Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Pisang Kapik Buatan Yanti di Tabiang Barasok, Jajanan Tradisional Mulai Rp5.000

Dian Nurul Haq
Penulis: Dian Nurul Haq❯
Yanti memanggang pisang kepok di atas bara api untuk diolah menjadi pisang kapik yang dijual di kawasan wisata Tabiang Barasok.
Yanti memanggang pisang kepok di atas bara api untuk diolah menjadi pisang kapik yang dijual di kawasan wisata Tabiang Barasok.

Advertisement

PADEK.JAWAPOS.COM – Aroma pisang kepok yang dipanggang di atas bara api menguar dari kedai sederhana di kawasan wisata Tabiang Barasok. Di bawah atap rumbia dengan penyangga bambu, Yanti menyiapkan pisang kapik, jajanan tradisional Minangkabau yang disajikan hangat dengan taburan kelapa bercampur gula merah.

Pisang yang telah matang dijepit menggunakan dua bilah kayu pipih hingga bentuknya gepeng. Setelah itu, Yanti menambahkan kelapa yang dimasak bersama gula merah untuk melengkapi sajian bercita rasa manis dan gurih tersebut.

Bagi pengunjung yang ingin mencicipinya, pisang kapik buatan Yanti dijual mulai Rp5.000 per buah. Harganya bergantung pada ukuran pisang yang digunakan.

Advertisement

Mempertahankan Cara Tradisional Membuat Pisang Kapik

Nama pisang kapik berasal dari cara pembuatannya. Dalam bahasa Minangkabau, kapik berarti jepit atau apit, merujuk pada proses menjepit pisang panggang hingga pipih sebelum disajikan.

Pisang kepok menjadi bahan utama jajanan ini. Yanti juga menggunakan mentega serta kelapa yang dimasak dengan gula merah sebagai pelengkap.

Advertisement

Ia masih mempertahankan proses pemanggangan menggunakan bara api. Menurutnya, cara tersebut menjadi salah satu hal yang membuat pisang kapik memiliki cita rasa khas.

“Kalau sudah siap, pisangnya disajikan ketika masih hangat. Kelapa yang sudah dimasak dengan gula merah diletakkan di atas pisang,” ujar Yanti.

Pisang kapik telah lama dikenal sebagai salah satu kuliner tradisional Bukittinggi. Selain dapat ditemukan di kawasan Pasa Ateh, jajanan ini juga dijual Yanti di kawasan wisata Tabiang Barasok.

Dijual Mulai Rp5.000, Menarik Rasa Penasaran Pengunjung

Yanti mulai berjualan pisang kapik di Tabiang Barasok pada 23 Agustus 2024, bertepatan dengan peresmian kawasan wisata tersebut. Sejak itu, ia menawarkan jajanan tradisional ini kepada pengunjung yang datang menikmati suasana kawasan wisata.

Ia menjual pisang kapik seharga Rp5.000 per buah untuk ukuran kecil dan Rp7.000 per buah untuk ukuran lebih besar. Dengan dua pilihan harga tersebut, pengunjung dapat menyesuaikan pembelian berdasarkan ukuran yang diinginkan.

Advertisement
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Padang EkspresIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Pangek Pisang Muaralabuh: Kudapan 100 Tahun yang Kini Diajarkan ke Generasi Muda

Pangek Pisang Muaralabuh: Kudapan 100 Tahun yang Kini Diajarkan ke Generasi Muda

Pangek pisang Muaralabuh dikenal sejak sekitar 1925, ditetapkan WBTB 2025, dan kini diwariskan melalui pelatihan generasi muda.

Tak Sekadar Tanam Bibit, Payakumbuh Bangun Agribisnis Pisang dari Hulu ke Hilir

Tak Sekadar Tanam Bibit, Payakumbuh Bangun Agribisnis Pisang dari Hulu ke Hilir

Pemko Payakumbuh membangun agribisnis pisang dari hulu ke hilir melalui bantuan bibit, pupuk, pendampingan, hilirisasi, hingga pemasaran.

Pinukuik Minang Masih Bertahan di Pasaman Barat, Rahmi Jualan Sejak Tujuh Tahun Lalu

Pinukuik Minang Masih Bertahan di Pasaman Barat, Rahmi Jualan Sejak Tujuh Tahun Lalu

Pinukuik khas Minangkabau masih diminati. Rahmi telah berjualan tujuh tahun dan menjual jajanan tradisional ini seharga Rp5.000.

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer