membuat kegiatan keagamaan banyak terhenti.

”Saya berpikir bahwa banyak ulama juga terdampak kondisi saat ini. Makanya, saya sejak sebulan lalu bepikir para tokoh agama kita harus diberi pula bantuan,” ujar Ali Mukhni usai menyerahkan bantuan secara simbolik tersebut.

Selain itu, menurutnya, ulama adalah kalangan yang paling besar perannya dalam membantu pemerintah. Sebab mereka mampu menyampaikan imbauan langsung kepada masyarakat, guna memutus rantai penyebaran virus asal Wuhan, Hubai, Tiongkok tersebut.

Katanya, dalam penyaluran bantuan itu Pemkab Padangpariaman didukung penuh oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Padangpariaman. ”Insya Allah, bantuan ini akan kita salurkan hingga tiga bulan ke depan. Mudah-mudahan untuk tahap kedua, kita bisa mengakomodir hingga 500 orang ulama,” ungkapnya.

”Mari bersama kita berdoa kepada Allah SWT agar wabah ini cepat selesai. Kita berharap kepada ulama untuk terus mendukung dalam mengimbau masyarakat Padangpariaman mengikuti segala anjuran guna mencegah dan memutus mata rantai Covid-19 ini,” imbuh bupati peraih Ksatria Bakti Husada itu.

Salah satu upaya dalam mencegah penyebaran Covid-19, katanya dengan melaksanakan ibadah di rumah selama Ramadhan. Hal itu sesuai Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor: 360/079/COVID-19-SBR/IV-2020 tentang Pelaksanaan Ibadah Puasa Ramadhan 1441 H dalam Masa Penanggulangan Covid-19 di Sumbar.

Selain itu, juga bentuk tindak lanjut atas Peraturan Gubemur Nomor 20 Tahun 2020 tentang Pedoman Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Masa Penanggulangan Covid-19 di Sumbar, berpedoman pada Maklumat dan Taushiyah Majelis Ulama Indonesia Nomor 006/MUI/SB/IVI2020 tanggal 21 April 2020 dalam rangka menyambut bulan Ramadhan 1441 H dalam situasi wabah Covid-19.

”Ini memang berat (tidak berjamaah di masjid, red), tetapi harus kita lakukan demi keselamatan umat. Makanya, kita selalu meminta pandangan ulama untuk melaksanakan imbauan ini. Sebab kita yakin, ulama pasti sangat memahami yang terbaik untuk umat,” pungkas bupati peraih penghargaan peduli pendidikan Islam di Sumbar dari Kementerian Agama RI.

Menyikapi itu, Ketua Dewan Masjid Sumbar Prof Dr Duski Samad yang juga hadir di sana, menilai bahwa ulama merupakan suluah bendang dalam nagari. Jadi, menurutnya, kecanggihan media sosial tidak aka nada artinya, apabila tidak terdapat peran ulama di dalamnya.

Hal itu turut dibenarkan oleh Ketua MUI Padangpariaman, Syofyan Tuanku Bandaro. Untuk itu, ia mengajar seluruh umat Islam di Padangpariaman banyak-banyak berdoa dan semakin taat beribadah. ”Semua datang dari Allah SWT, akan kembali kepada Allah SWT,” katanya.

Syofyan juga turut mengapresiasi Ali Mukhni karena telah mengarahkan kebijakannya untuk membantu ulama terdampak Covid-19 di Padangpariaman. ”Kita juga berterima kasih kepada Pemkab Padangpariaman yang begitu peduli dengan ulama dalam menghadapai kondisi saat ini,” pungkas Syofyan.

Dalam kesempatan itu, Ali Mukhni tampak didampingi Sekkab Padangpariaman Jonpriadi, Ketua Baznas Padangpariaman Syamsuardi Surma, Kadiskominfo Padangpariaman Zahirman, Kabag Kesra Setdakab Padangpariaman Azwarman, serta Kabag Humas dan Protokol Anton Wira Tanjung.

Diapresiasi MUI Sumbar

Usai penyerahan bantuan tersebut, Ali Mukhni berkomunikasi via telekonferensi dengan Ketua MUI Sumbar, Gusrizal Gazahar Lc MAg. Percakapan Ali Mukhni dan Gusrizal Gazahar pun diselimuti suasana haru. Bahkan, bupati dua periode tersebut sempat terisak mendengar ucapan ulama Gusrizal Gazahar.

”Saya berharap agar apa yang dilakukan Pemkab Padangpariaman menjadi tambahan amal dan dapat diikuti oleh pemimpin yang lainnya,” ujar Gusrizal.

Untuk itu, Gusrizal mengajak seluruh pihak bekerja sama membasmi Covid-19. Baik pemerintahan, ulama, ataupun seluruh lapisan masyarakat lainnya. Langkah itu menurutnya, sangat penting dalam mencegah dan memutus rantai penyebaran Covid-19.

”Kondisi saat ini tentu tidak kita harapkan. Tapi marilah kita bersatu memperbanyak doa, bermunajat kepada Allah di setiap sepertiga malam terakhir agar Allah menjauhkan kita dari setiap penyakit dan musibah. Semoga doa kita di bulan suci agar pandemi Covid-19 cepat berlalu, diijabah Allah,” ajak Gusrizal. (*)