Zadrian Ardi Pecahkan Rekor Guru Besar Termuda UNP Lewat Riset Stres Akademik


PADEK.JAWAPOS.GOM – Menjadi guru besar merupakan impian banyak dosen. Namun, bagi Dr. Zadrian Ardi, S.Pd., M.Pd., Kons., jabatan akademik tertinggi itu bukanlah sesuatu yang dikejar dengan tergesa-gesa.
Baginya, setiap tahapan karier harus dijalani dengan proses yang matang, satu target diselesaikan sebelum melangkah ke target berikutnya.
Jika Surat Keputusan (SK) Guru Besar yang saat ini masih dalam proses penetapan diterbitkan dengan Terhitung Mulai Tanggal (TMT) 1 Agustus 2026, dosen kelahiran 1 Juni 1990 tersebut akan menjadi guru besar termuda di Universitas Negeri Padang (UNP) pada usia 36 tahun 2 bulan.
Rekor sebelumnya dipegang Prof. Anto Komaini, yang dikukuhkan sebagai guru besar pada usia 36 tahun 4 bulan.
Meski akan mencatatkan sejarah baru di lingkungan UNP, Zadrian mengaku tidak pernah menjadikan rekor sebagai tujuan utama.
Hal itu disampaikannya saat berdiskusi dalam kegiatan Pakar UNP yang diselenggarakan Kantor Komunikasi dan Pemasaran Strategis (KKPS), Selasa (28/7/2026).
"Target itu ada, tetapi tidak ekstrem. Memang setiap dosen punya cita-cita menjadi guru besar. Namun saya selalu melihat prosesnya. Yang penting setiap tahap bisa diselesaikan dengan baik," ujarnya.
Menempuh Seluruh Pendidikan di UNP
Perjalanan akademik Zadrian seluruhnya berlangsung di Universitas Negeri Padang.
Ia diterima sebagai mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling pada 2008, menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2012, kemudian meraih gelar magister pada 2014.
Pada tahun yang sama, ia mulai mengajar sebagai dosen kontrak sebelum dinyatakan lulus sebagai CPNS UNP pada 2015.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!




