Rumah Jama dan Surau Bulian, Saksi PDRI di Solok Selatan yang Menanti Perhatian

PADEK.JAWAPOS.COM — Rumah Jama dan Surau Bulian di Nagari Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, menjadi saksi perjalanan Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) pada 1949. Namun, dua peninggalan sejarah tersebut kini dalam kondisi memprihatinkan dan membutuhkan perhatian untuk menjaga jejak perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Sekretaris Nagari Bidar Alam, Liosman Topit, menyebut Bidar Alam sebagai ibu kota yang terlupakan dalam sejarah PDRI. Menurutnya, peran nagari tersebut dalam mempertahankan keberlangsungan Republik Indonesia belum banyak dikenal masyarakat, termasuk melalui buku-buku sejarah di sekolah.
“Kalau bagi saya pribadi, saya sering mengistilahkannya, kalau bukan karena Bidar Alam mungkin sejarah Indonesia ini akan berbeda,” ujar Liosman.
Tiga Bulan Menjadi Tempat Perjuangan PDRI
PDRI terbentuk pada 19 Desember 1948 setelah Belanda melancarkan Agresi Militer II dan menangkap Presiden Soekarno serta Wakil Presiden Mohammad Hatta. Sjafruddin Prawiranegara kemudian memimpin pemerintahan darurat di Sumatra untuk mempertahankan keberlangsungan Republik Indonesia.
Dalam perjalanan perjuangan tersebut, rombongan PDRI akhirnya tiba di Bidar Alam. Liosman menceritakan, sebelum menuju nagari itu, rombongan sempat berada di Abai selama kurang lebih satu minggu.
Tokoh masyarakat Bidar Alam, termasuk Kati Jema'an, kemudian menjemput rombongan tersebut. Setibanya di Bidar Alam, para tokoh PDRI mendapatkan tempat tinggal di rumah-rumah warga.
Masyarakat juga menyediakan makanan dan kebutuhan lainnya meskipun penerimaan terhadap rombongan PDRI memiliki risiko karena Belanda masih melakukan pengejaran.
“Bidar Alam mengambil risiko besar. Karena otomatis ini dikejar atau diserang oleh pihak Belanda. Tapi masyarakat Bidar Alam menerima, menyediakan tempat tinggal, menyediakan bahan makanan,” katanya.
Menurut Liosman, rombongan PDRI berada di Bidar Alam selama kurang lebih tiga bulan. Selama periode tersebut, aktivitas pemerintahan tetap berlangsung melalui komunikasi dengan para pejuang dan pihak-pihak yang mendukung perjuangan Republik Indonesia.
Surau Bulian dan Peran Radio AURI
Salah satu bagian penting dari sejarah PDRI di Bidar Alam adalah keberadaan Radio Angkatan Udara Republik Indonesia (AURI). Menurut penuturan Liosman, Surau Bulian berkaitan dengan aktivitas radio yang digunakan untuk mendukung komunikasi selama masa pemerintahan darurat.
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

